Perspektif Sebuah Bangsa



Tantangan hari ini yang perluh dirubah perubahan paradigm berpikir sebagai anak bangsa, terutama berbicara karakter, menemukan jati diri, cinta tanah air lebih condong pada etnonasionalisme, bukan lebih berpikir pada nasionalisme. Konsep sebuah bangsa menjadi sia-sia belaka karena beberapa faktor diatas sebelum di tonjolkan bersama. Karena kondisi hari ini adalah generasi penerus lebih tergiur pada arus global maka sifat hedon lebih menonjol. Namun untuk kedepan-nya harus seperti apa jalan keluarnya untuk berada dan mempertahankan sikap yang prinsip untuk menghargai sebuah bangsa yang besar. Generasi instan lebih memilih pada kesenagan sehingga kehancuran moral, etika sebagai landasan berpikir juga tidak semua orang berpikr hal tersebut.

Melihat kembali seperti pada masa Orde Baru, dalam penekanan untuk mengakuai sebagai sebaua bangsa dengan cara paksaan (otoriter), karena pada saat itu mengakui sebagai sebuah bangsa yang besar harus mengakui saya adalah orang indonsia, memaksakan untuk menghafal pancasila, menghafal lagu kebangsaan, momentum hari bersejarah, P4 dan lainnya. Tetapi permasalahannya adalah Orde Baru bekerja melaluai tiga kekuatan besara yaitu kekuatan ABRI atau TNI, Golkar, dan barisan birokrat yang juga perpanjangan tangan dari Golkat sebagai intitusi politik. Sifat dan karakter untuk memajukan bangsa daengan cara memaksa sehingga tantangan hari ini adalah rakyat lebih bebas sehingga banyak yang lebih bersengan-senang dan dampaknya dari penekanan selama beberapa puluh tahun ibaratkan refresing.

Penapsiran sebagai sebuah bangsa yang besar untuk hari ini adalah bangsa yang terdiri dari bangsa-bangsa yang mewarnai ragam bahasa, kebudayaan, etnis, letak geografis, kepercayaan atau keyakinan. Permasalahan ini menjadi tangung jawab yang membutukan waktu untuk mempersatukannya. Jelas-jelas hari Negara Indonesia kita mengakui dengan Negara Multikultur, maka apakah ini akan menjadi jawaban yang tepat. Sehingga hal itu akan menjadi jawaban untuk menemukan tantangan kita bersama untuk menemukan jawaban, menunjolkan rasa nasionalisme yang lebih tinggi sehingga tantangan tersebut akan terjawab.

Lalau apa yang terjadi dimasa sekarang?, generasi penerus hari ini terprakmentasi dalam perkembangan global tetapi dalam menjawab problem hari ini adalah membangun hubungan emosiaonal sesame anak bangsa. Permasalahannya hari ini keterpecaan untuk mengaku sebagai ananak bangsa terstruktur dan terpengaru dengan sistem politik Indonesia, sistem pemerintahan, seperti pemekaran daerah, ada Otonomi Daerah, Otonomi Khusus, Daerah Istimewa, Daerak Khusus. Generasi saat ini lebih mengara pada mempertahankan paradikama berpikir yang bergeser dan lebih mononjol untuk memikirkan Kabupaten-nya atau Daerah-nya, atau lebih memperhatikan pada Suku atau keluarga-nya. Namun, penempatan etika, berbicara moral sebagai sebua bangsa hari ini susah sekali untuk menemukan jawaan nya, yang perluh ditonjolkan nilai kemanusiaan sebagai rasa nasionalisme yang tinggi “terdapat prinsip persatuan keaneka ragaman dalam semua hal, untuk menemukan jawaban-nya dalam menghadapi tantangan tersebut”.

silahkan meninggalkan komentar yang membangun.
terima kasih atas kunjungannya
EmoticonEmoticon