Menyebarkan Kabar Gembira akan datangnya Bulan Ramadhan

Menyebarkan Kabar Gembira akan datangnya Bulan Ramadhan

Sesungguhnya segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallhu alaihi wassalam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka
dalam kebaikan hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Sebuah nikmat yang tidak berbilang dan wajib disyukuri,ketika seorang Muslim masih diberi kesempatan untuk menikmati masa-masa ibadah di hari-hari berbilang di bulan yang Allah muliakan, dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Sebagai wujud rasa syukur adalah berusaha menunaikan hak-hak bulan Ramadhan, mengisinya dengan amal ibadah dan ketaatan, mendulang faidah, nikmat dan pahala yang terkandung di dalamnya, dengan meneladani sunnahsunnah Rasulullah s, melalui nasihat-nasihat dan hikmah yang disampaikan oleh para pewaris beliau, para ulama yang teguh di atas sunnah.
oleh Syaikh Abdullah Al Fauzan hafidzahulloh
Abu Hurairah radhiallahuanhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata:


“Ramadhan telah datang kepadamu – bulan yang diberkahi. Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa. Padanya dibuka pintu-pintu surge dan ditutup pintu-pintu neraka dan syaithan-syaithan


dibelenggu. Milik Allah lah satu malam di dalamnya yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikan, maka dia telah ditinggalkan.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i).
Hadits tersebut adalah kabar gembira bagi hamba hamba Allah yang shalih, akan datangnya bulan

Ramadhan yang diberkahi. Nabi shalallahu alaihi wassalam mengabarkan kepada para sahabatnya akan kedatang bulan Ramadhan dan hal itu bukanlah sekedar pengabaranyang sederhana. Bahkan, beliau hendak memberikan mereka kabar gembira akan sebuah waktu yang diagungkan dalam setahun, sehingga


orang-orang shalih yang bersegera mengerjakan amal kebajikan dapat memberikan haknya. Hal ini


karena Nabi shalallahu alaihi wassalam menjelaskan di dalam hadits tersebut bahwa Allah telah mempersiapkan bagi hambahamba-Nya jalan menuju ampunan dan keridhaan-Nya – dan untuk itu terdapat banyak cara. Maka barangsiapa yang melewatkan pengampunan tersebut selama bulan Ramadhan, maka dia telah tertinggal dengan ketertinggalan yang sangat.
Di antara keutamaan dan pahala yang besar yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya

adalah Dia telah menyiapkan bagi mereka kesempatan yang baik yang akan mendatangkan manfaat


bagi orang-orang yang taat kepada-Nya dan bagi orang-orang yang berlomba-lomba (untuk kebaikan).


Kesempatan-kesemptan yang baik ini adalah waktu untuk memenuhi harapan dengan memperbanyak


ibadah dan mengangkat kesalahankesalahan dan kekurangan dengan memperbaiki diri dan bertaubat.
Tidak ada satu kesempatan pun dari waktu-waktu yang mulia ini, melainkan Allah telah mewajibkan

di dalamnya amal ketaatan, yang dengannya seseorang menjadi lebih dekat kepada-Nya. Dan Allah


memiliki perkara-perkara yang paling indah sebagai hadiah, yang dainugerahkan kepada siapapun yang


dikehendaki-Nya dengan Kemuliaan dan Rahmat-Nya.
Maka orang yang meraih kebahagiaan yang sesungguhnya adalah orang yang mengambil manfaat dari

bulan, hari-hari dan jam-jam yang mulia ini dan lebih dekat kepada perlindungan-Nya bagi mereka,


dengan mengerjakan apa yang diperintahkan bagi mereka dari amal-amal ketaatan.
Oleh karena itu, mungkin ia akan dianugerahi dengan satu diantara banyak berkah pada kesempatan kesempatan itu dan mendapat pertolongan dengannya, dengan pertolongan yang dapat menyelamatkannya

dari neraka dan apa yang ada di dalamnya, seperti panasnya yang membara. (Ini adalah perkataan Ibn Rajab dalam Lata’iful Ma’arif).
Mendapati Ramadhan itu sendiri adalah berkah yang agung, diberikan kepda orang yang mencapainya

dan meningkat pada kesempatankesempatannya,dengan berdiri dalam shalat pada malam harinya dan berpuasa pada siang harinya. Didalamnya, ia kembali kepada Pelindungnya – dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya, dari melalaikan-Nya kepepada mengingat-Nya, dari menjauh daripada-Nya kepada mendekat kepada-Nya dengan taubat yang sungguh-sungguh.
Sebagian dari para salaf berkata:

“Sungguh Allah Ta’ala telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai pengganti bagi mahluk-Nya, dimana


mereka dapat berlomba satu sama lain untuk keridhaan-Nya, dengan mentaati-Nya. Oleh karenanya, sebuah kelompok yang datang pertama kali dan karenanya mereka beruntung dan kelompok


lain datang di akhir dan karenanya mereka gagal.” (Lata’iful Ma’arif oleh Ibnu Rajab).
Demikian juga, seseorang tidak mengetahui mungkin ini adalah Ramadhan terakhir yang akan di-temuinya semasa hidupnya jika dia menyempurnakannya.
Berapa banyak laki-laki, wanita dan anak-anak berpuasa bersama kita tahun lalu, namun sekarang mereka terkubur di dalam tanah, bergantung pada amal baik mereka. Dan mereka berharap untuk lebih banyak berpuasa Ramadhan.
Demikian juga, kita semua akan mengikuti jalan mereka. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk bergembira atas kesempatan yang berharga untuk ketaatan ini, Dan dia tidak boleh meninggalkannya, Sebaliknya menyibukkan dirinya dengan apa yang akan bermanfaat bagiya dan apa yang menyebabkan hasilnya akan tetap tertinggal. Untuk apa lagi, selain sejumlah hari-hari, dimana kita berpuasa di dalamnya dan yang akan segera berakhir dengan cepat.
Semoga Allah menjadikan kami, demikian juga anda, diantara orang-orang yang paling banyak mendapatkan amal kebaikan.
Sumber: Ahadits as-Siyam wal Adab hal. 3-15. CallToIslam.Com
Wahai orang yang di bulan Rajab tidak menghentikan dosanya Hingga mengdurhakai Rabb-nya di bulan Sya’ban


Sesungguhnya bulan puasa menaungimu setelah keduanya


Janganlah engkau jadikan juga sebagai bulan kemaksiatan


Bacalah Al-Qur’an dan bertasbilah dengan sungguh-sungguh


Karena sesungguhnya dia adalah bulan tasbih dan Al-Qur’an


Berapa banyak engkau mengenal para pendahulumu berpuasa


Maut menyirnakan mereka, membiarkanmu hidup sepeninggal mereka


Yang jauh akan menjadi dekat, alangkah cepatnya

Enam Penyakit Yang Menular Melalui Ciuman

Adegan ciuman dengan pasangan saat bercinta merupakan ritual wajib untuk mengungkapkan rasa cinta dan gairah seksual kepada pasangan. tapi dibalik rutinitas itu kenali 6 penyakit menular yang melalui ciuman.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit.
Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman.
Berikut beberapa penyakit yang dapat menular melalui ciuman
1. Flu dan pilek
Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.
2. Glandular fever atau kissing disease
Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.
3. Herpes
Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat berciuman.
Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.
4. Hepatitis B
Berciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.
5. Kutil
Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.
6. Penyakit meningokokus
Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.

Makna diperingatinya Hari Kartini 21 April 2016

Makna diperingatinya Hari Kartini 21 April 2016 Hari Kartini. Ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.
Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.
Hari Kartini, di berbagai daerah diperingati dengan cara menggunakan baju adat daerah-daerah yang ada di Indonesia. Entah kenapa juga, apakah ada relasi antara baju adat dan perjuangan R. A. Kartini itu sendiri.
Suatu fenomena menarik aku dengar dari ayahku. Di sebuah sekolah dasar di Surabaya Timur, dilakukan juga perayaan serupa. Hari itu, seluruh murid kelas 1 menggunakan baju daerah. Sifat ayahku yang supel membuatnya bisa dekat dengan anak-anak di sana. Ia bertanya pada beberapa anak, “Wah, bagus-bagus ya bajunya…” “Ini dari Sunda ya?”, seraya bertanya kepada salah 1 anak. Sang anak pun menjawab “Iya, om…”
Pertanyaan serupa diberikan kepada beberapa anak. Sampai kepada seorang anak, “Wah, ini bagus sekali, bajunya dari Jogja ya?” Dengan yakinnya, sang anak menjawab, “Lhoo, bukan! Ini dari Pasar Atom!!! Enak aja!!!” Kejadian yang aneh dan lucu, tapi nyata. Baru saja terjadi.
Jadi sebenarnya apa makna hari Kartini sebenarnya? Apakah bajunya? Kadang kita lupa akan makna dari hal-hal yang kita peringati. Padahal negara ini bisa lahir dan terus bertumbuh akibat momentum-momentum bersejarah.
Setidaknya, momentum ini bisa membuat rasa nasionalisme kita ada dan bertumbuh, untuk menyegarkan semangat kita untuk membangun bangsa kita, dan terutama kota kita tercinta, dan tidak menyerah dengan keadaan yang serba sulit seperti saat ini.

Culture Bugis and Makassar

Culture Bugis and Makassar culture here refers to the people of South Sulawesi, especially ethnic Bugis and Makassar. Bugis are those who inhabit the district Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Waji, Sidendeng, Rappang, Bollywood, Polewali-Mamasa, Enrekang, Luwu, Pare-Pare, New, Pangkajene Kepulana, and Maros. Meanwhile, the tribe inhabiting the region of Gowa Makassar, Takalas, Jeneponto, Bull, Maros, Pangkajene.

Language

Bugis-speaking people and people Pugi Makassar Mangkasa language. Both these languages have their own script called Lontara alphabet, ie a system of letters sangsekerta letter. Since the rise of Islam, literature Bugis Makassar in tilis in Arabic and is called by the name Attack script.

Kinship System

In the case of marriage, people usually seek Bugis Makassar soul mate from his own village. This is called the ideal marriage. In terms of looking for soul mate and choice in marriage, the Bugis Makassar know some Bentu is as follows:

a. Marriage between first degree cousins, both the maternal and paternal.
b. Marriages between second degree cousins both the mother and father.
c. Marriage between a third-degree cousin of the father or mother.

Bugis Makassar people recognize patrilineal kinship system, followed by a pattern of settling patrilokal or neolokal. Petrilokal settlement pattern is the pattern in which wives stay followed her husband. Settlement pattern was a pattern neolokal is settled where after marriage the husband and wife living somewhere new.

The division of inheritance, the Bugis Makassar generally follow the legal procedures and the division of Islam.

Religion

Most people Bugis Makassar Muslim and only a small portion of the Protestant Christian or Catholic. The influence of Islam in the Bugis community in Makassar pervasive norms and system life. Before the arrival of Islam, the people of Makassar believe the gods crate Se'rea god (the god of Heaven), the supreme god who dwells in the highest heaven (Heaven boting). The cult of the god was carried out at the top houses (samulayang) abuak ceremony. In addition there is the god of sky god World. The world god set the world on duty. The cult of the World dwa conducted in the middle pole house (paccialah), the ceremony is called Attoana.

Fantastic Indonesia Vacations

Indonesia Vacations 2 Fantastic Indonesia VacationsIndonesia, the largest archipelago on the earth, is located at the Southeast of Asia. Indonesia is enriched with 18,110 islands, where only 6,000 of these islands are inhabited. With its thousands of islands, Indonesian population reaches the number over 230 million people, in which most of them are Muslim. That’s why, Indonesia is known as the largest Muslim population all around the world, and it is also in the fourth position of the world’s most populous countries, after China, India and USA. With all of these, Indonesia vacations will certainly be a great pleasure to experience.
When talking about the character of Indonesian people, they offer a great hospitality to the foreigners most of the time.
Indonesia is a tropical country that has 2 seasons which are the dry and the wet seasons. It is highly recommended to have Indonesia vacation in the dry season which is usually around April to October. At these times, the weather is nice, and the humidity is less than in the wet season. However, it does not close any possibility to have Indonesia vacation in most of Indonesian parts during the wet season. However, you need to remember that there will be some activities restriction due to the constant raining in the wet season.
Although Indonesia offers a great range of tourism destinations, the most famous ones for Indonesia vacations will the Bali island (with its Nusa Dua Bali, Kuta Beach Bali, Sanur Bali, Ubud Bali), Lake Toba (Medan), Lombok Island ( also Gili Islands Lombok), Bunaken ( at the North of Sulawesi), Jakarta ( the Indonesian capital), Bandung and Yogyakarta. These places will give you a memorable Indonesia vacations.
Interesting places in Indonesia
Indonesia Vacations 3 Fantastic Indonesia VacationsIndonesia is very rich with the culture and has a very beautiful nature. If the tourism destinations all around islands in Indonesia are well and more seriously managed, Indonesia vacations can certainly be a paradise for the travelers. Bali Island is the most well-known tourism destination in Indonesia. Bali has become the second most visited tourism destination in the world after Hawaii. If you feel like doing an adventurous travel, you can try Bali diving, Lombok diving, Bali snorkeling, Lombok surf, Bali Fishing, Golf in Bali, Bali cruises, Elephant Safari Park Bali, Biking in Lombok or you may just try Diving in Bunaken where you will find the most beautiful underworld view in the North Sumatera.
If your favorite activities involve hiking and climbing, you can try to visit some mountains and volcanoes, some of them are Mount Bromo, Mount Tangkuban Perahu, Mount Jayapura, Mount Rinjani Lombok and Mount Agung Bali.
Indonesia Vacations Fantastic Indonesia Vacations
Mount Rinjani Lombok
Indonesia is famous with its beautiful beaches, such as Kuta Beach Bali, Senggigi Beach Lombok, Sanur Beach Bali, and many others. Besides that, the beauty of Indonesian nature can be seen from the rice plantation in Ubud Bali, the tea plantation in Bandung, Ciwidey and Puncak. Or you may head to North Sumatera to visit Lake Toba, a wide magnificent lake, for Indonesia Vacations experience.
If you are interested in the variety of cultures, Indonesia is the right place to go because it has more than 1000 customs and languages. Every region in Indonesia has its own language, however their unity language is Bahasa Indonesia. Besides that the Indonesia vacations will not be complete without the presence of various traditional dances originated from every region in Indonesia.
Shopping in Indonesia
If you love shopping, Indonesia vacations will offer you a great range of shopping goods. The famous ones among them will be krises ( small dagers), woodcarvings and sculpture, Bamboo articles, silver and gold jewelry, bamboo articles, paintings, woven cloth, and of course batik cloth.
Indonesia Vacations 4 Fantastic Indonesia VacationsOne of some best places for shopping is Bali. You are able to find a great variety of arts and crafts, souvenirs, woodcarvings, and batik. In almost every tourism destination in Bali, you will find lots of street vendors along the crowded main street offering their goods to tourist. However, despite of the great range of goods variety, the prices offered are sometimes too high these items. This is when your bargaining skill is coming handy. The bargaining skill is very required when you want to buy certain item in these street vendors.
Recently, there are many luxurious shopping malls in almost every region in Indonesia, such the ones in Jakarta, Bandung, Yogyakarta and Bali. Jakarta shopping, Bandung Shopping, Bali Shopping, Yogyakarta Shopping, and so many more are the activities you can have for getting any local or international goods. These shopping malls adopted western style. They are usually offering western fast food restaurants and clothes shops. The prices in these shopping malls are the fixed ones. The greatest variety of malls in Indonesia can be found in Jakarta. However, if you want to get traditional handicrafts, you need to head to a more remote region or town where these traditional handicrafts are commonly made locally. Herewith, have a fantastic Indonesia vacations.

Beberapa Batik Milik Indonesia !!



Batik milik Indonesia !!
Sudah banyak hasil budaya bangsa Indonesia yang di klaim oleh Malaysia (Malingsia). Banyak yang berpendapat hal ini terjadi karena bangsa kita sendiri jarang menghargai atau bangga dengan budayanya. Hal ini terbukti dengan tidak adanya hak paten atas budaya-budaya milik bangsa kita, sehingga bangsa lain mendapat kemudahan untuk mengklaimnya.



Tidak terkecuali dengan batik, hasil kebudayaan asli Indonesia. Batik pun sempat menjadi barang rebutan Malaysia, mereka (red: Malaysia) mengklaim batik adalah salah satu budaya milik mereka. Untung saja bangsa Indonesia tidak tinggal diam. Banayak respon positif untuk menghadapi tingkah senonoh Malaysia ini. Banyak publik pun yang terlibat, tidak terkecuali para hacker Indonesia, yang sempat membuat kehebohan dengan melakukan hack ke situs-situs milik Malaysia. Selain itu ada juga Saykoji yang melawannya dengan lagu ciptaanya “Copy My Style Again“.



Kini bangsa Indonesia bisa sedikit bernafas dengan batik ini, karena United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) telah mengakui bahwa batik adalah hasil budaya milik bangsa Indonesia. Pengakuan resmi dari UNESCO itu sendiri telah dilakukan pada tanggal 28 September 2009 dan penghargaan resminya pada tanggal 2 Oktober 2009 (hari ini) di Abu Dhabi.



Adapun pengakuan dari UNESCO ini karena batik-batik di Indonesia memiliki motif yang beraneka ragam dan memiliki filosofi yang mendalam. Selain itu pemerintah dan rakyat Indonesia juga dinilai telah melakukan berbagai langkah nyata untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya itu secara turun menurun. Salah satunya adalah pemakaian batik di kantor atau instansi-instansi pemerintah, dan di sekolah-sekolah.


Atas perkembangan ini, Presiden SBY menyambut baik kabar tersebut. Sebagai bentuk apresiasi baik terhadap batik dan penghargaan UNESCO itu, Presiden SBY meminta seluruh warga negara Indonesia mengenakan batik pada 2 Oktober 2009. Sedangkan di Yogyakarta sendiri (kota yang identik dengan batik), walikota Yogyakarta telah menghimbau untuk pemasangan atribut-atribut batik di Daerah Istemewa Yogyakarta, seperti di jalan-jalan, kantor pemerintah atau instansi-instansi lainnya. Sedangkan pada tanggal 1-3 Oktober di harapkan warga Yogyakarta mulai mengenakan batik dalm segala aktivitasnya.



Mari kita jaga warisan budaya para leluhur kita….

Beberapa Kue Tradisional Orang Bugis

Beppa Ogi - Kuih Tradisional Orang Bugis
Baje canggoreng, kue tradisonal ini bahan utamanya dari kacang tanah dan gula merah, rasanya gurih dan manis. Panganan ini dapat bertahan sampai 1 (satu) bulan dalam kemasan.

Kue ini merupakan makanan tradisional yang dikenal dengan nama Barongko yang bahan utamanya dari pisang yang dihaluskan dan dicampur dengan bahan kue lainnya. Uniknya kue ini dibungkus dengan daun pisang yang memiliki bentuk tersendiri. Kue ini menjadi kue favorit di acara-acara pernikahan Masyarakat Bugis-Makassar khususnya di Kota Parepare.

Kue ini merupakan makanan tradisional yang memilki rasa manis yang khas dimana rasa golla cella (gula merah; baca : Indonesia) mendominasi kue ini. Kue ini dikenal dengan nama Beppa golla cella karena dominasi bahan adonanya adalah golla cella (gula merah; baca : Indonesia) dan dalam pembuatannya memilki cetakan khusus.

Kue ini merupakan makanan tradisional yang memiliki rasa khas, manis dan renyah. Untuk acara pernikahan masyarakat Bugis kue ini menjadi syarat yang mesti ada. Kue tradisional ini dikenal dengan sebutan beppa pute yang bahan utamanya terbuat dari putih telur. 

Kue tradisional yang satu ini dikenal dengan nama cucuru tekne yang bahan utamanya terbuat dari tepung beras dan gula merah. Keu ini memilki khas rasa manis gula merah, renyah dan enak. Bentuknya yang khas lonjong dan sedikit mengkerucut diujungnya menjadikanya lebih unik.

Didara Belanda, kue tradisonal ini bahan utamanya tepung terigu dan telur yang memilki warna khas oranye dan kuning. Panganan kue ini memiliki rasa yang manis. Belum ada sumber sjarah yang jelas mengapa kue ini dinamakan didara belanda ,mungkin karena warnanya yang oranye yang merupakan warna kesukaan orang Belanda sehingga dinamakan didara belanda.

Katirisala, kue tradisonal ini bahan utamanya beras ketan hitam, gula merah dan telur yang memilki rasa enak, manis dan khas. Dalam pembuatannya kue ini biasanya memilki cetakan khusus berbentuk bundar , kue yang satu ini terdiri dari dua lapisan dimana lapisan bawahnya terbuat dari beras ketan dan lapisan atasnya terbuat dari campuran gula merah dan telur. Katirisala menjadi salah satu jamuan bosara (baca : bugis) yakni hidangan kue yang biasanya selalu ada dalam acara pernikahan atau acara-acara masyarakat Bugis Makassar.

Nennu-nennu, kue tradisonal ini bahan utamanya dari tepung beras ketan dan gula merah yang memilki rasa manis dan renyah. Bentuknya yang unik kayak tumpukan serabut-serabut halus dengan beratnya yang sangat ringan membuat penasaran untuk mencicipinya. Kue ini dapat bertahan selama sebulan.

Onde-onde jawa, kue tradisonal ini bahan utamanya dari tepung beras ketan yang memliki isi tengah kacang hijau. Kue gorengan ini memilki rasa yang enak dan penampilan unik dengan taburan wijen yang memenuhi permukaan kue ini.

Putu, makanan tradisonal ini bahan utamanya dari tepung beras yang dikukus dalam wadah khusus, rasanya sangat nikmat jika disajikan hangat-hangat dengan sambal khas dari ampas minyak goreng. Makanan ini hanya didapatkan pada subuh hari untuk sarapan pagi yang nikmat. Ada beberapa tempat di Kota Parepare yang setiap paginya menjual makanan ini antara lain : Jalan Baso Dg. Patompo, Jalan Lasinrang. 

Putu Pesse, kue tradisonal ini bahan utamanya dari tepung beras ketan dan gula pasir yang memilki rasa manis dan renyah.
Inilah Kerajinan Tangan Khas Riau

Inilah Kerajinan Tangan Khas Riau

Seminar UKM Riau Goes Online yang ditaja Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Riau memliki perkembangan kemajuan dan ekonomi yang cukup signifikan, beragam jenis bisnis telah tumbuh subur di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau ini. di antara jenis bisnis tersebut adalah penjualan barang dari kerajinan tangan khas Riau.
Produk kerajinan tangan ini di Riau memiliki daya saing yang cukup tinggi karena di imbangi oleh kualitas yang baik. Dengan kualitas yang tidak kalah dengan barang-barang impor.
Produk kerajinan khas Riau saat ini pemasarannya sudah menjangkau beberapa wilayah di Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Tak hanya dipromosikan via offline, kinipun sudah mulai menjamur istilah UKM Goes Online/Online store.
Jenis kerajinan tangan di provinsi Riau yang menjadi cirri khas adalah seperti : Anyaman pandan, anyaman rotan, tudung saji, tikar, tempat lampu, tenun songket, seni ukir, sulaman batik siak dan masih banyak jenis-jenis yang lainnya. Namun biasanya tenunan songket merupakan tenunan yang paling banyak dicari orang, karena kain songket ini bisa digunakan dalam acara-acara resmi di daerah-daerah.
Ragam jenis kain songket yang biasa digunakan antara lain : songket motif bunga, motif awan, motif tunggal, motif daun tunggal, motif tabir bintang, motif mata panah, motif pucuk rebung, motif siku kaluang, dan motif kuntum bunga. Kain songket ini merupakan kain khas bumi melayu yang tetap harus dijaga kelestariannya.
Kain songket umumnya banyak digunakan pada pakaian adat orang melayu Riau. Kain tenun songket memilki ciri khas dan keunikan tersendiri yang menjadi nilai jual lebih dan menjadi salah satu jenis kerajinan tangan khas di propinsi Riau yang kaya akan keindahan dan estetika sebagai wujud budaya Provinsi Riau yang melambangkan corak, pemikiran dan pandangan masyarakat melayu.
Rencana pemerintah provinsi Riau dalam menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di Indonesia (PON ke XVIII) yang akan diadakan pada tahun ini, merupakan suatu peluang dan kesempatan besar yang dapat di manfaatkan oleh kalangan pebisnis. Karena momen seperti ini pasti kebutuhan akan kerajinan tangan sangat meningkat.
Bahkan menurut berita yang di release mengenai PON ke XVIII ini, pemerintah melalui Dinas Koperasi Provinsi Riau telah menyiapkan 500 unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk pembuatan cinderamata khas Riau yang akan di ambil dari beberapa daerah di provinsi Riau. Hal ini tentunya akan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus ajang promosi pariwisata provinsi Riau.
Maka dari itu sudah sepantasnyalah kita menjaga dan melestarikan keberadaan dan pandangan budaya kita, mari kita jaga semua cirri khas provinsi Riau yang kita cintai ini. agar menjadi provinsi yang memiliki marwah melayu dan kaya akan keanekaragaman dan produk-produk yang bermutu.
Masjid Agung Al-Falah Jambi, Masjid Seribu Tiang

Masjid Agung Al-Falah Jambi, Masjid Seribu Tiang

Interior Masjid Al-Falah, Jambi.
Selain tiang berwarna putih, terdapat pula tiang berukuran lebih besar dan berbentuk bulat silinder. Warnanya pun tampak lebih berbeda.

Tiang yang berukuran besar ini dilapisi oleh tembaga. Pada bagian tiang ini hadir ornamen ukiran Jepara yang lebih detail. Motif yang hadir itu berupa gambar flora dengan tampilannya yang saling berulang dan terkait.

Tiang berbahan tembaga itu langsung menjadi penopang dari bagian kubah. Di bagian kubah ini menampilkan estetika yang cukup menawan.

Bentuk garis simetris itu saling menyatu membentuk formasi. Garis-garis ini terlihat begitu menonjol karena memiliki warna yang cukup cerah pada bagian latarnya.

Lalu, di sisi bagian terbawah kubah dan berdekatan dengan tiang penyangga tersebut terdapat pula hiasan kaligrafi berbahasa Arab berwarna kuning emas.

Kaligrafi itu dibuat mengitari seluruh bagian sisi terbawah kubah. Hiasan inilah yang memberikan kesan sangat kental adanya adopsi masjid tradisional di Jawa.

Tak lupa juga untuk memberikan kesan anggun, menggelantung sebuah lampu dengan tipe chandelier. Lampu gantung memiliki tentakel layaknya hewan gurita. Tentakel itu memiliki bentuk melengkung mengarah ke bagian atas. Inilah keindahan lain yang tersaji di bagian interior masjid.

Hal lainnya yang cukup memikat perhatian terdapat pula pada bagian mihrab. Di bagian ini menjadi satu-satunya hamparan vertikal yang ada pada bagian interior masjid.

Namun, bagian itu bukanlah berbentuk tembok. Hamparan vertikal yang tampak di sini adalah ukiran yang terbuat dari bahan material kayu. Bagian ini memiliki warna merah kekuningan.

Bersejajar dengan ukiran kayu itu terdapat juga warna kuning emas. Warna ini terlihat sangat menonjol karena letaknya di bagian muka dari mihrab masjid. Pada bagian mihrab itu terdapat dua buah pilar besar yang dilengkapi dengan hiasan bermotif flora.

Sedangkan, pada bagian atas dinding mihrab ini terdapat lengkungan kuningan. Di atas lempengan tersebut tersaji tulisan kaligrafi berbahasa Arab.

Lalu, masih menyatu dengan bagian mihrab tersebut terdapat pula sebuah mimbar. Posisinya tidak terlalu menjorok ke barisan shaf jamaah. Bentuk mihrab ini memiliki kemiripan bentuk dengan mimbar pada masjid tradisional di Indonesia, seperti Masjid Demak.

Pada bagian itu, warna merah marun dan kuning emas memberikan aksen seni yang cukup memikat. Semua yang tersaji di bagian mihrab ini merupakan pengayaan bentuk atau hasil renovasi dari masjid tersebut pada 2008.

Seni Tari Tradisional Bali

Siapa yang tidak kenal Bali atau sering disebut pulau wisata Bali? Daerah ini memilki berbagai nilai keindaha atau wisata, hamper seluruh wilayah di Bali memilki tempat sebagai objek wisata bali, banya orang menyebutnya sebagai surganya para pelancong. Keindahan alam yang ada di pulau bali tidak terlepas pada para penduduknya yang memiliki kesadaran dan kreativitas tinggi untuk menjadikan potensi alam yang dimilikinya menjadi sebuah tempat yang memanjakan para wisataan, hal ini terbukti, tidak hanya keindahan alamnya yang terkenal di Bali, namun banyak hasil kreasi masyarakat Bali yang menjadi daya tarik atau perhatian dari berbagai wisatawan dari seluruh penjuru dunia, salah satu hasil kreasi masyarakat bali dalam bentuk seni yaitu tarian tradisional, tarian tradisional bali ini memiliki khas yang berbeda dengan tari tradisional wilayah lainnya di Indonesia. Berikut tari tradisional Bali yang populer :

Tari Baris Tunggal
Tari Baris merupakan salah satu tarian sakral yang digunakan oleh umat Hindu di Bali sebagai pelengkap di suatu upacara keagamaan agama Hindu di Bali. Sifat sakral dalam tari Baris ialah, bahwa tari ini merupakan sebuah tarian untuk membuktikan kedewasaan seseorang dalam segi jasmani. Kedewasaan seseorang pria dibuktikan dengan mempertunjukkan kemahiran dalam olah keprajuritan yang biasanya disertai dengan kemahiran dalam memainkan senjata perang. Maka dari itu, tari Baris selain merupakan tarian sakral juga merupakan tari kepahlawanan. Adapun ciri khas dari tari Baris ialah, pertama tari ini lebih menonjolkan ketegapan dan kemantapan dalam langkah – langkah kaki serta kemahiran memainkan senjata perang. Kedua, pakaiannya juga mempunyai corak yang khas, yaitu penutup kepalanya bebebtuk kerucut, dan penutup badannya terdiri dari baju panjang serta hiasan kain – kain kecil panjang yaitu awir dan lelamakan.
      Tari Baris terbagi menjadi 2 bagian, salah satunya adalah tari Baris Tunggal. Tari baris tunggal merupakan tarian sakral yang digunakan pada saat Upacara Pitra Yadnya yaitu Karya mamukur, dimana disini tari baris tunggal berfungsi sebagai sarana penghatur punia atau persembahan bagi para leluhur yang dihantarkan dengan mantra-mantra suci Sulinggih dan alunan gamelan pengiring tari baris tunggal itu sendiri. Tari baris tunggal merupakan tarian lepas yang dibawakan oleh seorang laki-laki, dimana menggambarkan seorang prajurit gagah perkasa yang memiliki kematangan jiwa dan kepercayaan dimana itu diperlihatkan dengan gerakan tari yang dinamis dan lugas. Berbeda dengan tari Baris Tunggal sakral, tari Baris Tunggal Profan juga biasanya ditampilkan sebagai tari lepas dalam beragam pagelaran seni pertunjukan balih-balihan



Tari Barong
Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
      Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.
    Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong. Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.
     Tari Barong memiliki keistimewaan yang terletak pada unsur-unsur komedi dan unsur-unsur mitologis yang membentuk seni pertunjukan. Unsur-unsur komedi biasanya diselipkan di tengah-tengah pertunjukan untuk memancing tawa penonton. Pada babak pembukaan, misalnya, tokoh kera yang mendampingi Barong membuat gerakan-gerakan lucu atau menggigit telinga lawan mainnya untuk mengundang tawa penonton. Sementara itu, unsur mitologis terletak pada sumber cerita yang berasal dari tradisi pra-Hindu yang meyakini Barong sebagai hewan mitologis yang menjadi pelindung kebaikan. Unsur mitologis juga nampak dalam pembuatan kostum Barong yang bahan dasarnya diperoleh dari kayu di tempat-tempat yang dianggap angker, misalnya kuburan. Unsur mitologis inilah yang membuat Barong disakralkan oleh masyarakat Bali. Selain itu, Tari Barong juga seringkali diselingi dengan Tari Keris (Keris Dance), di mana para penarinya menusukkan keris ke tubuh masing-masing layaknya pertunjukan debus.
     Tari Barong dapat disaksikan di beberapa tempat di Kabupaten Gianyar, Bali, di antaranya di Pura Dalem Ubud yang biasanya mulai dipentaskan pada jam 19.30 WITA, serta di beberapa sanggar seni di Desa Batubulan yang dipentaskan pada jam 09.30 WITA. Untuk menonton seni pertunjukan ini, wisatawan dapat menuju Desa Batubulan melalui Kota Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali. Dari Kota Denpasar, Batubulan berjarak sekitar 10 km atau membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum (taksi/mobil carteran). Sementara, jika wisatawan memulai perjalanan dari Pantai Kuta atau kawasan Nusa Dua, dibutuhkan waktu + 45 menit.
     Untuk menyaksikan pertunjukan Tari Barong, wisatawan domestik maupun mancanegara dikenakan biaya sebesar Rp 50.000 per orang. Dengan membayar tiket sejumlah itu, wisatawan juga akan memperoleh panduan cerita pementasan dalam bentuk cetak dengan berbagai pilihan bahasa, antara lain bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Italia, Jepang, dan Mandarin. Selain menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan juga dapat menyewa jasa travel untuk menonton tarian ini. Penyedia jasa travel umumnya telah memiliki jadwal tetap pertunjukan Tari Barong di Desa Batubulan. Namun, apabila ingin lebih leluasa dengan agenda wisata yang diinginkan, wisatawan dapat menyewa mobil carteran dengan biaya sewa yang dihitung per hari. Kecuali menyaksikan pertunjukan tari, salah satu agenda wisata yang bisa dilakukan di desa ini adalah berbelanja aneka cenderamata yang dijual oleh toko-toko suvenir maupun galeri seni yang ada di sepanjang jalan di Desa Batubulan. Benda-benda seni seperti patung maupun ukiran merupakan cenderamata khas dari desa ini. Apabila memerlukan akomodasi dan fasilitas seperti penginapan (losmen, hotel melati, maupun hotel berbintang), warung makan, serta tempat hiburan malam, maka wisatawan dapat menemukannya di kota terdekat, yaitu Kota Denpasar.

Tari Belibis 
Tari ini diilhami oleh cerita Angling Dharma yang merupakan seorang Raja. Pernah nonton Angling Dharma tidak dulu waktu masih disiarkan di salah satu tv swasta? Sudah lupa ya? Hehe. Jadi, karena suatu hal ia harus meninggalkan kerajaannya dan merantau dari satu daerah ke daerah lain. Dalam pengembaraannya, Angling Dharma bertemu dengan seorang putri raksasa pemakan manusia. Raksasa merasa khawatir rahasianya diketahui oleh Angling Dharma, dikutuklah Angling Dharma menjadi seekor burung Belibis yang hidup di air. Tarian ditarikan oleh perempuan secara berkelompok (biasanya).
Tari Cendrawasih
Tari ini mungkin bisa dibilang satu tipe dengan tari Manukrawa, tapi bedanya ini ditarikan oleh perempuan yang sudah remaja atau dewasa. Tarian ini menggambarkan sekelompok burung Cendrawasih yang bertebrangan menikmati alam bebas, riang gembira, bercanda, sambil memadu kasih. Tarian ini ditampilkan secara berkelompok atau paling tidak dua orang. Indah banget kalau lihat tarian ini. :)
     Kisah yang digambarkan di dalam tarian ini adalah menggambarkan kelembutan serta kemesraan dari sepasang burung cendrawasih di pegunungan Irian Jaya pada masa birahi saat menghiasi alam sekelilingnya dengan tarian cinta mereka yang tersusun atas warna-warni pelangi terpendar dalam rangkuman gerak mereka yang indah bagaikan penggalan puisi para pujangga. Tari duet yang ditarikan oleh penari putri, kendatipun dasar pijakannya adalah gerak tari tradisi Bali, beberapa pose dan gerakannya dari tarian ini telah dikembangkan sesuai dengan interpretasi penata dalam menemukan bentuk - bentuk baru sesuai dengan tema tarian ini. Busana ditata sedemikian rupa agar dapat memperkuat dan memperjelas desain gerak yang diciptakan.
      Tarian ini diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti Festival Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah I Wayan Beratha dan I Nyoman Widha pada tahun 1988.

Tari Ciwa Nataraja 
Ciwa Nataraja adalah manifestasi Siwa sebagai penari tertinggi alias Dewanya penari. Gerakan Siwa merupakan pancaran tenaga prima yang kemudian menyatu sehingga terciptalah alam semesta ini. Begitu menerut kepercayaan orang Bali.





Tari Condong
Tarian ini bisa dibilang tarian yang cukup sulit dan durasinya juga cukup lama. Sekitar 11 menit, atau lebih ya.. saya agak lupa persisnya. Tarian ini adalah tarian klasik Bali yang memiliki perbendaharaan gerak yang sangat kompleks yang menggambarkan seorang abdi Raja. Tari Condong adalah sebagai pelestarian budaya Bali dalam upaya mengajegkan Bali. Awalnya tarian ini menampilkan dua penari yang menyimbolkan dua bidadari dari sorga yaitu bidadari Supraba dan Wilotama. Namun, dalam perkembangannya sekitar tahun 1930-an, muncul ide seniman untuk melengkapinya tarian ini. Tarian ini menjadi lebih hidup dengan mengisahkan suasana kerajaan yakni menampilkan tingkah polah sang raja dan sang abdi. Walaupun tarian ini merupakan tarian dasar yang harus dikuasai oleh penari, hingga saat ini tak ada yang tahu siapa pencipta tarian klasik ini.

Tari Gabor 
Tari ini merupakan tarian wanita yang mirip dengan tari Pendet. Bahkan sebenarnya tari ini hanya merupakan variasi lain dari tari Pendet, namun pembendaharaan geraknya lebih banyak, diambil dari gerak-gerak tari upacara seperti Rejang. Tari Gabor biasanya ditarikan oleh dua orang penari wanita atau lebih. Tari ini diciptakan oleh I Gusti Raka (dari Saba) seorang dosen ASTI Denpasar pada tahun 1969. Tarian yang sejenis kemudian diubah oleh I Wayan Beratha guru SMKI Denpasar pada tahun 1970. Pada tahun 1972 I Wayan Beratha menciptakan tarian yang sejenis yang dinamakan tari Panyembrama

Tari Genjek 
Tari Genjek adalah salah satu jenis kesenian tradisional yang sampai saat ini masih berkembang di Karangasem. Seni Genjek ini awalnya merupakan salah satu seni karawitan, dimana penampilannya pada setiap kesempatan tidak terlalu banyak menggunakan berbagai jenis instrumen seperti yang terdapat pada seni kerawitan lainnya. Elemen yang paling dominan dipakai dalam seni Genjek ini adalah elemen suara (vocal) yang dikemas dalam bentuk tembang atau gending.
     Disamping terdapat beberapa alat musik lain yang dipakai sebagai pengiring, yang paling unik dalam penampilan seni Genjek ini adalah adanya sarana lain yang menyertai, yang berupa minuman khas Bali, yaitu tuak. Bermula dari acara kumpul-kumpul sambil minum arak dan tuak, beberapa orang yang sudah hilang kendali dalam artian mabuk, mereka mengeluarkan suara-suara yang tidak tentu dan akhirnya disahuti dengan yang lainnya. Kesan senang dan gembira terpancarkan dari cara mereka mengungkapkan kata-kata dengan berirama selayaknya sebuah lagu tersebut. Sebagian orang lainnya akan menirukan suara musik sebagai pelengkap dari genjek khususnya suara kendang dan kempul. Kreativitas pun terus berjalan dengan masuknya para wanita yang ikut menyanyi, supaya sahut-menyahut dalam lagu menjadi lebih hidup. Tiba-tiba masuk pula alat tabuh angklung bambu (gerantangan) yang biasa mengiringi tari joged. Maka seni genjek mengalami perjalanan yang demikian cepat, dari seni mabuk menjadi seni koor khas Bali dengan irama yang demikian enerjik. Apalagi unsur mabuknya kemudian berangsur dihilangkan, serta masuknya tarian joged yang membuat tarian ini semakin bervariasi.

Tari Gopala
Kata Gopala ini berasal dari bahasa Kawi, yang artinya penggembala. Tari ini menggambarkan tingkah laku sekelompok penggembala Sapi di suatu ladang penggembalaan. Ditarikan oleh laki-laki juga (biasanya yang saya tahu laki-laki ya).
      Tari Gopala merupakan tarian yang bertemakan kerakyatan yang ditarikan sekelompok anak-anak atau remaja Putra, dimana tarian ini digarap oleh I Nyoman Suarsa sebagai penata tari dan I Ketut Gede Asnawa,MA sebagai penata tabuh, diambil dari penggalan cerita pragmentari : “STRI ASADHU” Karya Ibu Ketut Arini,S.St. Tarian ini diciptakan pada tahun 1983. Gopala adalah sebuah istilah dalam bahasa Kawi yang berarti penggembala sapi. Tarian ini merupakan tari kelompok, dan biasanya ditarikan oleh 4 sampai 8 orang penari putra. Dalam tarian Gopala ini menceritakan aktivitas yang dilakukan oleh para pengembala di ladang pertanian/sawah. Semua aktivitas tadi dituangkan kedalam bentuk garapan tari misalnya: gerakan binatang sapi, memotong rumput, menghalau burung, membajak sawah, menuai padi dan gerak lain-lainnya yang berhubungan dengan aktivitas petani. Gerak tersebut di atas di olah menjadi pola garap yang berbau baru dengan nuansa estetika kekinian. Gerakan tari ini menjadi hidup apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan semangat.

Tari Jauk 
Tari Jauk apabila ditinjau dari segi teknik gerak tarinya mirip sekali dengan tari Baris. Tetapi dalam tari Jauk ini penarinya menggunakan topeng Jauk dan gerakan tarinya bersifat improvisasi. Topeng Jauk selalu berwarna menyala atau putih serta dengan mata melotot yang penuh pandangan yang tajam sekali. Selain itu penari Jauk mengenakan sarung tangan yang berkuku panjang. Apabila tari Jauk dipertunjukkan dalam bentuk drama tari, yang cocok sekali ditarikan dengan tari Jauk ialah peranan Rahwana dan Bima. Usia tari Jauk kemungkinan besar sama dengan drama tari topeng yang lahir pada abad ke-XVII.

Tari Kecak
Kecak (pelafalan: /'ke.tʃak/, secara kasar "KEH-chahk", pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack, dan Ketiak), adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
      Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.

Tari Kupu–Kupu

Tari Kupu-kupu melukiskan ketentraman dan kedamaian hidup sekelompok kupu-kupu yang dengan riangnya berpindah dari satu dahan ke dahan yang lain. Tarian ini merupakan tarian putri masal yang diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1960-an.




Tari Legong Lasem (Kraton) 
Tari ini sudah cukup banyak yang mulai mengenal ya. Kalau yang suka naik travel Cipaganti (Jakarta-Bandung), pasti sering melihat di mobilnya ada gambar penari Bali dengan kostum tari Legong Lasem (Kraton). Hehe. Tarian ini berkisah tentang keinginan Raja Lasem untuk meminang Rangkesari, putri kerajaan Daha (Kediri), namun ia berbuat tidak terpuji dengan menculiknya. Mengetahui adiknya di culik, Raja Kediri menyatakan perangdan berangkat ke Lasem. Sebelum berperang, adipati lasem harus menghadapi serangan burung garuda, namun Ia berhasil melarikan diri tetapi kemudian tewas dalam pertempuran melawan Raja Daha. Seru ya. :). Tari ini adalah tari klasiknya Bali.
    Legong merupakan kelompok tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari tari gambuh. Kata Legong berasal dari kata "leg" yang artinya gerak tari yang luwes atau lentur dan "gong" yang artinya gamelan. "Legong" dengan demikian mengandung arti gerak tari yang terikat (terutama aksentuasinya) oleh gamelan yang mengiringinya. Gamelan yang dipakai mengiringi tari legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan. Legong dikembangkan di keraton-keraton Bali pada abad ke-19 paruh kedua. Konon idenya diawali dari seorang pangeran dari Sukawati yang dalam keadaan sakit keras bermimpi melihat dua gadis menari dengan lemah gemulai diiringi oleh gamelan yang indah. Ketika sang pangeran pulih dari sakitnya, mimpinya itu dituangkan dalam repertoar tarian dengan gamelan lengkap. Sesuai dengan awal mulanya, penari legong yang baku adalah dua orang gadis yang belum mendapat menstruasi, ditarikan di bawah sinar bulan purnama di halaman keraton. Kedua penari ini, disebut legong, selalu dilengkapi dengan kipas sebagai alat bantu. Pada beberapa tari legong terdapat seorang penari tambahan, disebut condong, yang tidak dilengkapi dengan kipas. Struktur tarinya pada umumnya terdiri dari papeson, pangawak, pengecet, dan pakaad.
      Dalam perkembangan zaman, legong sempat kehilangan popularitas di awal abad ke-20 oleh maraknya bentuk tari kebyar dari bagian utara Bali. Usaha-usaha revitalisasi baru dimulai sejak akhir tahun 1960-an, dengan menggali kembali dokumen lama untuk rekonstruksi.

Tari Manukrawa 
Kalau merujuk pada kata ‘manuk’, pasti sudah bisa menebak bahwa tari ini berhubungan dengan burung. Ya, tari ini menggambarkan sekelompok burung rawa-rawa yang sedang bercanda ria sambil mencari makan. Tari ini biasanya untuk anak kecil, bukan unuk dewasa. Secara, tarian ini ada jongkok-berdiri nya, dan lumayan capek. Kalau orang dewasa, nanti encok-encok. Hehe. Saya pribadi, sangat menyukai tarian ini, karena gamelannya asyik sekali. Gerakannya juga lucu-lucu. Setahu saya, sebelumnya tari ini dulunya adalah bagian dari tari Sendratari Mahabrata. Yang pasti ini, nari ini harus berkelompok.

Tari Margapati
Tarian ini agak mirip dengan Panji Semirang. Tapi ceritanya berbeda. Tarian ini menggambarkan seorang pemuda yang sangat gagah berani dan pantang menyerah, dan dilukiskan sebagai raja binatang (Singa). Saya suka tarian ini, terutama dalam memainkan mata. Banyak melototnya kalau disini. Gerakannya tegas sekali. Margapati ini berasal dari kata ‘mrega’ yang artinya binatang, dan ‘pati’ yang artinya mati. Di tarian ini terdapat gerakan-gerakan yang mencerminkan bahwa si raja hutan sedang mengintai dan siap membinasakan mangsanya. Biasanya ditarikan oleh wanita. sehingga wanita bisa juga jadi gagah.


Tari Pendet 
Tarian ini sudah pasti tidak asing lagi ya di telinga Tari ini biasanya (dan memang selalu) diajarkan paling pertama kali jika kita ingin belajar tari Bali, karena tari Pendet ini semacam basic untuk bisa menari tarian yang lainnya. dalam tarian ini, kalian akan mempelajari gerakan-gerakan dasar tari Bali. Tari Pendet ini ditarikan sebagai tari selamat datang untuk menyambut kedatangan para tamu dan undangan dengan menaburkan bunga, dan ekspresi penarinya penuh dengan senyuman manis. Namanya juga menyambut.
     Pada awalnya, tarian ini ditujukan untuk ibadah di pura, yang melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Tari Pendet diciptakan oleh dua orang maestro tari Bali yaitu I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng pada tahun 1950. Pada awalnya tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadah umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Menurut tradisi Bali, para penari Pendet haruslah gadis yang belum menikah, karena dalam tarian tersebut mereka membawa saji-sajian suci untuk para dewa. Namun lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah tari Pendet menjadi "ucapan selamat datang", meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern pada tari ini adalah I Wayan Rindi pada tahun 1967.
     Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara. Tidak seperti halnya tarian-tarian pertunjukkan yang memerlukan pelatihan intensif, Pendet dapat ditarikan oleh semua orang, pemangkus pria dan wanita, dewasa maupun gadis. Tarian ini diajarkan sekedar dengan mengikuti gerakan dan jarang dilakukan di banjar-banjar. Para gadis muda mengikuti gerakan dari para wanita yang lebih senior yang mengerti tanggung jawab mereka dalam memberikan contoh yang baik. Tari putri ini memiliki pola gerak yang lebih dinamis daripada Tari Rejang yang dibawakan secara berkelompok atau berpasangan. Biasanya ditampilkan setelah Tari Rejang di halaman pura dan biasanya menghadap ke arah suci (pelinggih) dengan mengenakan pakaian upacara dan masing-masing penari membawa sangku, kendi, cawan, dan perlengkapan sesajen lainnya. Adapun orkes gamelan yang mengiringi tari Pendet ini ialah gamelan gong, atau gamelan palegongan, atau gamelan semar pagulingan. Tari Pendet merupakan tarian masal yang bisa dibawakan oleh empat penari, enam penari, delapan atau lebih.

Tari Puspanjali 
Tarian ini merupakan tarian yang gemulai, tarian yang merupakan tarian penyambutan yang ditarikan oleh sekelompok puri. Gerakannya lembut banget, ritmis, dan dinamis. Tarian ini banyak mengambil inspirasi dari tarian-tarian upacara (rejang). Untuk tarian ini, sampai Ibu-Ibu pun bisa kok menari ini. Karena memang gerakannya lembut banget. Sangat-sangat feminim, bahkan kalau menurut saya, lebih feminim daripada tari Pendet. Hehe. Oh, iya. Tari ini hanya sebentar sekali durasinya. Bahkan mungkin yang paling cepat diantara tari-tari Bali lainnya. Kurang lebih 5 menit saja.
       Puspanjali (puspa = bunga, anjali = menghormat) merupakan sebuah tarian penyambutan yang ditarikan oleh sekelompok penari putri (biasanya antara 5-7 orang). Menampilkan gerak-gerak lembut lemah gemulai yang dipadukan dengan gerak-gerak ritmis yang dinamis, tarian ini banyak mengambil inspirasi dari tarian-tarian upacara Rejang, dan menggambarkan sejumlah wanita yang dengan penuh rasa hormat menyongsong kedatangan para tamu yang datang ke pulau mereka. Tari ini diciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (penata tari) dan I Nyoman Windha (penata tabuh pengiring) pada tahun 1989.

Tari Rejang 
Tari Rejang merupakan tarian wanita yang berbentuk tarian masal. Tari ini juga merupakan tarian sakral dan yang menjadi persembahan kepada para dewa ialah para penari itu sendiri. Maka dari itu para penari Rejang haruslah gadis-gadis yang masih suci, bahkan sering dilakukan oleh gadis kecil yang berumur enam tahun. Para penari dipimpin oleh seorang pemangku yang menari paling depan. Di belakang pemangku para penari Rejang berderet-deret menari sambil memegang seutas benang yang dibawa oleh pemangku. Para penari Rejang terkadang menggunakan kipas dalam tarian tersebut, namun sering juga tidak. Irama pada tarian Rejang lambat sekali dan gerakan tarinya juga sangat sederhana. Sehingga tiap gadis Bali dapat melakukannya. Tarian ini diadakan dipura pada malam hari. Iringan gamelannya menggunakan gamelan semar pagulingan.

 Tari Tenun 
Tenun, tahukah anda? tarian ini menggambarkan putri-puri Bali yang sedang menenun secara tradisional. Gerakan-gerakannya memvisualisasikan proses memintal benang hingga menjadi kain. Seru kan? Gerakannya disini cukup detil. Kalau tarian ini, terlihat sekali bagaimana lentiknya jari-jari si penari Bali. Secara, gerakan-gerakan untuk memvisualisasikan menenun ini lebih bermain pada jari.
      Tari Tenun merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh dua orang seniman tari yaitu, Nyoman Ridet dan Wayan Likes pada tahun 1957. Cerita yang diangkat dalam tari Tenun ini menggambarkan tentang penenun-penenun wanita dari desa yang sedang membuat kain tenun dengan alat-alat yang sangat sederhana sekali. Tari ini dimulai sejak para penenun mulai memintal benang, mengatur benang pada alat tenun dan diakhiri dengan menenun. Sebagian gerak-gerak dalam tari ini masih mengacu pada unsur-unsur tarian klasik, namun sebagian lagi telah ditambahkan dengan gerak-gerak imitatif. Gerak-gerak imitatif tersebut terlihat pada saat penenun mengerjakan pekerjaannya, misalnya sedang memintal benang dan menenun.

Tari Trunajaya 
Tarian ini berasal dari Bali Utara yang melukiskan gerak-gerik seorang pemuda yang menginjak dewasa dan sangat emosional. Tarian ini semula diciptakan oleh Pak Wandres dalam bentuk Kebyar Legong dan akhirnya disempurnakan oleh I Gde Manik. Tarian ini bisa juga kok ditarikan oleh perempuan. Hehe. Gerakannya juga lumayan kompleks.

Tari Wiranata 
Tari ini menggambarkan kisah seorang perwira kerajaan yang oke punya dan gagah banget, dimana terlukis dalam gerak-geriknya yang dinamis dan penuh keagungan.

Tari Wirayuda 
Kalau tarian ini adalah tarian kreasi baru yang menggambarkan ketangkasan olah senjata para prajurit dalam menghadapi peperangan. Nah, kalau tari ini, ditarikan oleh laki-laki 3-5 orang juga cukup, dengan bersenjatakan tombak.
Membuat Es Pisang Ijo Spesial Praktis

Membuat Es Pisang Ijo Spesial Praktis

Resep Cara Membuat Es Pisang Ijo Paling Enak – Pada saat sedang menjalani puasa sepanjang hari, paling enak menyantap sesuatu yang dingin dan segar saat berbuka puasa. Cuaca panas yang kerap kali menyertai aktifitas kita sehari-hari pasti membuat kita terkadang menginginkan sesuatu yang segar, dingin dan manis. Nah, apabila Anda memiliki waktu luang sebelum berbuka, tidak ada salahnya jika Anda mencoba membuat sesuatu yang menyegarkan untuk disajikan kepada keluarga anda saat berbuka puasa nanti. Salah satu menu yang menyegarkan dan cocok disajikan pada saat berbuka puasa adalah es pisang ijo. Rasanya sangat enak, nikmat dan meyegarkan. Selain itu Proses membuatnya pun tidak terlalu sulit. Apabila anda penasaran ingin tahu cara membuatnya, silahkan cek Resep Cara Membuat Es Pisang Ijo Spesial berikut ini.
Resep Cara Membuat Es Pisang Ijo Spesial
Bahan Membuat Es Pisang Ijo Spesial :
– 5 buah pisang raja
– 215 g tepung beras
– ½ sdt garam
– 100 ml air daun suji
– 300 ml air
– Sirup berwarna merah secukupnya
– Es serut secukupnya
– Pewarna hijau secukupnya
Bahan Saus :
– 50 g tepung terigu
– 650 ml santan
– 75 g gula pasir
– ½ sdt garam
– 1 lembar daun pandan
Bahan Pelengkap (jika suka) :
Keju parut
Meises
Cara Membuat Es Pisang Ijo Spesial Praktis :
  • Langkah pertama, Ambil 40 gram tepung beras lalu aduk bersama garam, air serta air daun suji. Kemudian rebus sambil terus anda aduk hingga terlihat mendidih, setelah itu teteskan 2-3 tetes pewarna hijau. Lalu angkat
  • Selanjutnya, Tambahkan sisa tepung beras sambil terus anda aduk hingga rata dan adonan menjadi kalis. Lalu bagi adonan menjadi 5, kemudian tipiskan hingga ketebalannya kurang lebih sekitar ½ cm. Setelah itu balut masing-masing pisang dengan adonan tersebut hingga pisang tertutup adonan seluruhnya. Lalu kukus adonan kurang lebih sekitar 20 menit.
  • Berikutnya, Membuat Saus : rebus semua bahan saus hingga mendidih, kemudian angkat dan dinginkan.
  • Terakhir, Penyajian : Potong pisang ijo yang telah selesai dikukus, Lalu letakkan kedalam sebuah wadah saji. Kemudian tambahkan saus, es serut, sirup merah serta bahan pelengkap (jika suka) untuk menambah rasa. Setelah itu es pisang ijo spesial buatan anda siap untuk disajikan.
Nah gimana ? tidak terlalu sulit bukan Resep Cara Membuat Es Pisang Ijo Spesial tersebut.. hehe. Jika anda suka dengan resep es pisang yang telah kami ulas diatas dan ingin tahu resep es lainnya yang tak kalah enak dan menyegarkan, anda bisa mencoba salah satu resep es berikut : Resep Membuat Capuccino Cincau Enak Segar dan Resep Es Teler Kuah Santan Enak
Membuat Es Sarang Burung Dengan Praktis

Membuat Es Sarang Burung Dengan Praktis

Resep Cara Membuat Es Sarang Burung Enak Praktis, Es sarang burung adalah merupakan salah satu jenis minuman dingin yang menyegarkan dan terlihat menarik ketika disajikan. Minuman ini sangat pas disajikan pada saat cuaca panas seperti sekarang ini dan sebagai menu pembuka ketika berbuka puasa bersama keluarga. Proses dan cara pembuatan es sarang burung ini sangatlah mudah dan praktis. Jika anda kebetulan sedang mencari Resep Cara Membuat Es Sarang Burung tersebut, maka anda bisa mengikuti step membuatnya yang telah kami paparkan secara singkat berikut ini.
Resep Cara Membuat Es Sarang Burung Enak
Bahan Membuat Es Sarang Burung Enak :
Bahan untuk membuat agar-agar :
1 bungkus agar-agar bubuk (warna merah)
50 gr gula pasir
300 ml air
Bahan Pelengkap :
300 ml sirup leci
1 sendok makan selasih
es batu (diserut halus) secukupnya
300 gr buah melon ( kerok hingga membentuk bulatan-bulatan kecil )
650 ml air
Cara Membuat Es Sarang Burung Selasih :
  • Langkah pertama yaitu membuat agar-agar telebih dahulu dengan cara memasukkan semua bahan agar-agar kedalam panci kemudian direbus hingga terlihat mendidih dan matang. Lalu selanjutnya tuang agar-agar kedalam cetakan kotak, setelah itu diamkan hingga dingin dan memadat
  • Setelah agar-agar terlihat memadat, parut agar-agar dengan menggunakan parutan keju, kemudian sisihkan sejenak.
  • Selanjutnya, siapkan satu gelas saji, kemudian masukkan agar-agar parut beserta melon, selasih, sirup leci dan sedikit air. Lalu tambahkan es serut kedalam campuran bahan yang ada didalam gelas, kemudian aduk rata, setelah itu es sarang burung selasih buatan anda siap untuk disajikan.
Demikianlah Resep Cara Membuat Es Sarang Burung Enak Praktis yang dapat kami share kepada anda pada artikel minuman es kali ini. Jika anda suka dengan resep es sarang burung tersebut dan ingin tahu resep minuman es lainnya yang juga tak kalah menyegarkan dan enak, anda bisa mencoba salah satu resep minuman es berikut : Resep Es Teler Kuah Santan Enak dan Resep Cara Membuat Es Pisang Ijo Spesial.

Beberapa Hewan Langkah di Indonesia Hampir Punah

Indonesia merupakan satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya keanekaragaman fauna adalah luasnya wilayah tropis Indonesia. Selain itu keanekaragaman fauna/hewan di indonesia juga disebabkan oleh garis wallace. Garis Wallace adalah garis adalah garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi fauna asia dengan australia. Terdapat pula wilayah peralihan kedua tipe fauna tersebut.
Pertumbuhan populasi yang terus meningkat dan proses industrialisasi untuk memenuhi segala kebutuhan manusia menyebabkan upaya pelestarian lingkungan tempat tinggal fauna dan juga flora terabaikan. Kondisi semakin memburuk dengan semakin maraknya pembalakan hutan, perubahan fungsi hutan dari asalnya, dan faktor pencemaran lain yang disababkan manusia.
Akibatnya keanekaragaman hayati terancam. Banyak flora dan fauna yang terancam punah.

Hewan Terancam Punah Indonesia

Berikut Hewan-hewan Langka di Indonesia yang suatu ketika juga dapat punah jika tidak kita jaga
1. Elang Jawa
Elang Jawa(Nisaetus bartelsi) merupakan satwa endemik Pulau Jawa. Elang jawa saat ini berstatus konservasi terancam punah. Ini berarti populasi elang jawa sudah sangat sedikit. Diperkirakan jumlah elang jawa saat ini hanya sekitar 137-188 pasang burung. Populasi elang jawa ini menghadapi ancaman besar terhadap kelangsungan spesiesnya, terutama dari habitat yang terus berkurang hingga eksploitasi oleh orang tidak bertanggung jawab.
elang jawa hewan langka indonesia

Elang Jawa memiliki ciri-ciri antara lain:

  • panjang tubuh dari paruh hingga ekor sedang hingga panjang(60-70 cm)
  • kepala coklat kemerahan dengan jambul yang menjulang keatas( 2-4 helai bulu)
  • punggung/sayap kecoklatan
  • iris mata kuning atau coklat, mata kehitaman, kaki kekuningan

2. Harimau Sumatera
Harimau Sumatera adalah satu yang tersisa setelah punahnya harimau jawa dan harimau bali. Diperkirakan populasi yang tersisa sekarang hanya sekitar 500 ekor(150 ekor pemuliaan). Salah satu ancaman terbesar datang dari perusakan habitat atau konversi hutan yang menjadi habitat mereka menjadi perkebunan monokultur. Para Ilmuan mengatakan hutan lindung yang ada di Sumatera saat ini tidak cukup untuk mempertahankan populasi harimau yang ada. Sangat penting untuk menyediakan rumah yang besar di alam jika ingin hewan megah ini tetap lestari.
hewan langka indonesia harimau sumatera


3. Orang Utan
Orang Utan(Pongo sp.) merupakan satwa asli Indonesia yang populasinya tersebar di Sumatera ( Pongo abelii) dan di Kalimantan(Pongo pygmaeus). Kera berambut merah berlengan panjang ini bertinggi badan sekitar 1.25-1.5 meter. Orang utan jantan memiliki masa tubuh sekitar 50-90 kg dan betina sekitar 30-50 kg. Saat mencapai tingkat kematangan seksual, orangutan jantan memiliki pelipis yang gemuk pada kedua sisi, ubun-ubun yang besar, rambut menjadi panjang dan tumbuh janggut disekitar wajah.

Populasi Orang utan terus mengalami penurunan yang tajam akibat dari deforestasi. Orangutan sumatera ditetapkan sebagai sangat terancam punah oleh lembaga IUCN, dengan populasi hanya tersisa  beberapa ribu, sedangkan orangutan Kalimantan dianggap Terancam. PBB mengatakan status orangutan yang tersisa "darurat konservasi." Perusakan habitat yang disebabkan oleh mega ekspansi perkebunan kelapa sawit adalah alasan utama orangutan menghadapi ancaman kepunahan.


4. Gajah Sumatera
Gajah Sumatera adalah sub-spesies gajah asia yang hanya ada di Pulau Sumatera. Postur gajah sumatera lebih kecil daripada sub-spesies gajah india. Gajah Sumatera merupakan mamalia terbesar yang ada di Indonesia.  Berat Gajah Sumatera sekitar 6 ton dan tinggi bahu 3,5 meter. Gajah Sumatera dapat berumur hingga 60 tahun.
Populasi gajah sumatera di alam liar saat ini hanya sekitar 2000-2700 ekor(survei tahun 2000). Penurunan jumlah populasi ini disebabkan oleh perburuan liar untuk mengambil gading gajah dan juga penurunan luas habitat hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.


5. Badak Jawa
Badak Jawa pernah menjadi salah satu badak yang paling banyak tersebar. Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Kini Badak Jawa mengalami ancaman kepunahan yang nyata. Status konservasinya telah berada pada fase kritis. Di Taman Nasional Ujung Kulon kini populasinya hanya sekitar 40-50 ekor saja. Bisa dibilang Badaj jawa adalah mamalia paling langka di muka bumi. Penyebab penurunan drastis badak jawa adalah perburuan liar untuk mengambil cula badak. Sebab lain adalah habitat yang terus berkurang.


Itulah beberapa hewan langka di Indonesia yang harus mendapatkan perhatian dari kita sendiri agar tetap lestari.

Artikel

More »

Artikel

More »

Artikel

More »

Artikel

More »