Pernikahan Bugis dan Uang Naik

Pakaian adat Sulawesi Selatan
Tidak seperti daerah lain yang menggunakan mahar sebagai salah satu syarat pernikahan. Di Bugis selain Mahar ada uang naik (panai') yang harus disipakan ketika sebelum memutuskan untuk menikah.
Uang panai' ini adalah sejumlah uang yang diberikan oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita yang akan digunakan untuk keperluan mengadakan pesta pernikahan dan belanja pernikahan lainnya. Uang panai' ini tidak terhitung sebagai mahar penikahan melainkan sebagai uang adat namun terbilang wajib dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak atau keluarga.

Uang panai' untuk menikahi wanita bugis-makassar terkenal tidak sedikit jumlahnya. Dari informasi yang saya terima tingkat strata sosial wanita serta tingkat pendidikannya biasanya menjadi standar dalam penentuan jumlah uang naik. Jadi, jika calon mempelai wanita adalah keturunan darah biru (biasanya namanya ada Andi nya), maka uang naiknya akan berpuluh-puluh juta. Begitupun jika tingkat pendidikan calon mempelai wanita adalah S1, S2, atau Kedokteran, maka akan berlaku hal yang sama.

Hal yang menarik adalah ketika jumlah uang naik yang diminta mampu dipenuhi oleh calon mempelai pria, hal tersebut akan menjadi prestise (kehormatan) bagi pihak keluarga perempuan. Kehormatan yang dimaksudakan disini adalah rasa penghargaan yang diberikan oleh pihak calon mempelai pria kepada wanita yang ingin dinikahinya dengan memberikan pesta yang megah untuk pernikahannya melalui uang panai' tersebut.

Besaran uang naik ini seringkali juga menjadi standar kemakmuran mempelai pria dan juga "kualitas" si mempelai wanita. Sehingga ketika seorang wanita dinikahi oleh pria dengan uang naik yang kecil dapat membuatnya agak malu dengan teman atau saudaranya yang mendapat uang naik yang lebih besar. Demikian pula dengan mempelai laki laki juga akan merasa malu ketika dia tidak dapat memberikan uang naik yang cukup besar bila dibandingkan dengan teman temannya.
Matematika Sedekah

Matematika Sedekah

Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa dan menutup kesalahan dan keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, dan sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.
Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan- kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah, maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri. Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuan-Nya, menawarkan kasih sayang-Nya, menawarkan ridha-Nya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunan-Nya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain. Kepada yang mau peduli dan berbagi.
Kita memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan.
Di pembahasan-pembahasan tentang sedekah, saya akan banyak mendorong diri saya dan saudara, untuk melakukan sedekah, dengan mengemukakan fadilah-fadilah/ keutamaannya. Insya Allah pembahasan akan sampai kepada Ihsan, Mahabbah, Ikhlas dan Ridha Allah. Apa yang tertulis, adalah untuk memotivasi supaya tumbuh keringanan dalam berbagi, kemauan dalam bersedekah. Sebab biar bagaimanapun, manusia adalah pedagang. Ia perlu dimotivasi untuk melakukan Akhirnya, mintalah doa kepada Allah, agar Allah terus menerus membukakan pintu ilmu, hikmah, taufiq dan hidayah-Nya hingga sampai kepada derajat ‘mukhlishiina lahuddien’, derajat orang-orang yang mengikhlaskan diri kepada Allah.
Matematika Dasar Sedekah
Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?
10 – 1 = 19
Pertambahan ya? Bukan pengurangan? Kenapa matematikanya begitu? Matematika pengurangan darimana? Koq ketika dikurangi, hasilnya malah lebih besar? Kenapa bukan 10-1 = 9?
Inilah kiranya matematika sedekah. Dimana ketika kita memberi dari apa yang kita punya, Allah justru akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, matematika sederhana yang diambil dari QS. 6: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik.
Jadi, ketika kita punya 10, lalu kita sedekahkan 1 di antara yang sepuluh itu, maka hasil akhirnya, bukan 9. Melainkan 19. Sebab yang satu yang kita keluarkan, dikembalikan Allah sepuluh kali lipat. Hasil akhir, atau jumlah akhir, bagi mereka yang mau bersedekah, tentu akan lebih banyak lagi, tergantung Kehendak Allah. Sebab Allah juga menjanjikan balasan berkali-kali lipat lebih dari sekedar sepuluh kali lipat.
Dalam QS. 2: 261, Allah menjanjikan 700x lipat. Tinggallah kita yang kemudian membuka mata, bahwa pengembalian Allah itu bentuknya apa? Bukalah mata hati, dan kembangkan ke- husnudzdzanan, atau positif thinking ke Allah. Bahwa Allah pasti membalas dengan balasan yang pas buat kita.
Memberi Lebih Banyak, Menuai Lebih Banyak
Kita sudah belajar matematika dasar sedekah, dimana setiap kita bersedekah Allah menjanjikan minimal pengembalian sepuluh kali lipat (walaupun ada di ayat lain yg Allah menyatakan akan membayar 2x lipat). Atas dasar ini pula, kita coba bermain-main dengan matematika sedekah yang mengagumkan. Bahwa semakin banyak kita bersedekah, ternyata betul Allah akan semakin banyak juga memberikan gantinya, memberikan pengambalian dari-Nya.
Coba lihat ilustrasi matematika berikut ini:
Pada pembahasan diatas, kita belajar: 10 – 1 = 19. Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:
  • 10 – 2= 28
  • 10 – 3= 37
  • 10 – 4= 46
  • 10 – 5= 55
  • 10 – 6= 64
  • 10 – 7= 73
  • 10 – 8= 82
  • 10 – 9= 91
  • 10 – 10= 100
Menarik bukan? Lihat hasil akhirnya? Semakin banyak dan semakin banyak. Sekali lagi, semakin banyak bersedekah, semakin banyak penggantian dari Allah. Mudah-mudahan Allah senantiasa memudahkan kita untuk bersedekah, meringankan langkah untuk bersedekah, dan membuat balasan Allah tidak terhalang sebab dosa dan kesalahan kita.
2.5 % Tidaklah Cukup
Saudaraku, barangkali sekarang ini zamannya minimalis. Sehingga ke sedekah juga hitung-hitungannya jadi minimalis. Angka yang biasa diangkat, 2,5%. Kita akan coba ilustrasikan, dengan perkalian sepuluh kali lipat, bahwa sedekah minimalis itu tidak punya pengaruh yang signifikan.
Contoh berikut ini, adalah contoh seorang karyawan yang punya gaji 1jt. Dia punya pengeluaran rutin sebesar 2jt. Kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1jt itu. Maka kita dapat perhitungannya sebagai berikut:
Sedekah: Sebesar 2,5%
2,5% dari 1.000.000 = 25.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 25.000 = 975.000
Tapi kita belajar, bahwa 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000 Lihat, ‘hasil akhir’ dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1jt, ‘hanya’ jadi Rp. 1.225.000,-. Masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar Rp. 2jt. Boleh dibilang secara bercanda, bahwa jika dia sedekahnya ‘hanya’ 2,5%, dia masih akan keringetan untuk mencari sisa 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.
Coba Sedekah 10 %.
Saudara sudah belajar, bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Ketika diterapkan dalam kasus seorang karyawan yang memiliki gaji 1jt dan pengeluarannya 2jt, maka dia hanya mendapatkan pertambahan 250rb, yang merupakan perkalian sedekah 2,5% dari 1jt, dikalikan sepuluh. Sehingga ‘skor’ akhir, pendapatan dia hanya berubah menjadi Rp. 1.225.000. Masih cukup jauh dari kebutuhan dia yang 2jt.
Sekarang kita coba terapkan ilustrasi berbeda. Ilustrasi sedekah 10%.
Sedekah: Sebesar 10%
10% dari 1.000.000 = 100.000
Maka, tercatat di atas kertas:
1.000.000 – 100.000 = 900.000
Kita lihat, memang kurangnya semakin banyak, dibandingkan dengan kita bersedekah 2,5%. Tapi kita belajar, bahwa 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000
Dengan perhitungan ini, dia ‘berhasil’ mengubah penghasilannya, menjadi mendekati angka pengeluaran yang 2 juta nya. Dia cukup butuh 100 rb tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkan 2 juta.
Dan satu hal yang saya kagumi dari matematika Allah, bahwa Spiritual Values, ternyata selalu punya keterkaitan dengan Economic Values. Kita akan bahas pelan-pelan sisi ini, sampai kepada pemahaman yang mengagumkan tentang kebenaran janji Allah tentang perbuatan baik dan perbuatan buruk. Kita sedang membicarakan bahwa sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Mestinya sedekah kita, haruslah minimal 10%. Dengan bersedekah 10%, insya Allah kebutuhan- kebutuhan kita, yang memang kita hidup di dunia pasti punya kebutuhan, akan tercukupi.
Dari ilustrasi diatas, saya memaparkan bahwa ketika seorang karyawan bersedekah 2,5% dari gajinya yang 1jt, maka ‘pertambahannya’ menjadi Rp. 1.225.000. Yakni didapat dari Rp.975.000, sebagai uang tercatat setelah dipotong sedekah, ditambah dengan pengembalian sepuluh kali lipat dari Allah dari 2,5% nya.
Bila sedekah 2,5% ini yang dia tempuh, sedangkan dia punya pengeluaran 2jt, maka kekurangannya teramat jauh. Dia masih butuh Rp. 775.000,-. Maka kemudian saya mengajukan agar kita bersedekah jangan 2,5%, tapi lebihkan. Misalnya 10%.
Saudaraku, ada pernyataan menarik dari guru-guru sedekah, bahwa katanya, sedekah kita yang 2,5% itu sebenarnya tetap akan mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita, di dunia ini, maupun kebutuhan yang lebih hebat lagi di akhirat, kalau kita bagus dalam amaliyah lain selain sedekah. Misalnya, bagus dalam mengerjakan shalat. Shalat dilakukan selalu berjamaah. Shalat dilakukan dengan menambah sunnah-sunnahnya; qabliyah ba’diyah, hajat, dhuha, tahajjud. Bagus juga dalam hubungan dengan orang tua, dengan keluarga, dengan tetangga, dengan kawan sekerja, kawan usaha. Terus, kita punya maksiat sedikit, keburukan sedikit. Bila ini yang terjadi, maka insya Allah, cukuplah kita akan segala hajat kita. Allah akan menambah poin demi poin dari apa yang kita lakukan. Hanya sayangnya, kita-kita ini justru orang yang sedikit beramal, dan banyak maksiatnya. Jadilah kita orang-orang yang merugi. Skor akhir yang sebenarnya sudah bertambah, dengan sedekah 2,5% itu, malah harus melorot, harus tekor, sebab kita tidak menjaga diri. Perbuatan buruk kita, memakan perbuatan baik kita. Tambahi terus amaliyah kita, dan kurangi terus maksiat kita
Kalikan Dari Target Supaya Beroleh Lebih.
Saudaraku, ini menyambung tulisan diatas. Kasusnya, tetap sama: Seorang karyawan dengan gaji 1jt, yang punya pengeluaran 2jt. Bila karyawan tersebut mau hidup tidak pas-pasan, dan mau dicukupkan Allah, dia harus menjaga dirinya dari keburukan, dan terus memacu dirinya dengan berbuat kebaikan dan kebaikan. Kemudian, lakukan sedekah 10% bukan dari gajinya, melainkan dari pengeluarannya.
Sedekah 10% dari 2jt (bukan dari gajinya yang 1jt), maka akan didapat angka sedekah sebesar Rp. 200rb. Gaji pokok sebesar 1jt, dikurang 200rb, menjadi tinggal 800rb. Lihat, angka tercatatnya tambah mengecil, menjadi tinggal 800.000. Tapi di sinilah misteri sedekah yang ajaib. Yang 200rb yang disedekahkan, akan dikembalikan sepuluh kali lipat oleh Allah, atau menjadi 2jt. sehingga skor akhirnya bukan 800rb, melainkan 2,8jt.
Dengan perhitungan di atas, kebutuhannya yang 2jt, malah terlampaui. Dia lebih 800rb. Subhanallah. Apalagi kalau kemudian dia betul-betul mau memelihara diri dari maksiat dan dosa, dan mempertahankan perbuatan baik, maka lompatan besar akan terjadi dalam hidupnya. Sebuah perubahan besar, sungguh-sungguh akan terjadi. Baik kemuliaan hidup, kejayaan, kekayaan, hingga keberkahan dan ketenangan hidup. Sekali lagi, subhanallah.
***
Artikel Ustadz Yusuf Mansur
Usia yang Bermanfaat

Usia yang Bermanfaat

“Terkadang usia panjang masanya, tetapi sedikit manfaatnya. Terkadang usia itu pendek masanya, akan tetapi banyak manfaatnya.”
Ada pepatah yang berbunyi, jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Benar apabila manusia suka bepergian, ia akan banyak memperoleh pengalaman, pemandangan dan penghayatan. Apabila panjang usianya dan lama hidupnya, berarti ia telah menikmati senang dan susahnya hidup pahit, dan manisnya perlajanan. Semua perjalanan hidup manusia akan memberi makna tersendiri baginya. Ia barulah berarti apabila usia yang ditempuh dalam hidupnya memberi manfaat baginya.
Usia itu sebenarnya bukan karena panjang atau pendeknya, akan tetapi manfaat dan mudaratnya. Sebagus bagus usia ialah usia yang banyak manfaatnya bagi manusia. Rosulullah Saw bersabda, “Sebaik baik manusia ialah orang yang panjang umurnya, dan bagus amalnya, dan sejelek jelek manusia, adalah orang yang panjang umurnya akan tetapi rusak amalnya.”
Syekh Ahmad Ataillah (pengarang kitab Al-Hikam) menegaskan pula :
“Siapa yang diberkati umurnya, dalam masa singkat dari usianya, ia akan mencapai karunia Allah, yang tidak dapat dihitung dengan kata kata, dan tak dapat dikejar dengan isyarat.”
Yang dicari oleh seorang muslim yang sholeh adalah barokahnya usia. Yang dimaksud usia ber-barokah adalah usia yang selalu membawa dan mengajak kepada kemanfaatan dunia dan akhirat. Umur yang barokah ini, selalu diberi kesempatan oleh Allah menjalankan kebaikan kebaikan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. Sebab, apabila umur itu mendapat barokah, tidak ada waktu yang tersia sia dalam hidup seorang hamba.
Hamba yang umurnya ber-barokah, ia selalu berada dalam situasi yang sempat akan tetapi bergegas gegas. Sempat artinya selalu ada peluang, bergegas gegas artinya cepat diamalkannya. Sehingga tidak terasa olehnya usia yang dianugerahkan kepadanya, waktunya sangat singkat sebab kesempatan kesempatan beribadah yang diberkati Allah kepadanya tidak mencukupi. Ia bergegas gegas, agar waktu yang singkat itu, tidak hilang begitu saja karena cepatnya perjalan usia.
Dengan demikian, maka usia yang panjang atau usia yang pendek, akan memberi arti yang berguna bagi manusia, apabila dipergunakan untuk mendapatkan ridho Allah. Seperti yang diucapkan oleh Abu Abbas Al Mursy : “Alhamdulillah semua waktu waktu kami merupakan lailatul-qodar, artinya semua waktu diisi dengan amal yang bermanfaat. E Jangan sampai waktu yang didapatkan dari usia, hanyalah ibarat air yang disiramkan ke atas pasir yang panas. Airnya menguap, pasirnya tidak basah. Usia yang hilang begitu saja dari waktu yang dilalui, akan mengecewakan si pemilik usia itu sendiri pada hari kiamat. Sebab waktu waktu yang dianugerahkan kepada manusia dinamakan bermanfaat dan barokah apabila dipergunakan untuk memperbanyak amal ibadah, memohon ampun atas bermacam macam kesalahan dan dosa, serta bertobat dengan taubatan nasuha. Syekh Ahmad Ataillah mengatakan :
“Kekecewaan dari semua kekecewaan, adalah ketika kalian berkesempatan, kalian tidak menghadap kepada Allah, karena sedang ada sedikit halangan, kalian tidak juga mendatangi Allah.”
Ungkapan Syekh Ataillah ini mengingatkan kita, jangan sampai kesempatan dari usia, di waktu lapang ataupun sempit, hendaklah pandai pandai dimanfaatkan untuk Allah dan datang menghadap memohon hidayah dan inayah, memohon ampun serta bertobat*. *“Bergegas gegaslah kamu dalam keadaan ringan ataupun berat” (QS.At-Taubah :41)
Perjalanan yang panjang telah ditempuh manusia di alam dunia ini. Banyak yang dialami oleh anak Adam dalam masalah duniawiyah, namun pengalaman hidup itu barulah berarti bagi hidup dunia dan akhirat, apabila dipersembahkan untuk Allah dan Rasul-Nya, dan untuk ‘izzul Islam dan Muslimin.
Memang kadang kadang manusia tidak mempergunakan kesempatan, atau kesempatan yang ada disia siakan, sehingga kesempatan yang tersedia, hilang begitu saja. Kesempatan yang dimaksud ialah kesempatan datang menghadap Allah dalam ibadah rutin, atau kesempatan mengerjakan ibadah sunah lainnya, yang sebenarnya tersedia, akan tetapi, manusia lalai dengan alasan kesibukan duniawi, atau kesibukan perjuangan. Alasan alasan seperti itu sebenarnya tidak perlu dikemukakan, karena Allah Ta’ala Maha Tahu tentang kemalasan dan keengganan diri kita. Allah Ta’ala lebih tahu bahwa manusia lebih mementingkan dirinya sendiri, hawa nafsunya sendiri, dari pada ingin mendapatkan ridho Allah dengan pertemuan pertemuan tertentu dengan Allah dalam bentuk ibadah.
Memang merupakan suatu kekecewaan kelak di akhirat, di waktu seorang hamba menghadap Allah Swt. Manusia waktu itu datang menerima apa yang telah ia kerjakan di dunia. Masing masing datang dengan buah amal ibadahnya. Akan tetapi ada diantara manusia hadir di mahkamah Allah Swt dengan hati kecewa. Karena ia melihat orang lain datang kepada Allah dengan hati gembira menunjukkan amal ibadahnya yang wajib dan sunah yang sangat banyak, sedangkan ia datang dengan amal ibadah yang minim, yang tidak mampu melepaskan dirinya dari adzab Allah. Atau amal ibadahnya pas pasan saja.
Ia kecewa, akan tetapi kekecewaan itu sudah tidak dapat ditebus lagi. Waktu itu kesibukan dunia yang dikerjakannya tidak mampu menambah amal ibadahnya. Harta dan segala macam yang diperolehnya dalam kesibukan dunia, tidak ada satupun yang memberi nilai tambah bagi kebahagiaan akhirat yang sudah habis di depannya. Seperti diterangkan Allah Ta’ala dalam firmannya, “Pada hari itu tidak ada gunanya harta dan anak anak, kecuali yang datang menghadap Allah dengan hati yang damai.”(QS. Asy-syu’ara : 89).
Bagi hamba Allah yang benar benar tunduk dan patuh kepada-Nya dalam segala hal, ia dalam hidupnya tidak menyia nyiakan waktu yang dianugerahkan Allah untuk datang kepada-Nya dalam waktu waktu yang ditentukan, atau melaksanakan ibadah ibadah sunah tanpa batas waktu dan sepanjang saat.
Agar seseorang hamba tidak tersia sia di akhirat, dan kecewa di hadapan Allah, memanfaatkan saat saat kesempatan adalah sangat menguntungkan dan utama.
Manajemen Umur dan Amal

Manajemen Umur dan Amal

Assalaamu ‘alaikum wr wb.
Marilah kita hayati, kita pikiri, dan kita lakui rumus manajemen yang datang dari Alloh swt di QS Al-Qodr. Rumus turunannya ada di beberapa hadist rasululloh, Muhammad saw sebagai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan (JUKLAK & JUKNIS).
Mungkin semua muslim dan mukmin sudah hafal betul dengan surat pendek itu. Tapi, benarkah saya telah mengimplementasikan JUKLAK dan JUKNIS manajemen itu? astaghfirulloohal ‘adziim.
Di setiap 10 hari terakhir dari ramadhan ada 1 malam bernilai = 1000 bulan, masya alloh. Kalau kita berbuat baik, misalnya solat malam dua rokaat saja dalam semalam dan Alloh swt ridho, maka akan diperoleh keuntungan menjadi senilai lebih dari 83 tahun kita melakukannya. Bagaimana dengan tahlil, tahmid, takbir, istighfar yang kita lakukan? Bagaimana dengan solat malam yang lebih? mungkin ada yang 8 + 3 witir rokaat dan mungkin ada yang 20 + 3 witir rokaat, ada yang menjamu saur untuk para peserta i’tikaf? Can we Imagine? This miracle has given to Muhammad saw and his followers only.
Mari kita berusaha semaksimal kita bisa untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Kalau hanya minimal, seluruh mukmin dan mukminat insya Alloh, Alloh akan memberikannya. (saya tidak hendak berseberangan dengan pandangan bahwa lailatul qodar itu hanya terjadi pada waktu “dulu” ketika al qur’an diturunkan secara serentak dari lauhul mahfudz ke langit bumi).
Mari kita sama-sama menggapai jamuan Alloh swt yang luar biasa ini. Laa haula walaa quwwata illa billaah. Allohumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna ya kariim.
Salam hormat
Menantikan Malam Seribu Bulan

Menantikan Malam Seribu Bulan

Tak terasa setengah bulan Ramadhan telah terlewati. Bagaimana dengan ritual ibadah tambahan Anda, masih terus terjaga? Seperti biasa kita temui di awal puasa banyak masjid terlihat terisi penuh oleh jamaah shalat Tarawih. Namun menjelang minggu-minggu berikutnya barisan jamaah di mesjid terus berkurang.
Barangkali kita terlalu bersemangat di awal-awal puasa, hingga kurang bisa mengatur ‘energi’ untuk beribadah . Mungkin juga terlalu sibuk mengurus pekerjaan rumah atau mengalami kebosanan untuk terus menjaga ritual salat sunnah di mesjid. Yang pasti di bulan ini, anjuran untuk mengerjakan ibadah dan berlomba-lomba dalam kebaikan sangat dianjurkan.
Tentu pada ramadhan kali ini, kita tidak berharap ibadah yang tengah dilakukan menguap dengan sia-sia, alias hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Maka di pertengahan bulan ramadhan ini, Insya Allah, kita masih diberikan kesempatan untuk memadatkan dan merayakan ibadah-ibadah tambahan di malam hari. Tidakkah Anda menginginkan malam kedamaian dengan seribu bulan yang datang di sepuluh hari terakhir?
Telah disebutkan dalam Al Quran dalam surat Al Qadr, bahwa tiada malam yang mendapat sebutan indah dari Tuhan kecuali lailatul qadar. Yakni malam yang kebaikannya melebihi seribu bulan. Malam itu memiliki kedudukan yang tinggi dan kemuliaan terhormat (al manzilah ar rafi’ah), lailatulbarakah (malam penuh berkah), lailaturrahmah (malam penuh kasih sayang), laylatussalam (malam penuh keselamatan). Lailatulqadr adalah anugerah khusus yang diberikan Allah pada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah untuk menjemputnya pada bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa shalat malam pada malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan ridla Allah, maka Allah akan menghapus dosa-dosanya yang telah lalu.” Dari hadist riwayat Muttafaq ‘Alaih. Rasulullah selalu menganjurkan umatnya untuk selalu meraih malam itu.
Bagaimana memastikan kedatangan malam lailatul qadr? Dari hadist riwayat Bukhari Muslim, Nabi berkata, “Carilah dia (lailatul qadar) pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan pada hitungan ganjil.” Lebih khusus lagi, setiap tanggal ganjil yakni: 21, 23, 25, dan seterusnya. Ada satu pendapat yang mengatakan, lailaltul qadr jatuh setiap 17 Ramadhan bertepatan dengan Nuzulul Quran.
Di sepuluh malam terakhir ini dianjurkan untuk memperpadat ibadah sunah, seperti salat Tahajud, zikir, salat hajat, tadarus, I’tikaf, dan lainnya. Maka di bulan penuh berkah dan rahmat ini, semua umat muslim sedang menanti “bonus khusus” dari Allah, di mana malam itu penuh “cahaya kedamaian” hingga fajar menjelang. Selamat menanti dan meraih malam seribu bulan.
Bidadari Cantik

Bidadari Cantik



Zaman sekarang banyak wanita muslim yang tidak mau menutup auratnya, entah dengan alasan belum siap atau tuntutan pekerjaan. Sementara menutup aurat adalah perintah dari Allah SWT.
Sebagaimana Allah SWT berfirman :
Janganlah mereka menampakkan perhiasannya selain yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dada mereka. (QS an-Nur [24]: 31).

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita Mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.
(QS al-Ahzab [33]: 59).
 
Padahal, di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga.Berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadits yang menceritakan tentang para bidadari surga.
 
Harumnya Bidadari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kecantikan Fisik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ
“Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54)
Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari  haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah.
Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam.
Sopan dan Pemalu
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu:
“Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)
“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)
“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”
Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain.
Putihnya Bidadari
Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)
al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan.
Allah juga menyatakan,“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72)
Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah.
Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits,
“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa,
“Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4)
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”
Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)
Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga.
Dari Allah tentang Cinta

Dari Allah tentang Cinta


Love in the Qur'an - Alhabib Blog

Cinta adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Cinta berada di dalam hati kita namun dapat memancar keluar dengan aneka rupa ekspresinya. Cinta dapat membangun akhlak serta mendikte langkah dan tingkah laku kita.
Sebagai seorang muslim, marilah kita lihat apa yang Allah sampaikan tentang cinta di dalam kitab-Nya, Al Qur’an.

Cinta atas kesenangan dunia

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga) [Ali Imran, 3:14]
… mereka (orang-orang kafir) mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat,… [An Nahl, 16:107]

Mengorbankan apa yang dicintai

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. [Ali Imran, 3:92]

Cinta orang yang beriman

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. [Al Baqarah, 2:165]
… tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, [Al Hujurat, 49:7]
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad saw.), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ali Imran, 3:31]
Agar Dosa Membawa Kita ke Surga

Agar Dosa Membawa Kita ke Surga


Sedih - ilustrasi penyesalan dosa

Melakukan perbuatan dosa dan kesalahan merupakan salah satu tabiat manusia. Meskipun Allah telah memperingatkan akan bahaya dosa dan kesalahan, bahkan dengan mengancam dengan siksa yang pedih, tetap saja banyak orang yang bergelimang dosa dan selalu bermaksiat. Bahkan manusia-manusia sekaliber nabi pun tak lepas dari dosa dan kesalahan ini.
Lalu bagaimanakah seharusnya kita sebagai seorang muslim menyikapi kecenderungan manusia untuk berbuat dosa dan kesalahan ini? Apakah kita menyerah begitu saja, karena memang ini tabiat manusia? Apakah kita membiarkan dosa-dosa menyeret kita ke neraka yang penuh siksa?

Bertaubat dari dosa menerbitkan cinta Allah dan pahala surga

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan:
Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya.
Sebagian salaf mengatakan: ‘Dahulu setelah Nabi Dawud ‘alaihissalam bertaubat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan. Barangsiapa yang ditakdirkan untuk bertaubat maka dirinya seperti yang dikatakan Sa’id ibnu Jubair radhiyallahu ‘anhu:
“Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan amalan kebaikan, bisa jadi dengan sebab amalan kebaikannya itu akan memasukkannya ke dalam neraka. Bisa jadi pula seorang hamba melakukan amalan kejelekan akan tetapi membawa dirinya masuk ke dalam surga. Hal itu karena ia membanggakan amalan kebaikannya. Sebaliknya, hamba yang terjatuh ke dalam kejelekan membawa dirinya untuk meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahan-kesalahannya.”
Telah disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ
“Amal-amal (seorang hamba) tergantung amalan-amalan yang dikerjakan pada akhir kehidupannya.”
Sesungguhnya kesalahan/dosa seorang mukmin akan dihapuskan dengan sepuluh sebab, sebagai berikut:
  1. Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya. Karena seseorang yang bertaubat dari sebuah dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.
  2. Meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya.
  3. Mengerjakan amalan-amalan kebaikan, karena amalan-amalan kebaikan akan menghapuskan amalan-amalan kejelekan.
  4. Mendapatkan doa dari saudara-saudaranya yang beriman. Mereka memberikan syafaat kepadanya ketika masih hidup dan sesudah meninggal.
  5. Mendapatkan hadiah pahala dari amalan-amalan saudara-saudaranya yang beriman agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan manfaat kepadanya dari hadiah tersebut.
  6. Mendapatkan syafaat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  7. Mendapatkan musibah-musibah di dunia ini yang akan menghapuskan dosa-dosanya.
  8. Mendapatkan ujian-ujian di alam barzakh yang akan menghapus dosa-dosanya.
  9. Mendapatkan ujian-ujian di padang Mahsyar pada hari kiamat yang akan menghapuskan dosa-dosanya.
  10. Mendapatkan rahmat dari Arhamur Rahimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Barangsiapa yang tidak memiliki salah satu sebab dari sebab-sebab yang bisa menghapuskan dosa-dosa ini, janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kelak di hari akhir:
يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya ini adalah amalan-amalanmu. Aku menghitungnya untukmu kemudian Aku membalasinya untukmu. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain daripada itu maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri.” [HR. Muslim, 2577]
Mencari Malam 1000 Bulan

Mencari Malam 1000 Bulan

Mencari Malam 1000 Bulan - Lailatul Qadar

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya satu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan yaitu Lailatul Qadr. Apakah sebenarnya Lailatul Qadar ini? Kapankah datangnya? Apa tanda-tandanya? Mengapa orang mencarinya? Dan apa yang harus dilakukan ketika kita menemuinya?
Tulisan di bawah ini semoga bisa membantu dalam memahami lebih jauh tentang Lailatul Qadar dan bagaimana menyikapinya.

Pengertian Lailatul Qadr

Allah Ta ‘ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. “ (Al-Qadr: 1-5)
Allah memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. ”Sesungguhnya Kami menurunkannya (alQur’an) pada suatu malam yang diberkahi.” (Ad-Dukhaan:3) Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta ‘ala: ”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al- Qur’an. “ (Al-Baqarah: 185).
Ibnu Abbas -radhiallahu ‘anhu- berkata:
“Allah menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar. Kemudian diturunkan secara berangsurangsur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun.”

Keistimewaannya

Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta ‘ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhaan: 4)
Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu?” Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya: “Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan.“
Beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, tilawah, dzikir, do’a dsb sama dengan beribadah selama seribu bulan di waktu-waktu lain. Seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan.
Lalu Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara, kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah. Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” (Al- Qadar: 5)
Maksudnya, malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para malaikat -termasuk malaikat Jibril – mengucapkan salam kepada orang-orang beriman.
Dalam satu hadits shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut. Beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. “ (Hadits Muttafaq ‘Alaih)
Adapun maksud qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan shalat tarawih, sholat tahajjud, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan taubat kepada Allah Ta ‘ala.

Waktu Terjadinya Lailatul Qadr

Tentang waktunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari, Muslim) Dan di kesempatan lain beliau bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).
Yang dimaksud dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan.
Lalu kapan tanggal pasti lailatul qadar terjadi? Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah telah menyebutkan empat puluhan pendapat ulama dalam masalah ini. Namun pendapat yang paling kuat dari berbagai pendapat yang ada sebagaimana dikatakan oleh beliau adalah lailatul qadar itu terjadi pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya berpindah-pindah dari tahun ke tahun (Fathul Bari, 4/262-266). Mungkin pada tahun tertentu terjadi pada malam kedua puluh tujuh atau mungkin juga pada tahun yang berikutnya terjadi pada malam kedua puluh lima, itu semua tergantung kehendak dan hikmah Allah Ta’ala. Wallahu a’lam.
Para ulama mengatakan bahwa hikmah Allah menyembunyikan pengetahuan tanggal pasti terjadinya lailatul qadar adalah agar orang bersemangat untuk mencarinya. Hal ini berbeda jika lailatul qadar sudah ditentukan tanggal pastinya, justru nanti malah orang-orang akan bermalas-malasan.

Doa Ketika Menjumpai Lailatul Qadar

”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

Tanda-tanda Lailatul Qadar

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan  nampak kemerah-merahan.” (HR Al Baihaqi)
2. Malaikat turun dengan membawa ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar [yang menyilaukan]. Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, ““Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR Muslim)

Bagaimana Menyikapi Lailatul Qadar?

Lailatul qadar adalah malam yang penuh berkah. Barangsiapa yang terluput dari lailatul qadar, maka dia telah terluput dari seluruh kebaikan. Sungguh merugi seseorang yang luput dari malam tersebut. Seharusnya setiap muslim mencamkan baik-baik sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Di bulan Ramadhan ini terdapat lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa diharamkan dari memperoleh kebaikan di dalamnya, maka dia akan luput dari seluruh kebaikan.” (HR. Ahmad 2/385)

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar-Malam 1000 Bulan


tanda-tanda malam Lailatul Qadar

Semua pasti tahu apa malam Lailatul Qadar itu dan mengetahui keutamaan malam Lailatul Qadar? Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari 1000 bulan, dimana Alqur'an diturunkan pada malam Lailatul Qodar dan pada malam tersebut, malaikat Jibril dan para malaikat-malaikat turun untuk mengatur segala urusannya dengan izin dari Allah SWT. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar. Lalu kira-kira kapan malam Lailatul Qadar itu datang? Dan apa tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar?


Keutamaan Lailatul Qadar
Pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan terdapat malam yang penuh berkah, penuh rahmat yaitu malam Lailatul Qadar, dimana malam tersebut adalah malam yang dimuliakan oleh Allah melebihi malam-malam lainnya. Malam kemuliaan itu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Kelebihan orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar yaitu beribadah satu malam pahalanya sama dengan beribadah selama 1000 bulan.

Kapan Malam Lailatul Qadar Datang?
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan" (HR. Bukhari)

Terjadinya Lailatul Qadar yaitu di malam-malam ganjil. Malam-malam yang ganjil itu ialah malam 21, 23, 25, 27 dan 29 dari bulan Ramadhan.

Tanda-tanda malam Lailatul Qadar akan datang
1. Udara dan angin sekitar terasa tenang, malam penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.
2. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia juga merasakan ketenangan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.
3. Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.
4. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan cerah, tidak ada sinar.
5. Ada yang berkata orang yang menemui malam Lailatul Qadar, mereka melihat nur yang terang benderang di seluruh tempat yang gelap gulita.

Malam Lailatul Qadar itu tetap dirahasiakan oleh Allah SWT agar umat Islam menghayati sepuluh malam yang terakhir di bulan suci Ramadhan yaitu dengan memperbanyak amal ibadahnya. Semoga kita semua akan dapat menemui malam yang penuh rahmat dan barokah tersebut.

Keajaiban Matematika

Walaupun saya bukanlah perempuan yang pandai matematika, tapi rasanya tiada mengapa deh ya kalo saya berbagi tulisan tentang Keajaiban Matematika ini. Ajiib bener dah pokoknya. Sayang rasanya kalau tak dibagikan. Buat yang sudah pernah dapat, anggap saja ini friendly reminder yah :)
Simtetrissss. Keren kan? 
Yang ini juga gak kalah keren nih:
1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

Hebat kan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

Wowowowowowww. Masih kurang hebat? Coba lihat yang ini:


Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?

Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.

Bagaimana bila ingin mencapai 101%? Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika di bawah ini dapat membantu memberi jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%

Walopun tampaknya 'hanya sekedar' permainan angka, but this COOL! Too good to be true to call it as a coincidence :)

Pahala di Dunia Maya





Internet kini bukanlah barang baru bagi masyarakat di Indonesia. Dari kota besar hingga pelosok desa, ia sudah menjadi ‘santapan’ sehari-hari sebagian besar orang. Hasil riset memperlihatkan bahwa pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia terus meningkat. Jika di tahun 2010 lalu rata-rata penetrasi pengguna Internet di kota urban Indonesia masih 30-35 persen, di tahun 2011 ini ditemukan oleh MarkPlus Insight bahwa angkanya sudah di kisaran 40-45 persen.
Hasil riset yang dirilis oleh Majalah Marketeers ini, dilakukan oleh MarkPlus Insight terhadap 2161 pengguna Internet di Indonesia memberikan gambaran jelas mengenai tren penggunaan Internet di Indonesia. Menurut MarkPlus Insight, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2011 ini sudah mencapai 55 juta orang, meningkat dari tahun sebelumnya di angka 42 juta.
Bahkan menurut Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto sebagaimana dirilis oleh Antara, diperkirakan pada tahun 2015 nanti, pengguna internet di Indonesia dapat mencapai 100 juta orang.
Sementara menurut data yang diperoleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan hampir 30 persen pengguna Internet di Tanah Air berasal dari kalangan remaja berusia 15-24 tahun.
Lalu, apa yang biasa dilakukan remaja maupun orang dewasa dalam mengakses internet? Menurut pengakuan sebagian orang, mereka banyak mengakses internet untuk membaca berita atau informasi berharga lainnya. Tapi tak dapat dipungkiri, pengguna internet tersebut juga lebih gemar lagi membuka akun facebook dan twitter mereka.
Saking banyaknya orang yang mengakses internet dalam kehidupan sehari-hari menurut Henry Subiakto, pengguna Internet wilayah Jakarta ditetapkan sebagai pengguna Internet dan Twitter terbesar di Asia.

Dunia Maya Menjerumuskan Ke Dalam Dosa
Di antara sekian banyak pengguna internet tersebut, tidak semua memiliki kesadaran untuk membentengi diri dari dampak negatif yang disajikan internet. Ya, sebab tak semua situs menampilkan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Terlebih, tidak semua pengguna internet memiliki niat yang baik ketika beraktivitas di dunia maya.
Kedengarannya memang terkesan hiperbola. Tetapi, memang benar bahwa dunia maya juga bisa membuat kita terjerumus ke dalam dosa, jika kita sampai terperangkap pada hal-hal negatif yang tersaji di internet.
Inilah sebagian diantara efek negatif internet:

1. Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, tidak selalu salah. Dengan kemampuan menyampaikan informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Di internet terdapat gambar-gambar porno dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.


2. Penipuan
Meski kejahatan yang satu ini juga merajalela di dunia apapun, dunia maya juga tak luput dari serangan penipu. Cara terbaik adalah dengan tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang kita dapatkan pada penyedia informasi tersebut.


3. Perjudian
Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu lagi pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Tinggal duduk di depan komputer, bisa langsung berjudi.


4. Mengurangi Sifat Sosial Manusia
Orang yang sering berinteraksi di dunia maya cenderung lebih suka berhubungan melalui internet dari pada bertatap muka (face to face). Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet, sehingga kejahatan juga ikut berkembang. Internet juga bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.

Kita tentu saja berharap tidak akan pernah menjadi korban kejahatan apapun yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab di dunia maya. Tapi yang lebih penting adalah, kesadaran diri kita untuk senantiasa waspada dan membentengi diri dari hal-hal negatif tersebut.

Dunia Maya, Ajang Meraih Pahala
Bagai dua mata pedang. Dunia maya hanyalah sebuah alat atau sarana. Kita sebagai pemakainya, harus pintar-pintar memilih yang mana yang baik untuk kita. Maka, tidak semua isi dan aktivitas dunia maya itu buruk. Buktinya, semakin hari kian banyak aktivis dakwah yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk memudahkan mengajak orang lain pada kebaikan. Sejumlah situs-situs Islam juga bertebaran dengan tampilan yang luar biasa bagus. Beragam informasi bisa kita dapatkan dengan membuka situs-situs Islam.
Dakwah yang dilakukan di dunia maya ini tampil dalam beragam bahasa, tergantung latar belakang pengelolanya. Ada yang menggunakan bahasa Inggris, Arab, dan bahasa lain di dunia. Yang menggunakan bahasa Indonesia juga tidak kalah banyak.
Nah, kita sendiri juga bisa melakukan banyak hal untuk dakwah Islam melalui dunia maya. Bagi yang gemar dengan dunia tulis menulis, jangan segan untuk berbagi ilmu dengan menuliskannya kembali baik dalam bentuk artikel maupun berita. Setelah menjadi tulisan, bisa kita kirimkan ke media-media Islam untuk dimuat. Kalaupun tidak dengan cara itu, kita juga bisa menampilkan hasil karya kita di blog yang kita buat sendiri. Senang sekali bukan, jika pemikiran kita yang bersumber dari pengetahuan tentang ajaran Islam dibaca oleh banyak orang. Apalagi jika setelah membaca tulisan kita, orang jadi tergerak untuk beramal sholeh.
Selain itu tadi, kita juga bisa memanfaatkan akun jejaring sosial yang kita miliki untuk berdakwah. Diantaranya adalah facebook. Ketika kita meng’update status, tak ada salahnya status itu berupa ringkasan materi yang bersumber dari buku-buku Islam yang kita baca. Juga tidak ada salahnya kita tulis status kita dengan hadits-hadits Rasulullah SAW maupun terjemahan ayat-ayat Al Qur’an. Dan jika kita mengetahui informasi mengenai suatu kegiatan ke’Islaman atau aktivitas ke’umat’an, kita jangan malas untuk membantu menyebarkan melaui akun facebook kita. Jadi, tidak melulu wall kita berisi curahan hati, atau bahkan umpatan dan cacian.
Jika itu masih dirasa kurang. Ajang chatting jangan sekedar kita gunakan untuk membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi jika sampai ghibah. Namun, gunakanlah juga chatting kita dengan teman-teman sebagai sarana untuk berdakwah. Melalui chatting yang interaktif dan spontan, kita bisa memanfaatkannya untuk mempengaruhi pikiran orang agar tunduk pada ajaran Islam.
Kalaupun tidak dengan cara-cara tersebut di atas, minimal, kita dapat berbuat baik untuk diri kita sendiri di dunia maya. Caranya? Buka situs-situs yang positif dan bermanfaat. Baca artikel-artikel yang berbobot. Mudah-mudahan dengan demikian, ilmu kita dapat bertambah dan akan menambah tabungan amal sholeh kita.
Jadi, kita tak perlu lagi khawatir dengan efek negatif internet. Sebab, sekali lagi internet hanyalah alat. Baik buruk akibat yang ditimbulkan dari internet adalah tergantung diri kita sendiri. So’ jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak berguna di dunia maya. Sebab, kita pun ternyata bisa meraup berjuta pahala di sana. Wallahu’alam.
Tips Membuat Komik Online Gratis

Tips Membuat Komik Online Gratis


Membuat sebuah komik bukanlah sesuatu hal yang kompleks dan butuh kemampuan lebih dalam menggambar. Kebanyakan komik memang menciptakan gambar yang indah, tapi tidak semuanya lucu. Terima kasih pada Internet yang mengajarkan kita untuk lebih mengapresiasi komik inferior atau bermutu rendah di sisi gambar.

Penggandrung komik lucu tak memikirkan bagus tidaknya gambar pada komik tersebut. Yang penting bagi mereka adalah lucu, menghiburbisa membuat gelak tawa. Dan, mereka pun kini dapat menciptakan komiknya sendiri. Anda mungkin termasuk salah satu di dalamnya.

Bukan sesuatu hal yang mustahil jika Anda menciptakan komik buatan sendiri. Ia memiliki cita rasa yang khas dan mampu merepresentasikan tokoh yang ada di kepala Anda selama ini secara lebih spesifik tanpa harus menggambarnya.

Siapa pun bisa membuat rangkaian komik atau dikenal dengan comic strip. Siapa pun bisa menjadi komikus. Kabar terbaiknya adalah Anda dapat menciptakan komik dengan mudah sesuai selera Anda di Internet.

Berikut enam situs yang menyediakan fasilitas pembuatan komik secara gratis:
http://faktabukanopini.blogspot.com/
Sangat mudah digunakan sehingga cocok bagi pemula dan anak-anak. Tapi, bukan berarti komik ini terlalu sederhana. Pengguna dewasa pun bisa membuat plot yang lebih serius dengan berbagai opsi fitur di dalamnya.

Ada 25 karakter yang bisa digunakan untuk mengisi dua, tiga, hingga empat panel comic strip. Sementara ini, MakeBeliefsComix sudah mendukung tujuh bahasa. Hanya satu kekurangannya: warna. Anda bisa menggonta-ganti warna latarnya, tetapi karakternya tetap hitam putih.


http://faktabukanopini.blogspot.com/
Kalau urusan komik, nama Marvel memang rasanya sudah tidak asing. Tak heran jika komik-komik yang dihasilkannya cukup bagus. Begitu pun situs ini, sangat berbeda. Anda dapat mencoba berbagaitemplate comic strip, tak hanya empat atau enam kotak persegi. Anda bisa mencoba yang zig-zag, trapesium, dan sebagainya.

Di sini, Anda bisa membuat komik dengan 22 halaman. Tool untuk membuat efek pada gambar mirip dengan Photoshop. Di sini, tersedia berbagai karakter Marvel yang sangat familiar, seperti Hulk, Falcon, sampai Wolverine.

3. Pixton
Ini adalah website pembuatan komik untuk para seniman. Situs ini memungkinkan Anda melakukan kreasi dan kustomisasi sebebas mungkin tanpa harus membuat goresan. Misalnya, untuk sebuah karakter, Anda disuguhkan sejumlah opsi untuk memilih kerah, bentuk tubuh, lengan, dan ukuran baju.

Anda bisa mengubah emosi masing-masing karakter dengan mengubah posisi mata, telinga, hidung, dan gaya rambut. Selain itu, juga menggeser badan dan menyeret kakinya sesuai yang Anda mau. Semuanya dilakukan cukup dengan klik pada objek yang ingin Anda ubah atau customize.

4. ToonDoo
http://faktabukanopini.blogspot.com/

ToonDoo bisa dikatakan pilihan tepat untuk kombinasi antara kreativitas nan fleksibel dan user friendly. Kebanyakan hasilnya cukup memuaskan dan tajam. Meski banyak karakter dan benda-benda yang tersedia untuk dipakai, Anda juga dibolehkan untuk menggambar karakter yang Anda ingingkan dengan tangan sendiri dengan TraitR dan DoodlR untuk mewarnainya.

Berbeda dengan situs lain, di sini ada opsi untuk menyimpan proyek sampai mengkompilasi buku. Jika terhenti di tengah jalan, Anda bisa menyambungnya kapan saja.

Jika sebelumnya kita diberi ruang kreativitas seluas-luasnya, tidak demikian di website Strip Generator. Di sini Anda membuat komik dengan apa yang diberikannya pada Anda. Tapi, bukan berarti Anda tidak bisa berkreatif.

Strip Generator unggul pada frame atau comic strip yang bisa disesuaikan. Lebar atau sempitnya sebuah sel bisa Anda tentukan sendiri dengan men-drag frame tersebut. Di sini Anda juga diberikan perpustakaan pribadi. Seperti apa? Anda harus mencobanya.

http://faktabukanopini.blogspot.com/
Foto Anda bisa dimasukkan ke dalam comic strip dan Anda menjadi tokoh utamanya. Cukup mudah digunakan. Anda bisa mengkustomisasi format cell, text bubble, dan objek lainnya. Galeri objek atau benda yang dipunyainya sangat banyak dan teratur.

Anda bisa memulainya dengan megubah gaya rambut, topi, kumis, bekas luka, sampai tato. Akan sangat menyenangkan jika tokoh yang dipermak itu memakai wajah Anda sendiri. Tak perlu khawatir wajah Anda akan terlihat kaku, karena Pikistrips bisa 'menyulapnya ' seperti gambar komik dengan efek.

Artikel

More »

Artikel

More »

Artikel

More »

Artikel

More »