Menyambut Bulan Ramadhan 1433 H

ilustrasi Bulan Ramadhan
Hari demi hari sudah kita lalui. Tentu dalam mengisi waktu hari berganti banyak hal yang kita lakukan. Apalagi yang sudah memiliki profesi tetap seperti guru, dosen, karyawan dan lain sebagainya. Selain itu juga bagi seorang mahasiswa sudah barang tentu menggeluti menimba ilmu dikampus tercintanya. Bahkan apabila ikut berkecimpung dalam unit kegiatan mahasiswa tiada hari tanpa aktivitas sosial. Belum lagi aktivitas pejabat Negara yang tiada hari tanpa letih bekerja siang malam yang tak henti dikerudung oleh masalah, namun mereka tetap berusaha mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
Berbagai persoalan yang diterpa negeri ini, tanpa habis-habisnya. Seolah tanpa tepi. Beberapa info berita menginformasikan bahwa terjadinya korupsi Alquran. Apakah dengan pekerjaan yang sudah ada belum mencukupi kehidupan sehari-hari?. Begitulah manusia selalu ingin memuaskan nafsunya tanpa peduli itu halal maupun haram.
Demikianlah lika-liku setiap orang dalam mengisi harinya dengan aktivitas yang ia kerjakan. Sebagai seorang Muslim bekerja adalah sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan jasmani, selain itu juga bekerja tidak sekedar itu saja, akan tetapi bekerja dapat dijadikan sarana ibadah apabila dibarengi dengan ikhlas. Bekerja yang telah diharamkan hendak lah kita dijauhi. Mudah-mudah kita berdoa terhindar dari hal-hal yang diharamkan oleh syariat agama.

Tak terasa dibulan juli ini, tentu menjadi momen terindah seorang muslim sebab akan didatangi bulan yang agung. Yang didalamnya terdapat faedah spektakuler yang diberikan Allah kepada hamba-hamba yang ikhlas dalam beribadah. Selain itu juga semua amal ibadah dibulan ini pahalanya akan dilipat gandakan. Ia adalah bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan merupakan tamu yang murah hati. Sebab ia akan memuliakan kita, apabila kita memuliakannya. Sehingga kedatangannya dapat memberikan faedah dan manfaat kebaikan. Bulan Ramadhan adalah tamu tapi ia yang menjamu. Jangalah kita mengotorinya dengan amal-amal buruk bahkan denga sesuatu yang sudah diharamkan oleh agama.
Karena penuh faedah, maka sekiranya kita menyambut bulan Ramadhan yaitu dengan gembira dan bahagia. Rasulullah SAW bersabda:
“telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Allah swt mewajibkan atas kalian berpuasa di bulan itu. Di bulan tersebut pintu-pintu surge dibuka, pintu-pintu nereka ditutup. Setan-setan dibelenggu dan di dalamnya terdapat lailatul qadr yang lebih bai dari seribu bulan. Barangsaiap diharamkan kebaikannya maka ia benar-benar telah diharamkan”
Nah demikianlah kata-kata penuh makna di atas terdapat keberkahan di dalamnya. Sayang sekali apabila kita tidak menyambut dan memanfaatkan dengan beribadah di bulan tersebut. Yang terpenting persiapan yang tulus dalam menghadapi bulan Ramadhan, dengan menunjukkan hati yang hidup. Hati yang hidup maksudnya adalah ketika sudah sudah memasuki Bulan Ramadhan kita meningkatkan amalan ibadah Ramadhan. Misalnya menghatamkan bacaan Alquran, menyantuni fakir miskin, memberi makan untuk berbuka puasa, dan lain sebagainya.
Kita selalu berpuasa Ramadhan pada setiap tahunnya, namun kebanyakan kita hanyalah sekedar menghilangkan tanggungan dan gugur kewajiban. Maka hendaklah kita berusaha mampu merealisasikan makna puasa yang sebenarnya, yaitu puasa dengan penuh keimanan dan karena mencari pahal agar Allah mangampuni dosa-dosa kita terdahulu.
Sekiranya ada teman, kerabat, keluarga kita yang sudah mendahului kita menghadap Allah swt, tentu kita mesti harus bersyukur bisa dipertemukan Ramadahan 1433 H / 2012. Hanya kepada Allah kita berserah, masa ajal hanya Allah yang tahu. Oleh karena itu, momentum ini dapat kita selalu memperbaiki diri untuk menjadi muslim yang taat yang bermanfaat buat keluarga, masyarakat, bahkan Negara.

Terakhir, uraian singkat ini bukan semata-mata untuk menggurui, namun uraian ini sedikit sekedar motivasi buat penulis sendiri. Mudah-mudah bagi para pembaca sekalian juga dapat ikut mengambil faedah dari tulisan ini. wallahu a’lam

silahkan meninggalkan komentar yang membangun.
terima kasih atas kunjungannya
EmoticonEmoticon