"Detik-Detik yang Menentukan" "jalan panjang Indonesia menuju Demokrasi

"Detik-Detik yang Menentukan" "jalan panjang Indonesia menuju Demokrasi"


Khazanah sejarah politik kontenporer Indonesia akan makin kaya dengan kehadiran sebuah buku yang merupakan catatan dari Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Ke-3 RI. Buku catatan ini di tulis sendiri oleh B.J. Habibie berdasarkan catatan yang beliau tulis semasa menjabat sebagai Presiden RI.

Buku yang di beri judul “Detik-Detik Yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” menguak banyak informasi yang selama ini belum di ketahui oleh masyarakat dan terkadang menjadi polemic baik di kalangan akademis, politisi maupun masyarakat awam.

Berbagai peristiwa, fakta – fakta social, ekonomi politik, dan berbagai langkah kebijakan yang di ambil B.J. Habibie selama masa pemerintahannya di rangkumdalam empat bab yang di susun sebagaimana adanya. Buku ini di luncurkan pada tanggal 21 September 2006 di Jakarta.

Download Ebook "Detik-Detik yang Menentukan"

Manusia Bugis

Sebagai seorang yang berasal dari suku Duri sebuah suku kecil di Sulawesi Selatan yang katanya masuk dalam komunitas Ma’sengrengpulu saya merasa perlu untuk mengetahui asal-usul suku saya itu. Dan walaupun sedikit, setidaknya itu saya dapatkan dari bukunya Pelras ini.

Suku Duri ini memang cukup marginal di Sulawesi Selatan. Dari sisi bahasa dan dialek, bahasa Duri lebih mirip dengan bahasa Toraja dan Luwu’. Secara geografis pun suku Duri ini menempati daerah di perbatasan Kabupaten Enrekang dengan Toraja. Bahkan keluarga kami sejak dulu menempati daerah Toraja (keluarga kami menetap di Makale, ibukota Kabupaten Tana Toraja dan Rembon, sebuah kota kecamatan sekitar 11 km dari Makale). Secara kebudayaan, di daerah Duri pun ditemukan peninggalan pemakaman di gunung sangat mirip dengan yang dimiliki orang Toraja saat ini. Tetapi karena suku ini memeluk agama Islam maka seperti suku-suku lain di Sulawesi Selatan (Bugis, Mandar, Makassar) yang memeluk Islam, maka jika mereka keluar dari Sulawesi Selatan mereka akan mengaku sebagai orang Bugis.

Dari buku ini pun saya baru mengetahui bahwa cerita rakyat/epos La Galigo ternyata merupakan karya yang menurut para ahli jauh mengungguli Mahabarata baik dari segi sastra maupun kompleksitas dan panjangnya. Pelras juga mengkaji proses masuknya agama Islam di Sulawesi Selatan, yang ternyata dilakukan oleh 3 orang Minangkabau (yang tinggal di Aceh tetapi bekerja untuk Sultan Johor) yang dipimpin oleh Dato’ Ribandang pada awal abad ke-17. Walaupun sebelumnya telah ada komunitas di Sulawesi Selatan yang menganut Islam, tetapi Islam baru benar-benar berkembang di Sulawesi Selatan setelah Dato’ Ribandang meng-Islamkan kerajaan Luwu’ dan Makassar. Setelah menganut Islam, orang Bugis mengasimilasi ajaran-ajaran Islam ke dalam kebudayaan mereka. Bahkan penjajah Belanda mengatakan bahwa orang Bugis, bersama-sama dengan orang Aceh, Minang dan Banjar merupakan suku-suku yang paling kuat identitas ke-Islamannya di Nusantara.

Menurut Pelras kemampuan orang Bugis untuk tinggal di berbagai tempat didasari oleh mentalitas empat sifat yang dalam bahasa Bugis disebut sulappa eppa (segi empat) yaitu :

  • to-warani, yang artinya (menjadi) orang berani
  • to-acca, yang artinya (menjadi) orang pandai
  • to-sugi, yang artinya (menjadi) orang kaya dengan sappa dalle hallala (mencari kekayaan melalui cara yang halal)
  • to-panrita’, yang artinya (menjadi) orang yang mengerti agama

Sebuah Novel "Bulang Cahaya"

Tentang racikan bumbu percintaan yang kandas antara dua tokoh (Raja Jaafar yang memiliki garis keturunan Bugis-Melayu, dan Tengku Buntat yang memiliki garis murni Melayu), memang merupakan benang merah cukup penting dalam merakit novel ini menjadi sebuah novel yang indah. Meskipun pada beberapa bagian saya anggap kurang optimal, tapi penggarapan kisah cinta yang mewarnai sebuah pergolakan besar, adalah sebuah mata air bagi daya tarik pembaca untuk melayarkan imajinasinya menuju pada muara besar persoalan sesungguhnya. Dari dua tokoh sentral inilah, Rida memulai penjabaran pancakaki (jalinan sejarah kekerabatan) yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah imperium kekuasaan Bugis-Melayu di tanah Riau. Dijabarkan lewat pancakaki yang menghubungkan Raja Jaafar dan Tengku Buntal, bahwa Raja Jaafar adalah cucu dari Daeng Celak (putra dari bangsawan Kerajaan Luwu, Bugis, yang kemudian menikah dengan Tengku Mandak yang berdarah Melayu, dan menjadi Yang Dipertuan Muda II), yakni anak dari Raja Haji (yang kemudian menjabat sebagai Yang Dipertuan Muda IV). Siapakah Daeng Celak? Daeng Celak adalah salah satu dari lima bersaudara (yakni Daeng Marewa, Daeng Celak, Daeng Perani, Daeng Manambun dan Daeng Kumasi, yang kesemuanya adalah bangsawan Bugis) yang berjasa membantu Tengku Sulaiman saat berperang untuk menyingkirkan Raja Kecik dari tahta Kerajaan Johor. Atas balas jasa Tengku Sulaiman, yang kemudian naik tahta menjadi Sultan, dibuatlah sebuah perjanjian antara Bugis-Melayu yakni Ikrar Sumpah Setia Melayu Bugis yang berisi kesepakatan untuk membangun negara secara bersama-sama, dengan pembagian wewenang dari pihak Bugis untuk secara mutlak mengepalai keamanan dan ekonomi (dengan gelar Yang Dipertuan Muda), sedangkan dari pihak Melayu memiliki wewenang sebagai kepela pemerintahan (yang mengurusi urusan dalam negeri, agama, dan adat istiadat). Dari garis keturunan tersebut, maka Raja Jaafar kelak adalah pewaris tahta yang sah untuk jabatan Yang Dipertuan Muda. Sedangkan Tengku Buntal adalah putri berdarah Melayu anak dari Tengku Muda Muhammad (yang kelak dinobatkan secara tidak fair menjadi Yang Dipertuan Muda V, sebuah keputusan yang dianggap menciderai Ikrar Ikrar Sumpah Setia Melayu Bugis).
Ikatan darah dari hasil perkawinan Melayu-Bugis, yang berkembang kemudian menjadi strategi politik untuk saling menguasai inilah yang pada akhirnya menjadi cikal bakal kerumitan yang berujung pada ketegangan hingga pertumpahan darah. Nafsu saling menguasai, saling mempengaruhi, fitnah dan ancaman, ditambah keruwetan campur tangan luar (yakni pihak Inggris dan Belanda), menjadikan Riau selalu terancam perpecahan.



Sang Bidadari dari Surga


Suatu sore sehabis maghrib, terlihat seorang berusia empat puluhan tahun datang berkunjung ke tempat Kyai Ilyas. Orang itu berpakaian sederhana, berperawakan sedikit kerempeng, memakai baju koko hijau, dan berkain sarung, terlihat kopiah hitam menempel di kepalanya. Itulah ustadz Ahmad yang datang dari kampung sebelah bersilaturahim ke tempat Kyai Ilyas.
Setelah bercengkerama tentang keadaan keluarga, ustadz Ahmad mulai bercerita kepada Kyai Ilyas. ”Begini rama kyai, kemarin waktu hari jum’atan di masjid tempat saya biasa mengajar, ada seseorang yang begitu mengagumkan, rama kyai...” ungkap ustadz Ahmad mulai bercerita. ”Mengagumkan gimana...?” tanya Kyai Ilyas. ”Ada seseorang namanya Parmin, ia sebenarnya orang biasa yang pekerjaan seharihari asalnya tukang ngarit (pencari rumput) membuat kami semua terkesima. Tiga bulan ia pergi entah kemana, sekitar seminggu ini ia pulang kampung. Pada saat kencleng (kaleng/tempat infak di masjid) dikelilingkan, dan pas sampai ke dia, ia tibatiba mengeluarkan dari saku bajunya uang satu juta, terus dimasukkan ke kencleng sebagai infak.” ”Lo...apa hebatnya ?”, sergah kyai Ilyas. ”Begini rama kyai .....pertama, uang sebanyak itu di tempat saya bukanlah uang yang sedikit, apalagi mau menginfakkan, apatah lagi yang menginfakkan itu seorang Parmin yang dulunya tukang ngarit. Kedua, uang yang diinfakkan itu adalah uang yang tiba-tiba muncul di saku Parmin, karena orang – orang yang di sekelilingnya juga melihat, awalnya di saku Parmin kelihatan tidak ada uang sama sekali, apa itu namanya tidak hebat rama kyai ?” begitu cerita ustadz Ahmad.

Download Ebook Sang Bidadari dari Surga

Cinta Yang Terlambat


Identitas Buku:
- Kategori : Buku non-fiksi
- Jenis : Novel romantis
- Pengarang : Dr. Ikram Abidi
- Ilustrasi : Seorang gadis
- Warna : Hitam keabu-abuan
Aariz Ali adalah seorang pemuda Pakistan berusia 26 tahun, tampan, kaya, dan terdidik. Dia anak tunggal sebuah keluarga terhormat. Ayahnya pengusaha terkenal di Karachi. Aariz rupanya tengah jatuh cinta pada seorang gadis Pakistan yang telah lama tinggal di London, Komal namanya.
Komal memang cantik, pintar, modern dan, sebagaimana Aariz, ia berasal dari keluarga pengusaha yang kaya pula. Sayangnya, Komal berasal dari “sekte” alias mazhab yang berbeda dengan keluarga Aariz, terutama ibunya, menentang keras hubungan mereka. Begitu pula dengan ayah Komal.bahkan sebenarnya Komal telah dijodohkan dengan orang kepercayaan ayahnya, yang bernama Sikander Riza.
Guna membuktikan sikapnya, Sa'dia (ibunya Aariz) memaksa Aariz untuk menikahi anak dari saudaranya, yang bernama Zeest. Dia adalah seorang gadis desa, konservatif, dan menggunakan hijab. performansinya sangat bertolak belakang dengan Komal.
Pernikahan Aariz dan Zeest sangat jauh dari kebahagiaan. Aariz lebih suka menganggap Zeest perusak kebahagiaannya, daripada istrinya. Walaupun telah menikah Aariz tetap berhubungan dengan Komal.
Zeest tidak pernah mengeluh. Bahkan dia tampil sebagai teman baik bagi Aariz.
Pada suatu hari kedua orang tua Aariz dibunuh dan Komal meninggalkannya.Stres berat akhirnya mengantar Aariz ke rumah sakit jiwa. Selama dua tahun ia menjalani rehabilitasi kejiwaan di sana, sebelum akhirnya ia dinyatakan sembuh total. Setelah kesembuhan yang menakjubkan itu, Aariz mulai menyadari bahwa orang yang paling cocok dan didambakannya adalah Zesst, gadis desa yang dipilihkan ibunya untuknya. Ia adalah gadis yang tabah, suci, dan siap memberikan cinta sepenuhnya kepada suaminya. Namun, di manakah Aariz harus mencarinya? Bukankah ia sendiri yang telah mengusirnya dua tahun yang lalu?
Novel ini merupakan terjemahan dari judul aslinya 'Hijab Waali.' Novel yang sedang gresst di Pakistan.
Di awali dengan tokoh Deeba dan Sheeba, dua kakak-beradik yang menjadi aktor dalam membuka tabir kehidupan Aariz Ali.
Dengan stategi yang disusunnya, akhirnya Deeba mampu membuat sang penyair muda terkenal (Aariz) yang anti diwawancarai, menceritakan kisah hidupnya. Kisah hidup yang selama ini dipendam dan hanya diketahui oleh dirinya. Melalui sosok Deeba-lah, Aariz mampu menceritakan semuanya. Kisah hidupnya yang diwarnai kesedihan dan 'tragis'.
Novel ini sangat menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan ringan dan mudah dimengerti. Namun tidak meninggalkan gaya puitis dan sastranya. Setiap tokoh memiliki karakteristik tersendiri. Selain itu novel ini juga mengandung nilai-nilai keagamaan yang cukup kental. Hal ini diwakili oleh tokoh Aariz yang kembali kepada Al-Quran, tokoh Zeest yang senantiasa memegang teguh nilai-nilai Islam, tokoh Paman Maulana yang digambarkan sebagai mediator bagi Aariz, dan tokoh Deeba yang hijrah kepada Islam. Selain itu masih banyak lagi kejutan-kejutan yang akan kita temui.


Sandiwara Langit


Judul Buku : Sandiwara Langit

Tebal : 200 halaman

Penulis: Al Ustadz Abu Umar Basyier

Penerbit : Shofa Media Publika

Subhanallah…kisah nyata yang sangat mengharukan, menyentuh dan inspiratif. Ada beberapa hal-hal yang baru saya ketahui setelah membaca buku ini. Kisah yang seperti inilah yang seharusnya banyak dibaca oleh siapapun.

Suka, duka, bahagia, masalah, solusi semua tertata dalam cerita apik yang amat menyentuh.

Setelah membaca, saya jadi maluuu….masalah yang sering saya hadapi belum ada apa-apanya dibandingkan dengan tokoh utama dalam buku tsb, namun betapa dia bisa melalui semuanya dengan ikhlas semata-mata karena-Nya, yang membuat saya sangat iri…

Buku ini saya dapatkan dari pak Heri, pemilik web Inyonge.Com sebagai ucapan terimakasih dan kenang-kenangan atas partisipasi saya mengirim artikel dalam bahasa Banyumas “NGAPAK” (butuh perjuangan yang besar lo…ternyata susah menulis dalam bahasa Ngapak…). Makasih ya pak Heri…bukunya sangat bermanfaat…saya tunggu buku-buku berikutnya…hehehe.

Mimpi pun Usai

Mimpi pun Usai

Mimpi pun Usai Djakfar, seorang wartawan muda yang sangat aktif dan sangat menghargai waktu, mestinya memilih pendamping hidup dari kalangan perempuan yang mampu menerimanya apa adanya beserta keidealismeannya dalam menjalankan pekerjaan. Sayang, jodohnya ternyata wanita yang gemar bermimpi dan selalu berkhayal menjadi orang yang serba berkecukupan dalam kehidupan. Akibatnya, suaminya dipaksa memenuhi keinginan-keinginannya. Tak peduli termasuk pelanggaran kode etik atau bukan. Karena dalam benak sang istri, kode etik wartawan itu untuk suaminya. Bukan untuknya. Maka, tak salah kalau dia melakukan apa yang diperaninya sekarang. Untung sang suami bisa bertahan, meski harus banyak melalap hatinya. Bukan sekadar makan hati. Terkadang, sambil menulis berita di kantornya, Djakfar sering menggerutu dan berteriak. Setahu teman-temannya itu karena dikejar deadline. Padahal, dia sesungguhnya menyesali mengapa dulu terlalu buru-buru melamar wanita yang baru dikenalnya sekitar lima bulan. Sayang , sekarang semuanya diangapnya telah terlambat. Apalagi, seorang putri telah hadir di tengah mereka.Yang sering menangis tengah malam saat dia pulang ke rumah. Baru akan memelekkan mata, tangisan putrinya membuatnya terbangun. Setengah terpejam, dia menjawil istrinya agar mengelus kepala sang putri.Terkadang jawilan itu justru membuat suasana menjadi lain. Karena sesungguhnya tak ada waktu di siang hari untuk bermesraan. Nah, waktu itulah merupakan kesempatan untuk menikmati rasa memiliki istri.Terkadang pekerjaan belum selesai, sang putri terbangun kembali. Terpaksa pekerjaan suami-istri itu dihentikan terlebih dahulu. Sambil memandang sang istri yang menyusui pewarisnya, Djakfar tersenyum sendiri.Dan, kenangan pun berlabuh pada masa lalu saat pacaran. Ketika perempuan yang dia nikahi itu masih memiliki pandangan sama dengan dirinya dalam melihat kehidupan rumah tangga. Ketika Djakfar mengajaknya menikah, itu terjadi dua tahun lalu, jurnalis ini sudah menjelaskan bahwa ia berbeda dengan rekan-rekannya yang lain yang tampak lebih mewah kehidupannya. Ia ceritakan apa-apa yang tidak dia sukai termasuk rekan-rekannya seprofesi yang memanfaatkan kesempatan dari orang-orang yang gila publikasi ataupun mereka-mereka yang punya jabatan dan kekayaan namun takut kalau belangnya diketahui umum.”Saya tidak bisa menikmati hidup dengan memanfaatkan ketakutan orang-orang. Atau mengambil manfaat dari orang yang ingin dipuji-puji dengan tulisan yang manis-manis dan mampu membubung ke langit,” kata Djakfar. Masih banyak hal yang dijelaskan Djakfar sebelum perempuan itu dia nikahi, dan semuanya diungkapkan agar perempuan itu memahami orang seperti apa yang akan menjadi suaminya kelak. Selain tak mungkin kaya, juga sangat sedikit punya waktu untuk keluarga. Selayaknya para gadis muda yang selalu terlihat lugu dan terkesan sangat memaklumi Djakfar, perempuan itu mengangguk-angguk. Dari caranya mengangguk, Djakfar menarik kesimpulan bahwa perempuan itu mengerti dan paham kehidupan seperti apa yang akan dilakoni jika menjadi istri seorang wartawan. Tapi, setelah berjalan dua tahun dan seorang anak hadir di antara mereka, segalanya berubah termasuk cara perempuan itu berpikir dan memandang kehidupan ini. Tiap sebentar ia selalu mengeluhkan perabotan-perabotan yang kurang lengkap dan tidak seperti milik teman-teman seprofesinya suaminya yang lain.”Soal pekerjaan sama, tetapi perabotannya lebih komplit. Ada tv, kulkas, VCD, handphonenya bagus, sepeda motor, bahkan mobil. Kita apa, makan saja susah,” itu yang kerap menjejali telinga Djakfar.Mula-mula Djakfar mengingatkan istrinya tentang komitmen mereka saat berpacaran, tetapi istrinya selalu mematahkan kalimat-kalimatnya dengan mengatakan, ”Itu dulu, sekarang lain.” Terkadang ketus, seringkali sedikit manja. Istrinya juga membuat perbandingan-perbandingan sehingga Djakfar sangat terpukul, kecewa, dan tak bisa berkata apa pun. Perubahan istrinya yang drastis membuat Djakfar tidak bisa menerimanya dan menjadi sangat terpukul, tetapi tidak membuat wartawan itu kehilangan akal sehat. Di luar rumah, dalam menjalankan pekerjaannya, tetap saja sebagai wartawan yang baik dan jujur. Kejujurannya itu sudah diketahui teman-teman seprofesinya, dan mereka menyebutnya sebagai wartawan yang idealis dan tak kenal kompromi. Alias bodoh. Meskipun ia sering mendengar julukan itu ditujukan kepadanya, tidak membuatnya tersinggung karena ia berpikiran sebaliknya, rekan-rekannyalah yang keliru.Kekeliruan mereka adalah kekeliruan seorang manusia yang tidak bisa mengendalikan pikiran-pikiran dan mimpi-mimpinya, sehingga semua yang mereka lakukan dikerjakan tanpa memedulikan hati nurani. Sikap seperti itu membuat Djakfar tetap bertahan meskipun rekan-rekan seprofesinya mengucilkannya, memperlakukannya seperti orang yang memiliki banyak kesalahan dalam hidup dan seolah-olah kesalahan-kesalahan itu tidak bisa lagi dimaafkan.Sungguh, kalau bukan Djakfar, pastilah perlakuan-perlakuan seperti itu sudah lama menimbulkan persoalan besar. Djakfar sadar betul soal itu meskipun tidak pernah mempersoalkannya, dan tetap berlaku seperti biasanya karena ia yakin tidak ada kesalahan dari apa yang pernah dilakukannya selama ia masih berada dalam jalur yang sudah digariskan profesinya. Satu-satunya kesalahan yang disadari betul adalah membiarkan rekan-rekannya menganggapnya selalu melakukan kekeliruan dalam hidup. Bukan berarti ia tidak pernah berusaha meyakinkan mereka bahwa anggapan mereka itulah yang keliru, tetapi setiap ia berupaya menjelaskan hal itu mereka langsung menunjukkan sikap tidak senang. Tidak jarang mereka langsung marah-marah, mengajak Djakfar berkelahi seperti anak kecil yang cepat naik darah karena mainannya direbut. Kalau sudah begitu, Djakfar biasanya memilih diam, membiarkan seribu caci-maki ditujukan kepadanya. Karena sudah terbiasa, ia tidak akan gampang tersinggung, malah tersenyum lebar sambil mengerjakan pekerjaannya yang tak habis-habisnya. Mengetik di keyboard komputer. Kalau saja menggunakan mesin tik, pastilah tuts huruf akan ditekannya keras-keras. Karena komputer, ia takut rusak. Kalau rusak, biasanya dibebankan kepada pengguna komputer. Dipotong gaji. Karenanya, dia tetap pelan-pelan menekan huruf dan angka di keyboard komputernya. Pelariannya, cuma sekadar main game sambil maling-maling waktu. Karena main game pun kalau ketahun akan dipersoalkan saat rapat bulanan. Apalagi, kalau saat tiba deadline ternyata masih ada berita yang masih diketik. Kambing hitamnya pastilah karena ada yang sering main game saat jam kerja.Djakfar tidak pernah berubah. Ia tegar dan kuat mempertahankan prinsip-prinsipnya. Ia tidak memosisikan diri untuk selalu mendukung kerja pemerintah dan menginformasikannya kepada masyarakat. Ia lebih mendengarkan dan memedulikan kepentingan rakyat banyak karena itu memang tuntutan profesinya. Ia lebih banyak melakukan kontrol sosial terhadap segala bentuk penyimpangan.Kebutuhan anak dan istri terpenuhi, itu lebih dari cukup. Djakfar sadar ia cuma seorang wartawan yang terkadang bisa memperjuangkan orang lain tetapi tidak bias memperjuangkan diri sendiri. Terbukti, banyak rekan-rekannya yang begitu gagah memberitakan kekerasan ataupun penindasan bawahan oleh atasanya, tak mampu membela diri ketika di kantor mendapat perlakuan yang sama dari atasan. Gaji kecil dan kebutuhan keluarga banyak. Istrinya, karena ia istri seorang wartawan, selalu ingin kelihatan seperti istri seorang pemilik koran.Ia sudah memakluminya. Istrinya selalu membandingkan isi rumah mereka dengan isi rumah rekan-rekan yang biasanya dikunjungi saat arisan bulanan. Memang, kalau soal jam terbang, Djakfar tidak berbeda dengan rekan-rekannya. Tapi, soal kemewahan, jelas sangat menonjol perbedaannya.


Aku dan Langit

Aku dan Langit

memandang langit biru nan indah. Teriknya matahari di siang hari menambah malas diri ku untuk keluar rumah walau hanya sebentar. Kulihat buku-buku kuliah yang tersusun rapi dihiasi oleh debu yang semakin menebal diatas buku pertama. Yah, aku sudah hampir dua bulan tidak masuk kuiah. Alasan ku hanya sepele, yaitu karena jurusannya tidak aku inginkan, jurusan HI (hubungan Internasional). Aku tidak menyukainya. Walaupun dari pertama kali pendaftaran ulang aku sudah mengiyakan untuk mengambil jurusan tersebut. Tai, kenyataannya aku tak sekuat batu karang di laut. Hanya seminggu awal kuliah aku sudah tidak tahan dengan diskusi-diskusi panjang mengenai HAM, demokrasi, dan teman-temannya lah yang membuat aku benar-benar tidak tahan. Aku memang tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara dan lebih menyukai bekerja secara konkret dibandinngkan harus duduk lama-lama tanpa ada iplementasi yang nyata.
Maka dari itu, setelah Ujian Tengah Semester (UTS) berlalu aku berniat untuk segera berhenti dan mengambil pendidikan informal. Namun, tanpa diharapkan dan terbnayangkan, teman-teman kelas ku bertamu kerumah ku. Mereka berharap agar aku tetap meneruskan kuliah, paling tidak hingga semester dua berakhir kemudian bisa mengambil jurusan yang aku inginkan. Awalnya aku menindahkan simpati yang diberikan oleh mereka. Namun, lambat laun gunung prinsip luluh secara perlahan-lahan. Gunung prinsip tersebut runtuh setelah melihat ayah ku yang semakin lama semakin bertambah usianya, dan aku adalah anak satu-satunya yang menjadi harapan kedua orang tua. Walupun kehidupan ku sendiri, sudah termasuk serba ada.namun, aku harus mengambil pengalaman ini menjadi sesuatu yang tidak akan pernah aku lakukan lagi dimasa yang akan datang. yah, dengan kerja keras dan semangat ku, aku yang dulunya seorang anak laki-laki tidak ada harapan dan tidak bertanggung jawab dalam menentukan pilihan. Kini menjadi tokoh politis terkemuka dan menjadi ayah yang bijak untuk kedua anaknya. Disamping itu, predikat politis terbijak di Indonesia telah diberikan masyarakat kepada ku. NB:Awali semua kegagalan sebagi pelajaran yang terbaik, bukan berputus asa yang menjadi jalan terbaik.


Kata 'Maaf' Yang Tak Tersampaikan

Kata 'Maaf' Yang Tak Tersampaikan

Aku dibuat pusing oleh sahabatku yang sekarang sedang berbicara tak jelas padaku. Padahal hari ini aku tak begitu Mod. “Ayolah Tania! Kita membuat sebuah permintaan yang didulis dikertas dan kita masukan kedalam sebuah kapsul kotak! Kumohon, aku ingin hanya kita berdua saja yang melakukanya. Bukankah, kamu juga mempunyai sebuah keinginan?”, Ucap Cilya sahabatku.“Cerewet banget, ah!!”, Teriakku kesal. “Sudah kubilang kan, aku gak mau melakukan yang seperti anak kecil itu, Cilya!! Dasar, Bodoh!!”, Teriakku dengan amarah yang begitu besar.Wajah Cilya yang tadi ceria, berubah drastis dengan wajah penuh tanya. Dia menatapku penuh dengan rasa khawatir dan wajah sedihnya pun mulai muncul.Aku hanya pergi meninggalkan CiLya sahabat baikku itu yang kini menjadi begitu menyebalkan. Aku kesal padanya. Memang aku mempunyai sebuah keinginan, tapi tidak usah sampai melakuakn itu, kan?! Menyebalkan!Seminggu pun berlalu, aku masih saling diam dan tak saling bicara dengan Cilya. Dalam hatiku mulai muncul rasa bersalah dan juga rasa sesal. Mengapa aku bertengkar dengan Cilya hanya karena masalah sepele?Dalam Bis sepulang sekolah, aku melihat Cilya dengan raut wajah yang sedih, sama dengan apa yang aku rasakan saat ini. Ingin kukatakan kata ‘maaf’_ku sekarang juga, tapi tidak jadi. Rasa bersalahku terlalu besar dan rasa sakit hati Cilya pun tidak bisa kututupi dengan kata maaf dariku sekalipun.Wajah Cilya yang polos dan penuh dengan senyuman itu kini berubah hanya karena kegoisanku. Lama berfikir, aku sudah bertekad mulai besok aku akan meminta maaf pada Cilya dan aku tidak peduli kata ‘maaf’_ku akan diterima atau tidak olehnya.Tapi, semuanya terlambat. Aku dikejutkan dengan bendera kuning yang dipajang didepan rumah Cilya. Apa yang terjadi? Aku melangkah pelan menuju rumahnya dengan hati tidak karuan. Aku kira orang tunya meninggal dunia, tapi justru Cilyalah yang sudah tiada. Tadi malam dia tertabrak mobil saat menyebrang jalan sepulang dari taman. Kata orang tuanya, dia pergi kesana untuk menulis sesuatu. Dengan sekejap, aku teringat dengan apa yang dikatakan Cilya tempo hari, dia ingin ‘mengubur sebuah permintaan didalam kapsul kotak’. Aku pun berlari menuju taman dengan air mata membasahi pipiku. Lalu, akupun melihat bekas galihan didekat pohon. Aku lekas menggali dan terus menggali, aku yakin Cilya pasti mengubur permintaanya disini. Kapsul kotak berwarna putih kusam kuambil dengan rasa gugup. Aku mulai membuka selembar kertas, kubaca, dan air mataku pun mulai mengalir kembali. Ternyata Cilya menulis, ‘Jika ada satu permintaan yang dapat dikabulakn, aku hanya meminta agar keinginan Tania terkabul’. Cuaca dipagi hari yang cerah kini berubah menjadi mendung, hujan pun turun dan rasa sesalku terus mengalir. Aku berdiri tegap dengan tangan terus menggenggam kertas itu, dan terus menatap upacara pemakaman Cilya yang kenapa dia pergi lebih dulu sebelum aku mengucapkan kata ‘maaf’ padanya, dan kenapa wajah terakhir Cilya yang aku lihat adalah wajah yang sedih. Mungkin kenangan pahit dan rasa sesalku ini akan terus aku ingat seumur hidupku. Namun, kenangan indah saat bersama Cilya akan selalu menjadi memory yang terindah dalam hidupku, selamanya.Tuhan, Jika ada satu pemintaan yang dapat dikabulkan, aku hanya meminta semoga dia diterima disisimu dan sampaikanlah sejuta kata maafku untuknya.

Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci

Donwload Ebook Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis
tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.
Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu
memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri
mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak
terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat
gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan
berkata, “Kita pulang saja?”.

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, “Bisa minta
garam buat kopi saya?” Semua orang yang mendengar memandang dengan
ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia
memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, “Kenapa kamu bisa punya kebiasaan
seperti ini?” Si pria menjawab, “Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah
pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan
rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan
setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat
kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen
orang tua saya yang masih tinggal di sana.”

Tips Mengatasi Mual Muntah Saat Hamil Muda (Morning Sickness)


Apa itu Morning sickness? Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa 3 bulan awal kehamilan (trimester pertama kehamilan).

Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum).

Ingat setiap wanita hamil spesial dengan karakteristik masing-masing, begitu juga anda!

Beberapa tips untuk membantu anda mengatasi “morning sickness” atau mual-muntah selama awal kehamilan:

1. Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.

2. Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll

3. Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.

4. Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.

5. Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.

6. Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.

7. Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya.

8. Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.

9.Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-)

Percayalah Morning sickness atau mual muntah pada kehamilan awal ini akan segera berlalu tanpa anda sadari dan ini akan menjadi salah satu pengalaman menarik selama kehamilan anda—bayangkan saja tentang si kecil yang akan segera hadir membawa sejuta kebahagian.




Sang Pemimpi



Pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. Dalam novel ini Andrea mengeksplorasi hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Ikal dan Arai.

Dalam Sang Pemimpi, Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si kuda. Ikal- alter egonya Andrea Hirata. Arai-saudara jauh yang yatim piatu dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron-seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiganya mati dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di sma Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.

Donwload Ebook Sang Pemimpin

Bidadari untuk Ikhwan


Sebuah novel yang menceritakan perjalanan hidup seorang ikhwan bernama Khalid. Seorang mahasiswa Fakultas Hukum tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Dengan kesibukannya ia tetap aktif dengan kegiatan dakwahnya yang penuh damai, santun, lembut tapi juga berani. Ia berdakwah kepada para preman sampai Bosnya juga ikut ngaji. Bahkan mereka menjadi saudara. Pengalaman dengan dosen pembimbing yang dianggap killer oleh teman-temannya, tapi ia tetap berjuang sampai akhirnya ia dipercaya dan berhasil. Perjuangan dan keteguhannya.

Diselingi dengan bahasa kocak para teman-temannya dengan bahasa khas anak-anak tarbiyah (aktivis dakwah kampus). Walaupun masih ada beberapa bahasa yang bertutur panjang, sedikit menjenuhkan tapi disisi itu ada yang diimbangi dengan humor-humor kecil yang membuat novel ini kembali hidup. Novel ini penuh dengan nilai/nasehat mulia tentang indahnya Islam, Islam sebagai rahmatan lil’alamin. Kita bisa merasakan indahnya persaudaraan sesama muslim, ukhuwah islamiyah. Ada sebuah perenungan dan pemaknaan hidup. Dan yang tak kalah menarik dan romantis yaitu kisah ia menemukan bidadari dan cintanya.

Jika dihadapkan dengan kondisi realita sekarang, Novel ini mungkin terlalu perfeksionis menceritakan karakter utamanya. Saya membaca novel ini ada pengaruh atau terinspirasi dari sebuah novel fenomenal. Tapi yang lebih tau ya penulisnya sendiri. Tapi untuk sebuah mimpi, visi dan cita-cita hal ini tidak menutup kemungkinan akan terwujud menjadi nyata. Sebuah peristiwa yang langka, namun Saya turut mengapresiasi karya ini, ada beberapa hikmah yang dapat saya teladani: keteguhan, keberanian dalam berdakwah dsb. Semoga penulisnya terus berkembang melahirkan karya-karya yang mengangkat sastra Islami.

Download Novel Bidadari untuk Ikhwan

Dari Tidak Bisa Menjadi Bisa


Judul: Dari Tidak Bisa Menjadi Bisa
Bahasa: Indonesia
Penulis: Rahmat,ST
Jumlah halaman: 32
Format ebook: PDF
Harga: Rp. 0,-

Ada suatu prinsip tentang pikiran yaitu "bila anda berfikir anda bisa, maka anda bisa... tetapi bila anda berfikir anda tidak bisa, maka anda tidak bisa".

Inilah keajaiban berfikir. Jika anda mengubah cara berfikir anda, kehidupan anda pun ikut berubah. Jika fikiran anda berubah ke arah positif, selain anda dapat merangkul sepenuhnya kekuatan pemikiran anda, maka kekuatan itu akan mengubah cara anda menjalani kehidupan.

Download Ebook Dari Tidak Bisa Menjadi Bisa

Berfikir Benar Berfikir Positif


Pikiran positif adalah pikiran yang dapat membangun dan memperkuat kepribadian atau karakter. Ini juga berarti bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang, lebih berani menghadapi tantangan, dan melakukan hal hal yang hebat. Pikiran positif tak akan membuat kita berhenti karena keterbatasan atau kelemahan kita, namun pikiran positif justru akan membuat kita mencari kekuatan kita hari demi hari.

Jadi, kita tak perlu ragu-ragu akan kemampuan kita. Kita harus percaya pada kemampuan kita. Harga diri yang kita miliki seharusnya bisa membuat kita kuat dan terus bersikap positif. Kita juga seharusnya tak pantas untuk menjadikan ‘membuat alasan’ sebagai kebiasaan kita. Sikap seperti ini tak akan bisa membuat kita menjadi pemenang dalam kehidupan ini. Sikap seperti inilah yang akan membunuh ambisi, melemahkan kemauan, dan membahayakan diri kita sendiri.

Download Ebook Berfikir Benar Berfikir Positif


50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu


Waktu adalah uang..begitu orang – orang sering menyebutnya..waktu memang tidak bisa terulang..karena itulah waktu sangat berharga..sedikit saja kita salah memanfaatkan waktu..maka tidak ada kata lagi bagi kita untuk mengulangi waktu..karena menyia-nyiakan waktu sama halnya menyia-nyiakan hidup.

Namun tahukah kita bahwa secara tidak sadar kita amat sangat sering menyia-nyiakan waktu. Saya..dan mungkin anda juga pernah dan bahkan sering menyia – nyiakan waktu yang kita miliki. Padahal..sebenarnya waktu sangatlah penting dalam kehidupan kita. Tahukah anda bahwa menyia – nyiakan waktu bisa mengurangi produktifitas kita dalam segala hal..baik pendapatan maupun peluang apapun..bisa terbuang percuma jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik.

Namun bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan waktu dengan baik? sulitkah itu? Jawabannya tidak !!
Melalui ebook yang berjudul 50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu ini anda akan dibimbing bagaimana agar bisa mengefektifkan waktu untuk meningkatkan produktifitas. Ebook gratis ini berisi 50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu. Anda akan diberikan Strategi khusus agar bisa mengefektifkan waktu untuk meningkatkan produktifitas anda. Ebook gratis ini adalah ebook yang sangat menarik..bagi anda dan saya..yang secara tidak sadar sering mengabaikan arti pentingnya waktu..

Download Ebook 50 Cara Cerdas Menggunakan Waktu


Artikel

More »

Artikel

More »

Artikel

More »

Artikel

More »