Senja di Pulau Cinta


Pukul setengah sebelas bel berbunyi. Seperti biasa Siswa SMU 1 Berasayu Indah Kota Biroe keluar kelas, seperti penumpang kereta api yang tiba di terminal. Sebagian besar menuju ke kantin dan sebagian lainnya ada yang ke kantor guru dan ke perpustakaan. Hanya sedikit diantara mereka yang masih mengingat Tuhan di kala dhuha, di sela-sela jam istirahat. Hanya tampak Empat orang di sana, di mushala sekolah. Tiga diantaranya siswi yang sedang khushuk melaksanakan shalat sunnah Dhuha di bagian belakang Mushala. Tunduk pasrah ke hadirat Ilahi memohon ampunan dan syukur akan nikmat tiada terkata. Sementara seorang lagi laki-laki berperawakan kecil namun berisi, bersiap-siap bertakbir. Allahu akbar. Eljir dengan khusuknya bermunajat. Baginya, waktu inilah yang paling utama tuk mengingat Rabbnya. Momen istirahat tidak pernah ia lewatkan untuk diisi dengan shalat sunnah Dhuha. Kalaupun lewat, pasti ada alasan kuat mengapa dia tidak sempat. Selesai shalat empat rakaat, Ia pun beranjak keluar dengan wajah sedikit bingung. Raut mukanya yang biasa ekspresif kini hilang. Ada masalah serius yang di pendamnya. “Oh kebetulan sekali.” katanya dalam hati. “Ham..Ham.” Eljir memanggil seseorang masih dari dalam mushala. Orang tersebut sedikit terkejut, ada suara yang memanggil namanya dari dalam mushala sekolah tanpa kelihatan wajahnya. Sebuah suara yang tidak asing baginya.
“Ada apa Jir?” Sahut Ilham teman sekelasnya. Ia baru saja dari ruang kantor menjumpai guru Matematika Pak Bur yang hari ini tidak bisa masuk kelas selepas jam istirahat nanti karena menghadiri rapat penting di Kantor Walikota. Sebagai gantinya, Pak Bur memberi tugas dan harus dikumpul hari ini juga. Ilham sebagai ketua kelas memang memiliki tugas rutin. Jika guru tidak masuk, pasti dia memiliki tugas ekstra. Bertanggung jawab mengawasi kelas. “Tumben kok misterius gitu?

Download Senja di Pulau Cinta

silahkan meninggalkan komentar yang membangun.
terima kasih atas kunjungannya
EmoticonEmoticon