Pedoman Penyelidikan Perpustakaan (LIBRARY RESEARCH)

Perlengkapan seorang penyelidik dalam setiap lapangan ilmu pengetahuan tidak akan sempurna apabila tidak dilingkungi oleh fasilitas-fasilitas kepustakaan kejuruan. Perpustakaan, sekali lagi ditekankan di sini, merupakan jantung setiap universitas. Sebagai pemakai kita harus mengenal dua hal (1) peraturan dan organisasi perpustakaan, (2) daftar katalog dan sistem klasifikasi.
  1. Peraturan Organisasi
Pada umumnya ruang perpustakaan yang terbuka bagi pengun-jung ada tiga jenis: ruang referens, ruang buku dan ruang majalah. Ruang referens biasanya berisi bahan-bahan penerangan yang bersifat luas dan umum. Buku-buku penting yang terdapat di sini adalah misalnya berbagai ensiklopedi, kamus, atlas, indeks, almanak, buku-buku petunJLik, dan sebagainya. Sebuah buku referens harus cukup mengikuti perkembangan waktu. Pada umumnya, kita harus berusaha niemperoleh penerbitan yang terakhir, karena penerbitan yang terakhir biasanya merupakan perubahan dan menyempurnakan penerbitan yang mendahuluinya. Namun demikian, tidaklah selalu demikian; beberapa buku standar yang telah tua, tak dapat diganti dan disempurnakan dengan yang baru, misalnya karena penyusunnya telah meninggal. Begitu juga apabila kita mencari beberapa arti kata-kata kuno dalam kamus, kemungkinan menemuinya lebih banyak pada kamus penerbitan beberapa tahun yang lalu daripada kamus yang sama tetapi dimodernisir (yakni dibuang kata-kata yang tidak lazim lagi dipakai, diubah definisinya, ditambah dengan kata-kata baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman). Juga sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan tertentu (misalnya tentang per­kembangan ilmu ruang angkasa), kita tahu bahwa lebih bijaksana mencari keterangan pada buku-buku yang terbit di sekitar 1965 dari negara-negara Rusia dan Amerika daripada mencari dalam ensiklopedi yang terbit pada tahun 1900, walaupun ensiklopedi itu cukup terkenal di dunia seperti Encylopaedia BritaTmica. Sebaliknya, beberapa keterangan mengenai kesusasteraan dan soal-soal humanitas akan diuraikan lebih panjang lebar dalam ensiklopedi tersebut ter-bitan tahun 1911, cetakan kesebelas, daripada yang terbit pada tahun terakhir sekarang.
Di samping referensi yang bersifat umum ada juga referensi yang bersifat khusus, misalnya kamus psykologi, kamus ilmu politik, kamus zoologi, kamus elektronika dan sebagainya, yakni buku-buku petunjuk khusus untuk lapangan tertentu. Juga buku-buku pegangan yang beraneka warna dapat dihitung sebagai referens khusus.
Ruang selanjutnya yang penting diketahui ialah ruang buku. Ruang ini memuat segala jenis buku yang dapat segera dipinjamkan pada pembaca; ruang buku yang tertutup biasanya diperuntukkan bagi buku-buku yang sangat penting untuk universitas, buku-buku yang sukar diperoleh atau buku-buku yang belum terdaftar. Ruang buku yang terbuka, disusun menurut satu sistem tertentu. Untuk memberikan pelajaran yang cepat dan tepat pada pemakai, perpustaka-an diperlengkapi dengan sistem klasifikasi yang sepatutnya saudara ketahui. Perpustakaan yang lengkap menyediakan pula ruang majalah-majalah profesionil. Ruang majalah biasanya menjadi ruang bacaan umum. Di dalamnya terdapat majalah dan surat kabar. Bila saudara membutuhkan nomor-nomor majalah dan surat kabar yang terbit tahun sebelumnya, kemungkinan dapat saudara peroleh di sini. Untuk menyelidiki jenis karangan atau bahan yang diperlukan, kita pun di sini memerlukan buku indeks yang khusus.
2.      Daftar katalog dan sistem klasifikasi.
Dua cara yang lazim dipakai untuk mengklasifikasi buku adalaii sistem Dewey Decimal dan Library of Congress (Amerika Serikat).
Perpustakaan di Indonesia kebanyakan mempergunakan sistem Dewey, karena sederhana dan praktis, walaupun untuk perpustakaan yang betul-betul besar ternyata sistem Congress lebih tepat. Di negara-negara Eropa banyak dipakai penyempurnaan sistem Dewey, baik di negara liberal maupun di negara sosialis-komunis. Berlainan dengan sistem Dewey yang dikenal di Amerika Serikat, penyempurnaan sistem Dewey bersifat lebih terperinci dan karenanya lebih teliti walaupun berarti lebih berat pula pelaksanaan klasifikasi. Menurut dasar sistem Dewey semua cabang ilmu pengetahuan dibagi dalam sembiian golongan,  ditambah  dengan  golongan  kesepuluh untuk hasil-hasil yang bersifat umum. yang meneakup beberapa golongan. Kemudian setiap golongan dibagi lagi atas sepuluh bahagian, dan bahagian ini dipecah pula dalam bahagian yang lebih kecil. sehingga sebagai hasil kita melihat tiga angka yang membedakan golongan tertentu dari golongan yang lain. Di belakang angka itu, sudah diberi tanda desimal terdapat lagi angka-angka lain yang mempunyai arti tersendiri pula angka dasar tersebut adalah :
000   =   Umum                              (General works)
100   =   Filsafat                             (Philosophy)
200   =   Agama                             (Religion)
300   =   Pengetahuan sosial            (Social sciences)
400   =   Filologi                             (Philology)
500   =   Pengetahuan alam (Natural sciences)
600   =   Seni praktis                      (Useful Arts)
700   =   Seni murni                        (Fine Arts)
800   =   Kesusasteraan                  (Literature)
Dengan demikian, seorang yang mencari buku-buku dalam soal agama dapat menemuinya pada lemari yang bernomor klasifikasi 200, untuk kesusasteraan pada no. 800. Apabila diperinci maka terdapatlah penggolongan serupa ini (misalnya untuk kesusasteraan):
820         Berarti kesusasteraan Inggeris, karena
800     =     Kesusasteraan
20        =     Inggeris
860    Berarti kesusasteraan Spanyol, karena
       800     =     Kesusasteraan
       60        =     Spanyol
Jadi kesusasteraan Inggeris pasti selalu bernomor 820 ke atas (sampai dengan 829). Antara 820 dengan 829 terdapat lagi penambahan yang lebih kecil, seperti:
       821    Berarti kesusasteraan Inggeris jenis puisi
                   800     =     Kesusasteraan
                   20        =     Inggeris
                   1          =     Puisi
                        827  Berarti kesusasteraan Inggeris jenis satir
                                    800     =     Kesusasteraan
                                    20        =     Inggeris
                                    7          =     Satir
Sistem Library of Congress membagi ilmu pengetahuan atas dua-puluh golongan utama dan diberi bersimbol abjad dan angka. Sistem ini   tidak dipakai di Indonesia. Biasanya angka-angka dan huruf-huruf kode ditulis pada kartu katalog. Kartu-kartu ini berisi keterangan mengenai segala buku dan jilid-jilid majalah yang ada dalam per-pustakaan, menurut penulis karangan (kartu penults), menurut nama karangan (kartu judul), dan menurut isi karangan (kartu pokok). Jenis kartu yang terakhir inilah yang lebih sering berguna bagi saudara.

silahkan meninggalkan komentar yang membangun.
terima kasih atas kunjungannya
EmoticonEmoticon