Theme Song Pon Riau 2012 “Bangkit Budak Melayu”


Theme Song Pon Riau 2012Lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ yang dikemas apik itu turut menyemarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18 di Riau pada September tahun 2012. Lagu yang dinilai sepadan dengan empat kesuksesan yang diusung Gubernur Riau, HM Rusli Zainal MP, setidaknya mampu mensosialisasikan gaung PON Riau dikalangan kawula muda seantero negeri.
Mesti bernuansa Melayu, namun lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ ini justru banyak dinikmati kalangan muda-mudi di dunia maya. Buktinya, berbagai kutipan dan saran membangun dapat terlihat di berbagai jejaring sosial, selama dua hari ini.
Ini bukan saja terjadi di Provinsi Riau, namun lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ ternyata sedari dulu sudah didengar penikmat seni di Jakarta dan Bogor melalui radio-radio. Kalangan muda-mudi justru mengakui bahwa musik yang dibikin Theja Fathasena sekaligus vokal, ini disebut sebagai musik melayu modern.
Apalagi hentakkan perkusi dan tekanan angin akordion menambah keunikan bagi telinga kawula muda di Jakarta dan Bogor. Pasalnya, eksplorasi musik modern dan tradisional dikemas Theja dan rekan-rekannya, tetap mengedepankan musik modern, namun memprioritaskan semangat musik bernuansa melayu.
Beredarnya, lagu Bangkit Budak Melayu’ternyata memberikan angin segar bagi kawula muda di Jakarta dan Bogor, bahwa mereka baru mengetahui adanya hajatan besar untuk PON ke-18 berada di Provinsi Riau, September 2012.
“Wah, setelah mendengar lagu Bangkit Budak Melayu, gue baru tahu nih bahwa PON ke-18 ada di Riau. Lagu ini pas banget untuk menjadi thema Song-nya. Ada semangat!” aku Viola pada akun twitternya.
Secara tidak langsung, pengaruh lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ atas sosialisasi PON ke-18 Riau ini diakui Datuk Dalang, yang bermastautin di Pekanbaru, Rabu (30/5/2012), bahwa gaung PON di Riau memang bukan saja menjadi tanggung jawab para penyelenggara. Masyarakat umum bisa saja melakukan dengan niat yang baik.

“Banyak cara untuk melakukan sosialisasi PON Riau pada September 2012 mendatang. Nah, lewat lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ adalah sebuah kreativitas yang harus dihargai. Karena tugas ini bukan saja dilakukan para panitia, tetapi siapa saja berhal untuk turut mendukung dan menyukseskan hajatan tersebut secara bersama-sama,” terang Datuk Dalang.
Ini pun diakui Prof Usman MT, yang juga penikmat lagu-lagu melayu, bahwa lagu ‘Bangkit Budak Melayu’ telah memiliki keempat kesuksesan seperti diusung Gubernur Riau HM Rusli Zainal MP, yang terpatri dalam semangat kebersamaan untuk bersatu padu memberikan dukungan dan kepercayaan kepada penyelenggara, para atlit, dan seluruh elemen masyarakat.
“Lagu ini sudah mengidentifikasikan semangat kebersamaan dan kesuksesan seperti yang diusung Gubernur Riau, bahwa ada empat sukses yang harus dicapai pada PON ke-18 di Riau, yaitu sukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi kerakyatan, dan promosi daerah,”
simpulnya.
Atas karya itu, redaksi berhasil menghubungi pencipta sekaligus vokal lagu Bangkit Budak Melayu ini. Adalah Theja Fathasena saat dihubungi dengan telepon seluler, mengatakan bahwa lagu yang dibuatkan tak lepas dari dukungan keluarga, handai taulan, rekan-rekan seprofesi, teman-teman di Riau, yang telah memberikan semangat untuk mengusung
lagu yang mengetengahkan patriotis.
Diakui Theja, bahwa lagu ini didasari dengan kebersamaan bersatu padu membangun dengan menjaga marwah dan harkat negeri melalui prestasi dan kesuksesan setiap individu.
“Semoga lagu ini memberikan manfaat yang terbaik melalui semangat kebersamaan membangun sebuah kesuksesan dari sebuah hasil karya anak negeri,” harapnya.

Sumber

silahkan meninggalkan komentar yang membangun.
terima kasih atas kunjungannya
EmoticonEmoticon