Jul 29, 2012

7 Kesalahan Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

7 Kesalahan Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

1:23 AM


Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Sebentar lagi kita kedatangan tamu dari Allah yang mulia. Pastinya kita sebagai orang Islam sangat bergembira menyambutnya. Namun kita tetap harus memperhatikan ketentuan-ketentuan syariat tentangnya. Tidak boleh kita melampui batas sehingga melakukan perbuatan yang bertentangan dengan subtansi Ramadhan dan menciptakan tuntutan-tuntunan baru yang tak disyariatkan.
Berikut ini beberapa kekeliruan dan kesalahan dalam menyambut bulan Ramadhan yang banyak tersebar luas di tengah-tengah masyarakat.
1. Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan
Tidaklah tepat keyakinan bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat yang dikenal dengan “nyadran”. Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian; dan untuk mendoakan mereka sewaktu-waktu.Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu seperti menjelang Ramadhan dan meyakini bahwa waktu tersebut adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang mengajarkan hal ini.
Syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya seputar masalah ini: "Apakah ziarah kubur pada hari-hari raya halal atau haram?"
Beliau menjawab: Hal itu tidak mengapa. Kapan saja boleh. Tetapi mengkhususkannya pada hari raya tidak benar. Yakni apabila mempercayai bahwa ziarah pada hari raya lebih utama atau semacamnya. Adapun apabila pengkhususan dikarenakan waktu yang luang, maka tidak mengapa karena ziarah tidak ada waktu yang khusus. Boleh berziarah di malam hari atau siangnya. Pada hari-hari raya atau selainnya. Tidak ada ketentuannya. Tidak ada waktu yang khusus, karena Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam bersabda: "(ziarahilah kuburan, karena itu dapat mengingatkan kepada kalian akhirat)," dan beliau tidak menentukan waktunya. Maka setiap muslim dapat menziarahinya di setiap waktu. Di malam hari dan siangnya. Pada hari-hari raya dan lainnya. Namun tidak mengkhususkan hari tertentu dengan maksud bahwa hari itu lebih utama dari lainnya. Adapun jika mengkhususkannya karena tidak ada waktu selain itu maka tidak mengapa.
. . . jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu seperti menjelang Ramadhan dan meyakini bahwa waktu tersebut adalah waktu utama untuk nyadran . . . sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang mengajarkan hal ini. . .
2. Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan
Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya dengan ikhtilath campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan yang penuh berkah dan rahmat disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!
3. Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا
“Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf. Kami tidak memakai kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula memakai hisab (dalam penetapan bulan). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Bazizah mengatakan,”Madzhab ini (yang menetapkan awal Ramadhan dengan hisab) adalah madzhab batil. Syari’at telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal Ramadhan, pen,-) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini  kecuali sedikit sekali.” (Fathul Baari, 6/156)
4. Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبْلَهُ فَلْيَصُمْهُ
Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Nasa’i)
Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, pen).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)
5. Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin…”
Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazkan niat semacam ini. Jika hal itu dilakukan secara berjamaah dengan dipimpin oleh seseorang karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan dilisan. Imam Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,
لَا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ
Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan tanpa ada perselisihan di antara para ulama.” (Rauwdhatuth Thalibin, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)
6. Berbelanja Besar-besaran Menjelang Ramadhan
Kebiasaan ini sering dilakukan kaum ummahat (ibu-ibu). Padahal sebenarnya hal ini malah bertentangan dengan satu maksud dan tujuan puasa yaitu supaya kita prihatin dan ikut merasakan penderitaan kaum fakir miskin. Bukan justru memindahkan waktu makan atau malah menambah porsi makan kita dari di luar Ramadhan. Apalagi hal seperti dapat mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kalau kita bercermin pada para ulama salaf, di mana untuk menyambut Ramadhan mereka lebih mempersiapkan fisik dan mental dengan melakukan pemanasan ibadah di bulan Sya’ban, barangkali untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan.
Jika kita melihat kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di bulan Sya’ban sebagaimana diriwayatkan oleh ‘Aisyah Radhiallahu Anha bahwa beliau banyak berpuasa dibulan tersebut.
Begitu juga para salaf dahulu sudah mulai memperbanyak bacaan Al-Qur’an sejak bulan Sya’ban.
Salamah bin Kuhail berkata: Dahulu kami menyebut bulan Sya’ban sebagai bulan para pembaca Al-Qur’an.
‘Amru bin Qois ketika masuk bulan Sya’ban beliau menutup tokonya dan menyibukkan dengan membaca Al-Qur’an.
Diriwayatkan juga dari Imam Malik bahwa beliau ketika dibulan Ramadhan mengurangi aktivitas dakwah dan memperbanyak ibadah dan khalwat dengan RaBbnya. Inilah cara para salaf dahulu menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini.
7. Menyambut Ramadhan Membakar Petasan
Ini jelas dilarang dalam Islam. Karena itu termasuk perbuatan menghamburkan harta untuk hal yang tidak berguna. Padahal setiap rupiah yang kita belanjakan akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’alaa. Selain itu, membakar dan membunyikan petasan juga dapat menganggu orang lain yang pastinya juga diharamkan apalagi saat bulan Ramadhan ketika kebanyakan manusia tengah khusyuk dalam beribadah.
Penutup
Kedatangan bulan mulia yang penuh berkah dan rahmah haruslah disambut dengan kemuliaan, meniru generasi-generasi mulia terdahulu. Semoga Allah menunjuki kita kepada sikap terbaik dalam menyambut bulan berkah. Lalu memberikan taufiq kepada kita untuk bisa memakmurkan Ramadhan dengan semestinya sehingga saat keluar darinya terampuni semua dosa-dosa kita. Aamiin!! (PurWDE/voa-islam.com)

Mengatasi Request Timed Out

1:04 AM
Entah kenapa belakangan ini jaringan speedy sering terputus-putus, walau tidak sampai 5 menit, tapi membuat hati panas, dan menjengkelkan. Kalau putus seharian, jelas warnet bisa ditutup, dan ditinggal tidur enak deh.

Pekerjaan standar yang admin lakukan adalah mengecek jaringan dengan cara nge " ping " ke modem, atau ke google.com , atau detik.com bahkan DNS pun ikut di ping.


Cara Ping Koneksi Jaringan Telkom Speedy

Lankahnya sebagai beriktu :
1). Masuk ke Menu Command Prompt
Untuk Win XP :
Klik Start ---> Run ---> Cmd ----> Enter
Untuk Win 7 :
Klik Start ---> All Programs ---> Accesories ---> Run ---> Cmd ---> Enter

2). Dari C: Prompt ketik : "ping google.com -t"
C:\Windows\system322\cmd\ping google.com -t
gambar 1
gambar 2
3). Dari 2 gambar diatas bisa dilihat bahwa, pada gambar 1 ping nya bagus berarti jaringan dalam keadaan bagus, sedangkan pada gambar 2 yang dilingkar merah adalah Request timed out (RTO), jaringan dalam keadaan masalah. Walau hanya ada beberapa RTO tetap saja membuat leg, atau tidak bisa browser.
Ada beberapa penyebab terjadinya Request timed out
misalnya:
  1. Dial Up telpon, (jika ada tone jaringan telpon tidak ada masalah)
  2. Spliter telpon rusak, (bypass kabel telpon langsung ke modem, kalau masih RTO, spliter masih OK)
  3. Modem ADSL sudah mulai uzur, panas sehingga mengakibatkan koneksi tidak stabil, untuk mengatasi cukup ganti modem, Setting Ulang Modem. (Jika modem masih gress, penyebabnya bukan modem).
  4. Kabel LAN yang ke arah modem rusak. (Ganti kabel, jika masih RTO, permasalahan bukan pada kabel)
  5. Jaringan Telkom Speedy dalam gangguan, atau jaringan dalam keadaan sibuk,...
Sebelum menghubungi 147, ada cara lain untuk mengatasi hal diatas, tapi jika jaringan dari telkom speedy yang bermasalah, cara-cara dibawah ini tidak akan menyelesaikan permasalahan.
Misalnya :
MENGGANTI DNS SPEEDY dengan DNS ALTERNATIF.
Segera hubungi Teknisi Telkom Speedy atau membuat laporan pengaduan.
MASALAH DENGAN JARINGAN SPEEDY.
PENGADUAN TELKOM SPEEDY.
CALL : 147 (Costumer Service Telkom Speedy)
Memang banyak suka duka dalam mengelola Warnet Pakai Speedy, tapi dari semua permasalahan tersebut, kita bisa belajar untuk lebih baik dan belajar untuk lebih bersabar.
Semoga postingan ini membantu.

Jul 28, 2012

Cara mempercepat Koneksi Internet

12:09 AM
cara mempercepat koneksi internet pc, komputer, mempercepat akses internet modem, trik
Kali ini saya akan membagi tips untuk mempercepat koneksi internet PC / Komputer Anda. Biasanya cara ini banyak digunakan oleh kalangan pengguna warnet, tentu saja tujuannya agar mendapatkan kecepatan akses IE menjadi bertambah cepat.

Caranya Gampang, Yang dilakukan hanyalah menggunakan web browser Mozilla Firefox dan melakukan tweaking / setting, sehingga web browser bekerja menjadi optimal


Cara Tweaking Firefox :


1. Ketik "about:config"
di firefox kemudian tekan enter

2. Lalu akan keluar setingan
untuk mentweaking firefox

3. Untuk merubahnya,
klik 2 kali saja di pilihan tersebut

Selesai deh,

Semoga Bermanfaat


Jangan Lupa Komentarnya.. hehehehe

Jul 27, 2012

Foto Profil dan Biodata Personil Coboy Junior

12:21 AM
Foto Profil dan Biodata Personil Coboy Junior - Coboy Junior Boyband Cilik Indonesia. Tren boyband dan girlband saat ini tidak hanya digaungi dan merambah di usia remaja dan dewasa saja. Di segmen anak-anak, Coboy Junior hadir bagi pecinta boyband dan girlband.

Foto Profil dan Biodata Personil Coboy Junior + Video

Coboy Junior yang dibentuk pada tahun 2011 lalu ini hadir sebagai boyband cilik yang turut meramaikan kancah musik di Indonesia dan menjadi salah satu boyband cilik Indonesia yang banyak digemari.

Coboy Junior beranggotakan 4 0rang personil yang terdiri dari Iqbaal, Bastian, Rizky, dan Aldi. Coboy Junior boyband cilik Indonesia terlihat memiliki multitalenta dan daya kreatifitas yang tinggi. Lewat lagu perdana mereka berjudul 'KAMU', Coboy Junior mencoba turut meramaikan blantika musik indonesia.

Foto Profil dan Biodata Personil Coboy Junior

Iqbaal Coboy Junior

Nama Lengkap: Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan
Nama Panggilan: Iqbal
Lahir: Surabaya, 28 Desember 1999
Zodiak: Capricorn
Sekolah: SDIT Al-Muhajirin
Agama: Islam
Blog: http://iqbaale.blogspot.com/
Twitter: @iqbaale
Karir:
- Musikal Laskar Pelangi sebagai Trapani
- Film layar lebar 5 Elang sebagai Rusdi

Bastian Coboy Junior

Nama Lengkap: Bastian Bintang Simbolon
Nama Panggilan: Bastian
Lahir: 21 September
Zodiak: Libra
Sekolah: Advent Bandung
Agama: Kristen
Twitter: @bastiansteel
Karir:
- Musikal Laskar Pelangi
- Film layar lebar 5 Elang sebagai Aldi

Rizky Coboy Junior

Nama Lengkap: Teuku Rizky Muhammad
Nama Panggilan: Kiki
Lahir: 4 Januari 1998
Zodiak: Capricorn
Sekolah: SMP Negeri 4 Tangerang Selatan
Agama: Islam
Twitter: @TeukuRyzki
Karir:
- Musikal Laskar Pelangi
- Film layar lebar 5 Elang sebagai Anton

Alvaro Coboy Junior

Nama Lengkap: Alvaro Maldini Siregar
Nama Panggilan: Aldi
Lahir: 14 April
Zodiak: Aries
Sekolah: SD Perguruan Advent Jakarta Pusat
Agama: Islam
Twitter : @alvaromaldini1
Karir:
- Musikal Laskar Pelangi sebagai Kucai


Video klip Coboy Junior - Kamu



Prediksi Dan Jadwal Pertandingan Brasil vs Mesir (Olimpiade London 27 JULI 2012)

12:13 AM
Brasil selalu dijagokan menjadi juara." Komentar bintang Brasil di Olimpiade 2012, Neymar ini sangat tepat. Berkat bakat natural yang dimiliki pemainnya, A Seleccao memang langganan menjadi unggulan nomor satu di setiap kejuaraan. Cerita di London 2012 sama saja.
  
Semua rumah taruhan menempatkan Brasil di peringkat pertama outright meraih medali emas. Persiapan terakhir semakin mengukuhkan status unggulan tim asuhan Mano Menezes.
  
Dalam uji coba terakhir, Jumat (20/7), Neymar dkk. mengalahkan tuan rumah Great Britain dengan dua gol tanpa balas. Mereka pun masuk ke Olimpiade dengan kondisi terbaik. "Kami bisa menjadi juara. Yang terpenting adalah bermain normal karena kami tahu kapasitas tim ini," kata Menezes di Sambafoot.
  
Kata-kata Menezes benar. Tekanan harus memenangi medali emas, satu-satunya prestasi internasional prestisius yang belum perna dirasakan Brasil, bisa membuat Selecao bermain tidak normal.
  
Kondisi itu dapat dimanfaatkan Mesir, lawan pertama mereka di Grup C dalam laga hari Kamis (26/7) di Stadion Millenium, Cardiff, The Pharaohs sendiri bakal tampil tanpa beban.
  
Dari segi hasil persiapan tim asuhan Hany Ramzy memang kurang ideal. Dalam 15 laga sepanjang 2012. Mesir hanya enam kali menang dan gagal di Piala Arab bulan lalu. Tapi, lihat kualitas lawan yang dihadapi mereka.
  
Di Piala Aran, Marwan Mohsen dkk. menghadapi rival-rival yang mengusung tim senior. Ketika menghadapi sesama tim U-23, Rekor mereka cukup impresif. Dalam delapan partai, Mesir menang tiga kali dan seri tiga kali.

Head to head Brasil vs Mesir:
belum ada data

Lima Pertandingan terakhir Brasil:
22 Agu 2008 (PUC) Belgia 0 - 3 Brasil
19 Agu 2008 (PUC) Argentina 3 - 0 Brasil
16 Agu 2008 (PUC) Brasil 2 - 0 Kamerun
14 Agu 2008 (PUC) China 0 - 3 Brasil
10 Agu 2008 (PUC) Selandia Baru 0 - 5 Brasil
        
Lima pertandingan terakhir Mesir:
10 Des 2011 (PUC) Senegal 0 - 2 Mesir
08 Des 2011 (PUC) Mesir 2 - 3 Moroko
04 Des 2011 (PUC) Mesir 2 - 0 Afrika Selatan
01 Des 2011 (PUC) Pantai Gading 1 - 0 Mesir
28 Nov 2011 (PUC) Mesir 1 - 0 Gabon

Prediksi susunan pemain Brasil vs Mesir:

Brasil: 18-Neto, 2-Rafael, 3-Thiago Silva, 4-Juan Jesus, 6-Marcelo, 8-Romulo, 5-Sandro, 10-Oscar, 12-Hulk, 9-Leandro Damiao, 11-Neymar.
Mesir: 1-El Shenawi, 7-Ahmed Fathi, 6-Hegazi, 4-Omar Gaber, 12-Ramadan, 5-Aboutrika, 14-Hossam Hassan, 8-Shebab Ahmed, 9-Mohsen, 10-Emad Meteab, 11-M.Salah.

Prediksi skor pertandingan Brasil vs Mesir by Bolagoalnet: Brasil kemungkinan akan memenangkan pertandingan melawan Mesir dengan skor ... Brasil 3 - 1 Mesir.

Jul 26, 2012

Mengakses Internet Dengan Komputer

11:32 PM

Mengakses internet sangatlah mudah, tinggal dua kali klik internet sudah dapat daksesi. Hal ini tentunya komputer harus tersambung dengan internet telebih dahulu. Langkah yang pertama adalah menjalankan program perambah (browser) yang terpasang di komputer. Pada umumnya komputer standar sudah ada program Internet Explorer untuk menjelajahi internet. Langkah yang kedua adalah memasukkan alamat yang dituju, misalkan www.google.com atau www.yahoo.com. Saat ini ada banyak program browser seperti Mozilla Firefox, Opera, Safari, Avant dan lain-lain, namun dari pengalaman dan berbagai sumber menyebutkan bahwa browser Mozilla Firefox lebih cepat dan aman sebagai program browser.


Kedua alamat tersebut merupakan alamat situs pencari (search engine) terbesar untuk saat ini. Jadi ketika kita ingin mencari artikel yang kita inginkan kita tinggal mengetikkan kata kunci yang di cari dan otomatis situs tersebut akan menampilkan daftar situs yang megandung kata kunci tersebut berdasarkan urutan halaman (page rank). Dalam menentukan urutan ini Google menggunakan teknologi PageRank yaitu mengurutkan suatu halaman web berdasarkan kata kuci, jumlah pengunjung, relevansi topik atau isi dan manfaat dari isi web dan web yang terhubung dengan alamat tersebut.


Dalam menganalisis suatu web Google menggunakan mesin perambah (crawler) yang sangat canggih berdasarkan algoritma dengan tanpa campur tangan manusia. Dengan demikian setiap orang tidak bisa membeli atau menempatkan situsnya agar berada diurutan pertama dalam pencarian menggunakan mesin cari Google.
Gambar disamping menunjukkan urutan alamat web pada mesin cari Google dengan menggunakan kata kunci "artikel" pada halaman khusus di Indonesia.

Jul 24, 2012

Pengumuman Sertifikasi Guru 2012

Pengumuman Sertifikasi Guru 2012

1:41 AM
Seperti yang diketahui untuk tahun 2012 ini sebanyak 300.000 guru baik dari TK samapi SMK dan juga guru PLB telah mengikuti Uji Kompetensi Awal (UKA). Sekiranya Anda juga pasti menunggu hasil pengumuman nanti, tentang bagaimana proses pengumuman Sertifikasi Guru 2012 Hasil Uji Kompetensi Awal belum kita ketahui secara pasti. Pastinya bagi para Guru yang dinyatakan lolos akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru, sedangkan bagi yang tidak lolos Uji Kompetensi Awal diberikan kesempatan untuk mengulang ujian setelah pembinaan terlebih dulu.

Informasi Peserta Sertifikasi Guru

Berdasar rilisan pengumuman Kemendiknas, persyaratan Sertifikasi Guru 2012 adalah sebagai berikut
Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan:
bagi pengawas satuan pendidikan selain dari guru yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (1 Desember 2008), atau
bagi pengawas selain dari guru yang diangkat setelah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru harus pernah memiliki pengalaman formal sebagai guru.
Guru bukan PNS pada sekolah swasta yang memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (guru tetap yayasan), sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan sebagai guru dari Bupati/Walikota.
Sudah menjadi guru pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ditetapkan (30 Desember 2005).
Pada tanggal 1 Januari 2013 belum memasuki usia 60 tahun.
Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang BELUM memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila:
pada 1 Januari 2012 sudah mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a (dibuktikan dengan SK kenaikan pangkat).

Dimana daftar urutan rangking calon peserta Sertifikasi Guru 2012 sesuai dengan data NUPTK sampai tanggal 1 Desember 2011 dengan kriteria sebagai berikut
Usia.
Usia dihitung berdasarkan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran yang tercantum dalam akta kelahiran atau bukti lain yang sah.
Masa Kerja.
Masa kerja dihitung sejak yang bersangkutan bekerja sebagai guru baik sebagai PNS maupun bukan PNS.
Golongan
Pangkat/golongan adalah pangkat/golongan terakhir yang dimiliki guru saat dicalonkan sebagai peserta sertifikasi guru. Kriteria ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing.

Adapun daftar urutan calon peserta sertifikassi guru tahun 2012 bisa diakses melalui situs Kemendiknas (sergur.kemdiknas.go.id). Semoga nama Anda termasuk dalam daftar lolos Pengumuman Hasil Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru 2012

Perjuangan Mahasiswa Indonesia

12:56 AM


Lahirnya generasi pertama lapisan pemuda berpendidikan modern, sebenarnya bukanlah produk sosial yang murni berasal dari rakyat Indonesia. Kehadiran mereka merupakan produk situasi atau didorong oleh perubahan sikap politik pemerintahan kolonial Belanda terhadap negeri ini. Melalui kebijakan “Politik Etis” yang diciptakan Belanda setelah menjajah lebih dari tiga ratus tahun di atas bumi persada, kaum pribumi khususnya lapisan pemuda, mendapatkan kesempatan untuk masuk ke lembaga-lembaga pendidikan yang telah didirikan oleh Belanda. Walaupun dengan batasan lapisan masyarakat, lembaga pendidikan, dan keterbatasan fasilitas pendidikan yang ada, sehingga banyak pemuda pribumi yang berhasil lulus baik, atas bantuan pemerintah Belanda, dikirim ke luar negeri (kebanyakan ke negeri Belanda) untuk melanjutkan studi mereka.

Dalam masa yang penuh tantangan dihadapkan dengan suasana kolonialisme, realitas politik berupa berlangsungnya proses pembodohan dan penindasan secara struktural yang dilakukan Belanda, berkat kemajuan pendidikan yang berhasil mereka raih berimplikasi pada peningkatan tingkat kesadaran politik,para pelajar dan mahasiswa merasakan sebagai golongan yang paling beruntung dalam pendidikan sehingga muncul tanggung jawab untuk mengemansipasi bangsa Indonesia.

Boedi Oetomo, merupakan wadah perjuangan yang pertama kali memiliki struktur pengorganisasian modern. Didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh pemuda-pelajar-mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA, wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya.

Pada konggres yang pertama di Yogyakarta, tanggal 5 Oktober 1908 menetapkan tujuan perkumpulan : Kemajuan yang selaras buat negeri dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, serta kebudayaan.

Dalam 5 tahun permulaan BU sebagai perkumpulan, tempat keinginan-keinginan bergerak maju dapat dikeluarkan, tempat kebaktian terhadap bangsa dinyatakan, mempunyai kedudukan monopoli dan oleh karena itu BU maju pesat, tercatat akhir tahun 1909 telah mempunyai 40 cabang dengan lk.10.000 anggota.

Disamping itu, pada tahun yang sama dengan berdirinya BU oleh para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Belanda, dibentuk pula Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Indonesische Vereeninging tahun 1922, disesuaikan dengan perkembangan dari pusat kegiatan diskusi menjadi wadah yang berorientasi politik dengan jelas. Dan terakhir untuk lebih mempertegas identitas nasionalisme yang diperjuangkan, organisasi ini kembali berganti nama baru menjadi Perhimpunan Indonesia,tahun 1925.

Berdirinya Indische Vereeninging dan organisasi-organisasi lain,seperti: Indische Partij yang melontarkan propaganda kemerdekaan Indonesia, Sarekat Islam,dan Muhammadiyah yang beraliran nasionalis demokratis dengan dasar agama, Indische Sociaal Democratische Vereeninging (ISDV) yang berhaluan Marxis, dll menambah jumlah haluan dan cita-cita terutama ke arah politik. Hal ini di satu sisi membantu perjuangan rakyat Indonesia, tetapi di sisi lain sangat melemahkan BU karena banyak orang kemudian memandang BU terlalu lembek oleh karena hanya menuju “kemajuan yang selaras” dan /atau terlalu sempit keanggotaannya (hanya untuk daerah yang berkebudayaan Jawa) meninggalkan BU Oleh karena cita-cita dan pemandangan umum berubah ke arah politik, BU juga akhirnya terpaksa terjun ke lapangan politik.

Kehadiran Boedi Oetomo,Indische Vereeninging, dll pada masa itu merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya, yang pertama dalam sejarah Indonesia : generasi 1908, dengan misi utamanya menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka berikan, untuk berjuang membebaskan diri dari penindasan kolonialisme.

2. Gerakan Mahasiswa 1928

Pada pertengahan 1923, serombongan mahasiswa yang bergabung dalam Indonesische Vereeninging (nantinya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia) kembali ke tanah air. Kecewa dengan perkembangan kekuatan-kekuatan perjuangan di Indonesia, dan melihat situasi politik yang di hadapi, mereka membentuk kelompok studi yang dikenal amat berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan saat itu. Pertama, adalah Kelompok Studi Indonesia (Indonesische Studie-club) yang dibentuk di Surabaya pada tanggal 29 Oktober 1924 oleh Soetomo. Kedua, Kelompok Studi Umum (Algemeene Studie-club) direalisasikan oleh para nasionalis dan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik di Bandung yang dimotori oleh Soekarno pada tanggal 11 Juli 1925.

Suatu gejala yang tampak pada gerakan mahasiswa dalam pergolakan politik di masa kolonial hingga menjelang era kemerdekaan adalah maraknya pertumbuhan kelompok-kelompok studi sebagai wadah artikulatif di kalangan pelajar dan mahasiswa. Diinspirasi oleh pembentukan Kelompok Studi Surabaya dan Bandung, menyusul kemudian Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), prototipe organisasi yang menghimpun seluruh elemen gerakan mahasiswa yang bersifat kebangsaan tahun 1926, kelompok Studi St. Bellarmius yang menjadi wadah mahasiswa Katolik, Cristelijke Studenten Vereninging (CSV) bagi mahasiswa Kristen, dan Studenten Islam Studie-club (SIS) bagi mahasiswa Islam pada tahun 1930-an.

Lahirnya pilihan pengorganisasian diri melalui kelompok-kelompok studi tersebut, dipengaruhi kondisi tertentu dengan beberapa pertimbangan rasional yang melatari suasana politis saat itu. Pertama, banyak pemuda yang merasa tidak dapat menyesuaikan diri, bahkan tidak sepaham dan kecewa dengan organisasi-organisasi politik yang ada. Sebagian besar pemuda saat itu, misalnya menolak ideologi Komunis (PKI) maka mereka mencoba bergabung dengan kekuatan organisasi lain seperti Sarekat Islam (SI) dan Boedi Oetomo. Namun, karena kecewa tidak dapat melakukan perubahan dari dalam dan melalui program kelompok-kelompok pergerakan dan organisasi politik tersebut, maka mereka kemudian melakukan pencarian model gerakan baru yang lebih representatif.

Kedua, kelompok studi dianggap sebagai media alternatif yang paling memungkinkan bagi kaum terpelajar dan mahasiswa untuk mengkonsolidasikan potensi kekuatan mereka secara lebih bebas pada masa itu, dimana kekuasaan kolonialisme sudah mulai represif terhadap pembentukan organisasi-organisasi massa maupun politik.

Ketiga, karena melalui kelompok studi pergaulan di antara para mahasiswa tidak dibatasi sekat-sekat kedaerahan, kesukuan,dan keagamaan yang mungkin memperlemah perjuangan mahasiswa.

Ketika itu, disamping organisasi politik memang terdapat beberapa wadah perjuangan pemuda yang bersifat keagamaan, kedaerahan, dan kesukuan yang tumbuh subur, seperti Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Celebes, dan lain-lain.

Dari kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda Indonesia: generasi 1928. Maka, tantangan zaman yang dihadapi oleh generasi ini adalah menggalang kesatuan pemuda, yang secara tegas dijawab dengan tercetusnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda dicetuskan melalui Konggres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada 26-28 Oktober1928, dimotori oleh PPPI.

3. Gerakan Mahasiswa 1945

Dalam perkembangan berikutnya, dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan kehadiran kelompok-kelompok studi, dan akibat pengaruh sikap penguasa Belanda yang menjadi Liberal, muncul kebutuhan baru untuk secara terbuka mentransformasikan eksistensi wadah mereka menjadi partai politik, terutama dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI), sedangkan Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI).

Seiring dengan keluarnya Belanda dari tanah air, perjuangan kalangan pelajar dan mahasiswa semakin jelas arahnya pada upaya mempersiapkan lahirnya negara Indonesia di masa pendudukan Jepang. Namun demikian, masih ada perbedaan strategi dalam menghadapi penjajah, yaitu antara kelompok radikal yang anti Jepang dan memilih perjuangan bawah tanah di satu pihak, dan kelompok yang memilih jalur diplomasi namun menunggu peluang tindakan antisipasi politik di pihak lain. Meskipun berbeda kedua strategi tersebut, pada prinsipnya bertujuan sama : Indonesia Merdeka !

Secara umum kondisi pendidikan maupun kehidupan politik pada zaman pemerintahan Jepang jauh lebih represif dibandingkan dengan kolonial Belanda, antara lain dengan melakukan pelarangan terhadap segala kegiatan yang berbau politik; dan hal ini ditindak lanjuti dengan membubarkan segala organisasi pelajar dan mahasiswa, termasuk partai politik, serta insiden kecil di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta yang mengakibatkan mahasiswa dipecat dan dipenjarakan.

Praktis, akibat kondisi yang vacuum tersebut, maka mahasiswa kebanyakan akhirnya memilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan berdiskusi, bersama para pemuda lainnya terutama di asrama-asrama. Tiga asrama yang terkenal dalam sejarah, berperan besar dalam melahirkan sejumlah tokoh, adalah Asrama Menteng Raya, Asrama Cikini, dan Asrama Kebon Sirih. Tokoh-tokoh inilah yang nantinya menjadi cikal bakal generasi 1945, yang menentukan kehidupan bangsa.

Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok “bawah tanah” yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa Rengasdengklok itu dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan antar generasi tentang langkah-langkah yang harus ditempuh dalam memproklamasikan kemerdekaan. Saat itu Jepang telah menyerah kepada sekutu, dan pemuda (yang cenderung militan dan non kompromis) menuntut peluang tersebut segera dimanfaatkan, tetapi generasi tua seperti Soekarno dan Hatta cenderung lebih memperhitungkan situasi secara realistis. Tetapi akhirnya kedua tokoh proklamator itu mengabulkan keinginan pemuda, dan memproklamasikan negara Indonesia yang merdeka tanggal 17 Agustus 1945.

Organisasi Ekstra Kampus Menuju Pendewasaan Politik

12:50 AM
Mahasiswa sebagai bagian dari negara ini telah mendapat legitimasi dari sebagian besar masyarakat sebagai agen revolusi. Kita masih ingat bagaimana negara ini terbentuk, para akademisi pada waktu itu yang terwadahi dalam Idische Partij mempunyai peran yang cukup signifikan terhadap proses kelahiran NKRI. Masih tercatat pula di ingatan bagaimana orde baru tumbang sepuluh tahun silam. Mahasiswa pada waktu itu mempunya satu common enemy sehingga secara masif mereka bergerak bersama dengan satu tujuan yaitu menumbangkan orde baru sehingga akhirnya lahir orde reformasi. Masa berlalu, tahun berganti seakan negara ini terlahir kembali. Layaknya seorang balita yang baru lahir negara ini pun saat ini sedang “lucu-lucunya” maksudnya sedang lucu-lucunya dipermainkan oleh menjamurnya ideologi-ideologi yang mulai bebas merasuki setiap kepala orang khususnya mahasiswa. Setiap orang berusaha mencari pembenaran atas ideologi yang dianutnya itu dan berusaha agar bisa diaplikasikan dalam sistem kenegaraan. Berawal dari segelintir mahasiswa idealis, muncul bermacam organisasi ekstra kampus sebagai sarana terwujudnya negara sesuai dengan cita-cita idealismenya. Aktivis-aktivis kampus mencoba menjadi problem solver dari berbagai masalah kenegaraan dengan cara masing-masing. Bergerak sendiri sendiri tanpa koordinasi. Pergerakan dengan arah tak jelas seakan tidak ada lagi musuh bersama saat ini, bahkan teman bisa dianggap musuh dan musuh dianggap teman sesuai kepentingan masing masing. Sehingga sekarang tumbuh subur di kepala kepala aktivis mahasiswa adagium politik “Tiada musuh yang abadi yang ada adalah kepentingan yang abadi”.
Kepentingan politik praktis dengan memanfaatkan pergerakan mahasiswa (organisasi kemahasiswaan ekstra kampus-red) sudah menjadi trend menjelang detik detik Pemilu dan Pilpres. Memang sah-sah saja dan tidak ada yang melarang namun ketika itu sudah menjadi persaingan yang tidak sehat antar kepentingan, sehingga salah satu pihak menyudutkan pihak lain apatah lagi jika fitnah digunakan demi memuluskan tujuannya, maka hal ini akan menjadi masalah yang cukup serius. Bangsa yang sedang mencoba membangun kecerdasan politik seakan berjalan di tempat bahkan mundur menuju apa yang disebut pembodohan politik. Organisasi ekstra kampus yang berafiliasi dengan kepentingan politik praktis “tertentu” mencoba menjegal lawan politiknya dengan mengebiri cikal bakal munculnya organisasi ekstra kampus lain yang menurut anggapannya bisa “membahayakan” eksistensinya (mengancam perolehan suaranya-red). Bahkan dalam suatu kasus secara frontal kekuatan kepentingan politik dengan memanfaatkan organisasi ekstra kampus ini memojokkan lawan politiknya dengan pernyataan-pernyataan yang tidak berdasar dan sangat tidak obyektif. Wacana-wacana dimunculkan melalui diskusi atau seminar mahasiswa. Mereka mencoba mengubah mindset pemikiran peserta seminar/diskusi dengan harapan agar mereka tidak simpatik terhadap lawan politiknya. Bertajuk seminar perbandingan ideologi, kekuatan politik praktis dengan muka organisasi ekstra kampus ini menarik perhatian para mahasiswa dengan mendatangkan narasumber-narasumber yang sudah “diatur” agar pedas mengkritisi tanpa mendatangkan narasumber dari pihak lawan politiknya, sungguh subyektif sekali dan sangat tidak ilmiah. Wacana pun terbentuk seolah olah mengatakan “Jangan kalian simpatik dengan si ini, si anu, partai ini, partai itu karena mereka bla…bla…bla…” alasan alasan muncul mulai dari radikal lah, eksklusif lah, dananya dari Amerika lah dan berbagai lah lah yang lain.
Organisasi ekstra kampus sebagai wadah pengembangan ideologi sekaligus kawah candradimuka menuju pencerdasan politik bangsa seharusnya bisa bersikap bijak dan dewasa dengan memberi ruang bagi ideologi lain (tentunya yang tidak bertentangan dengan dasar negara kita) agar masuk ke kampusnya. Sangat penting adanya semangat “berlomba-lomba dalam kebaikan” pada setiap aktivis mahasiswa. Dengan demikian akan muncul suasana kampus yang dinamis dan ideal tanpa adanya otoritas superior maupun tirani minoritas. Sungguh sangat ironis ketika kita menghadapi mahasiswa yang apatis terhadap lingkungannya dikarenakan superioritas salah satu ideologi tertentu. Akhirnya, kita menunggu produk-produk organisasi ekstra kampus baik berupa kader maupun wacana yang bijak dan dewasa menuju Indonesia yang demokratis. Hidup Mahasiswa !!!
Matinya Krtisme PMII

Matinya Krtisme PMII

12:46 AM
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan organisasi kemahasiswaan yang didirikan oleh kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya pada tanggal 17 April 1960 silam. Agar PMII tidak menjadi organisasi “papan nama”, maka di usianya yang kian menua ini, kader-kader PMII dituntut untuk melakukan refleksi organisasi.

Tanpa bermaksud meminggirkan “prestasi” yang telah diukir PMII sejak awal pendiriannya, selama sepuluh tahun terakhir ini, PMII justru terkesan gagap dalam membaca dan menyikapi realitas bangsa yang dipenuhi dengan banyak persoalan. Kegagapan PMII dalam menyikapi persoalan-persoalan strategis bangsa, pada akhirnya membawa PMII ke pinggir sejarah.
Kegagapan PMII dalam menyikapi persoalan-persoalan bangsa jelas bertolak-belakang dengan paradigma kritis yang selama ini digembar-gemborkan sebagai pisau bedah PMII. Di tangan PMII, paradigma kritis seperti pisau tumpul yang untuk mengupas buah-buahan saja tidak bisa. Padahal, di dalam paradigma kritis tersimpan energi gerakan yang jika dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan perubahan luar biasa. Energi yang dimaksud adalah keberpihakan paradigma kritis terhadap kaum yang tidak beruntung.

Ketika paradigma kritis dipakai untuk menyikapi persoalan kemiskinan, misalnya, maka keberpihakan PMII hanya dipersembahkan kepada kaum miskin itu sendiri. Persoalan kemiskinan yang telah mengorbankan sejumlah masyarakat Indonesia seperti Iis Maya yang meninggal di kontrakannya di daerah Tangerang (13/3/08) tentu bukan melulu disebabkan oleh faktor kultural seperti sikap malas masyarakat untuk bekerja, dan bukan hanya karena faktor alamiah seperti bencana alam, melainkan di luar faktor kultural dan alamiah tersebut terdapat faktor struktural yang melegitimasi ketidakadilan ekonomi. Inilah yang disebut dengan kemiskinan struktural.

Ideologi neoliberalisme yang dibawa oleh globalisasi adalah penyebab dominan dari terpeliharanya penyakit sosial bernama kemiskinan yang hingga kini masih bertahan dan mendikte berbagai kebijakan pemerintah Indonesia. Neoliberalisme sendiri adalah paham yang memperjuangkan leissez faire (kompetisi bebas). Dalam kompetisi bebas, bisa dipastikan hanya kaum borjuis saja yang mampu keluar sebagai pemenang, sementara kaum pinggiran yang tidak memiliki modal apa-apa akan terus tergusur.

Dalam bukunya, Bebas dari Neoliberalisme (2003), Mansour Fakih memetakan lima agenda neoliberalisme yang harus dilawan, termasuk oleh kader-kader PMII. Pertama, biarkan pasar bekerja. Pasar dimitoskan bisa memperbaiki nasib masyarakat miskin. Kedua, pangkas subsidi negara seperti yang samar-samar terlihat dalam program insentif dan disinsentif listrik yang belum lama ini digulirkan pemerintah. Ketiga, realisasikan deregulasi ekonomi dengan memangkas peran negara. Keempat, wujudkan privatisasi seperti privatisasi lembaga pendidikan yang telah mengakibatkan harga pendidikan mahal. Kelima, masukkan paham sosial dan solidaritas masyarakat ke keranjang sampah.

Menyikapi persoalan semacam ini, PMII perlu menggunakan paradigma kritis sebagai kritik ideologi (neoliberalisme). Dalam bukunya, Percik Pemikiran Kontemporer: Sebuah Pengantar Komprehensif (2006), Donny Gahral Adian menuturkan bahwa paradigma kritis sebagai kritik ideologi bertitik-tolak dari pemikiran Karl Marx. Marx memahami ideologi sebagai sistem kepercayaan dan persepsi sesat tentang realitas. Marx lalu mengajukan teorinya sebagai sains untuk membongkar kebobrokan ideologi kapitalisme yang berlindung di balik klaim rasionalitas.

Konstruksi pemikiran Marx sebenarnya merupakan ketidakpuasan terhadap dialektika roh Hegel yang dianggap terlalu abstrak dan tidak menyentuh realitas. Marx membalik dialektika roh Hegel menjadi dialektika materi. Jika Hegel yakin bahwa kesadaranlah yang menentukan realitas, maka Marx mendekonstruksinya dengan menyatakan bahwa praksis materiallah yang menentukan kesadaran. Inilah yang membawa Marx pada keyakinan akan adanya penindasan kelas borjuis terhadap kelas proletar yang wajib dilawan.

Pemikiran Marx tentu sangat berpengaruh di dunia. Puncaknya, ketika pemikiran Marx dilembagakan menjadi ideologi negara komunis Uni Soviet pada tahun 1919. Setelah pemikiran Marx dilembagakan menjadi sebuah ideologi negara komunis, Marxisme kehilangan daya kritisnya. Marxisme lalu menjadi dogma yang harus dipatuhi dan ditegakkan tanpa kritik. Pendeknya, Marxisme telah berubah dari pemikiran yang bersifat emansipatoris menjadi ideologi obyektif yang mendasarkan dirinya kepada determinisme ekonomi.

Ideologi sebetulnya merupakan tafsiran manusia atas realitas yang dijadikan pedoman karena dilegalisasi oleh kekuasaan. Ideologi yang dilegalisasi inilah yang menjadi sasaran kritik para filsuf Mazhab Frankfurt seperti Jurgen Habermas yang populer dengan dua mahakarya-nya, The Theory of Communicative Action Vol. I: Reason and the Rationalization of Society (1984) dan The Theory of Communicative Action Vol II: Lifeworld and System (1989). Habermas melihat ideologi dari kacamata dialektika, dimana daya kritis harus tetap ada.

Karena itulah, sebagai sebuah organisasi gerakan kemahasiswaan berskala nasional, PMII tidak boleh kehilangan kritisismenya. Pada saat yang sama, merujuk kepada Ben Agger di buku The Discourse of Domination (1992), PMII dituntut untuk mentransformasikan kematangan intelektualnya guna melakukan investasi sosial, politik, dan kultural. Hal semacam inilah yang akhirnya akan memandu arah gerakan PMII kini dan ke depannya, bukan kepentingan politik praktis belaka.

Akhirnya, semoga PMII mampu menghidupkan kembali kritisismenya. Kritisisme sangat dibutuhkan oleh organisasi gerakan seperti PMII untuk memerangi persoalan kemiskinan yang diderita oleh 34,96 juta masyarakat Indonesia (data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik pada Maret 2008), sekaligus guna melawan rasio instrumentalis yang menjangkiti elite-elite politik di republik ini. Rasio instrumentalis telah memosisikan masyarakat miskin sebagai komoditas politik yang bisa dieksploitasi.(*)
Sambutan Ketua Umum PB PMII
Juni 8th, 2009
Sambutan Ketua Umum PB PMII
TASYAKURAN HARI LAHIR & SILATURAHIM NASIONAL ALUMNI PMII
Balai Kartini, Jakarta 28 Mei 2009
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, Assholatu wasalamu ala asrofil anbiya wal mursalim, sayyidina wa habibina wa maulana muhammadinnabiya warasula. Robbi shohri shodri wayasirli amri wahlul uddatam bilisani yafqaulu qouli.
Yang Saya Hormati dan Banggakan, Presiden Republik Indonesia, Bapak DR. Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono…
Yang Saya Hormati, Jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu…
Yang Saya Hormati Duta Besar Negara-negara Sahabat atau yang mewakili…
Yang Saya Hormati, Ketua Majelis Pembina Nasional PMII serta Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII)
Yang Saya Banggakan Pula Para Pendiri PMII yang masih ada, serta Kami Hormati Para Mantan Ketua Umum PB PMII
Para Tokoh, Para Alumni PMII, Pengurus PMII dari PB hingga Pengurus Cabang, Kader-Kader PMII serta hadirin yang saya kasihi…
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, dzat yang Maha Mulia dan Kuasa, yang memberikan nikmatNya dan menggerakkan niat, hati serta meringankan langkah kita sehingga kita semua dapat hadir ditempat ini bersama-sama Bapak Presiden RI dalam Tasyakuran Hari Lahir PMII ke-49 sekaligus Silaturahim Nasional Alumni PMII.
Sungguh suasana yang mengharukan, menggembirakan sekaligus membesarkan hati kita semua sebagai warga Pergerakan ,karena Tasyakuran Hari Lahir PMII ke-49 ini menjadi fase menuju Tahun Emas 50 tahun atau setengah abad kelahiran PMII pada tahun mendatang. Yang sekaligus menjadi tolok ukur investasi Peradaban PMII bagi kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia
Bapak Presiden serta Para Hadirin yang kami muliakan
Mengawali sambutan ini, kami teringat dengan sebuah terbitan media cetak nasional pada tanggal 17 April 2009 lalu. Dalam salah satu rubrik yg berisi tentang jagad dan peristiwa dunia yang terjadi pada tanggal tersebut, ternyata dituliskan khusus pada bagian atasnya, encyclopedia dunia mencatat bahwa pada tanggal 17 April (tepatnya pada tahun 1960) lalu di Surabaya, lahirlah sebuah Organisasi Kemasyarakatan Kepemudaan yang dilahirkan sejumlah mahasiswa dan kaum muda intelektual Nahdlatul Ulama yang bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ini tentu menjadi catatan yang membanggakan selain catatan-catatan sejarah lainnya yang telah menorehkan kiprah, dedikasi dan kontribusi PMII dalam perjalanan bangsa ini, khususnya dalam meng-endorse (mendorong) perubahan-perubahan demi kemajuan bangsa dan masyarakat Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.
Tentu dalam situasi mutakhir saat ini, dimana tantangan global kita hadapi, tantangan zaman yang semakin luar biasa, kompetisi-kompetisi antar negara yang semakin ketat dalam berbagai kepentingannya, serta keinginan yang kuat menjadi bangsa yang besar tentu membutuhkan kekuatan sumber daya manusia khususnya kaum muda yang mampu memberikan dedikasi dan prestasi-prestasinya, dan itulah yang menjadi spirit Pergerakan yang dibangun oleh PMII.
Belum lagi keinginan serta komitmen kita semua serta seluruh komponen bangsa ini untuk terus mewujudkan cita-cita Proklamasi menuju Indonesia yang Adil, Makmur dan Sejahtera yang juga diperkuat dengan dorongan perubahan Reformasi yang dipelopori oleh Gerakan Mahasiswa, dimana PMII jelas pula membuktikan peran sertanya saat itu, baik pada level gerakan ekstra-parlementernya maupun stimulus gagasan-gagasan agenda reformasi dilakukan.
Sehingga konteks menciptakan Kepemimpinan dan Pemerintahan yang kuat, dimana Pilar Trias Politica saling memperkuat dan meyeimbangkan tanpa dominasi elemen satu dengan yang lainnya, tuk menciptakan pranata kehidupan masyarakat berbangsa-bernegara senantiasa menjadi hal penting yang harus kita kawal. Menciptakan iklim dinamis bagi penerapan Good Governance dan Otonomi Daerah, Mengembangkan investasi ekonomi dan pembangunan yang dibarengi dengan pengelolaan sumber daya yang berpihak dan menciptakan pemerataan ekonomi bagi rakyat itu sendiri. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan hidup masyarakat kita baik dari sisi Pendidikan, Kesehatan, Pangan dan Kesejahteraan masih menjadi agenda yang terus didorong percepatannya melalui berbagai kebijakan yang dilakukan. Terlebih lagi semangat menciptakan bangsa yang memilik integritas yang kuat dengan Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi yang harus menjadi komitmen dan political will pemerintah.
Bapak Presiden, Hadirin serta Warga Pergerakan yang kami cintai..
Berbagai leading issues diatas adalah gambaran dari sekian concern dan konsentrasi agenda dan gerakan yang ingin dikawal serta senantiasa didedikasikan oleh PMII, baik sejak berdirinya hingga makna eksistensi pada hari ini. Selain sebuah amanah sosial-kultural agar PMII senantiasa menjadi pioneer Gerakan Moderasi Islam di Indonesia khususnya pada ruang akselerasi kaum mudanya, untuk menjadi penyelaras dan dinamisator sebuah makna beragama dimana Islam punya rajutan dengan Tradisi dan Sosio-Kultural masyarakat Indonesia, Islam atau agama-agama di Negara ini bukan semata-mata klaim kebenaran dan pilihan surga-neraka, atau ia juga bukan mindset orientalis liberal yang dibangun, tapi Islam adalah rahmatan lil alamin , Islam dan agama-agama hadir di Indonesia dengan kontekstualisasi yang mampu saling mengisi dengan budaya bangsa ini hingga kita benar-benar membutuhkan ta’adl (keadilan), tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawadzun (berimbang) dan itulah wujud Tri Komitmen PMII; KeIslaman, KeIndonesiaan dan Kebangsaan.
Hari ini kita harus tetap semangat membangun bangsa ini, saat ini kita harus tetap optimis menatap masa depan, saat ini rakyat masih memiliki harapan besar agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, bermartabat, adil dan makmur, Kun Ibna Zamanika, seperti jargon kaderisasi PMII hari ini. Dan ini harus dimulai dari sebuah penguatan Kepemimpinan dan Kepentingan Nasional yang dibangun, dan sinergitas antar elemen bangsa tuk mengawal agenda-agenda yang dimandatkan oleh rakyat kepada kepemimpinan nasional kita bersama. Tentu Tradisi Kepemimpinan yang tidak ekstrem sekaligus tidak konservatif merepresentasi status quo. Tapi tradisi kepemimpinan yang progresif, merepresentasi agenda-agenda perubahan yang diusung dan mewakili optimisme serta ekspetasi besar masyarakat. Besar harapan kami perubahan ke arah lebih baik dapat cepat dilakukan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dapat cepat tercipta, dan percepatan pembangunan tetap menjadi prioritas.
Bapak Presiden dan Hadirin yang Kami Hormati..
Demikianlah sambutan yang dapat kami sampaikan, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami haturkan kepada Bapak Presiden atas kehadirannya bersama warga Pergerakan pada malam ini. Juga disampaikan terima kasih kepada seluruh undangan, hadirin serta kader-kader Pergerakan..Jika hanya kita maknai malam ini menjadi malam yang biasa-biasa saja, maka kita akan keluar dari ruangan ini tetap menjadi manusia dan menatap hidup yang biasa-biasa saja. Namun jika maknai malam ini adalah malam yang luar biasa, maka kita akan keluar dari ruangan ini menjadi manusia-manusia yang luar biasa dan menatap masa depan dengan prestasi yang luar biasa pula.
Wallahul musta’an wal wallahu muwaffiq ilaa aqwamith tharieq
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
MUHAMMAD RODLI KAELANI,
Ketua Umum PB PMII

Dinamika Gerakan PMII dari Tahun ke Tahun.

Dinamika gerakan PMII sangat beragam dari tahun ke tahun, melihat perkembangan posisi regional politik dan sosial pada suasana kehidupan berbangsa dan bernegara. Dinamika PMII pada tahun ke tahun berubah menurut garis besar hasil kongres PMII, dengan mempertimbangkan pola pengkaderan yang ada di tubuh PMII. Ada beberapa data tahap-tahap titik berat program pada pola dinamika gerakan PMII.
1.Tahap I 1985 – 1988
Menitik beratkan pada konsolidasi organisasi melalui pengkodisian dalam mereformulasikan gerakan PMII pada masa ORBA yang masih bernuansa politik praktis yang sarat akan nilai-nilai ke-ilmuan dan ke-agamaan.
2.Tahap II 1988 – 1991
Menitik beratkan pada konsolidasi dan sosialisasi organisasi berupa gagasan gerakan dengan membentuk jaringan luar (out side networking).
3.Tahap III 1991 – 1994
Menitik beratkan paa empowerment kader dibidang keilmuan dan ekonomi dengan dibarengi pengkondisian gerakan ekonomi dan disemangati oleh gerakan ke-agama-an dan ke-taqwa-an.
4.Tahap IV 1994 – 1997
Menitik beratkan pada ke-ilmuan dan ekonomi, melalui perwujudan gerakan pemikiran dengan meningkatkan jaringan gerakan ekonomi melalui implementasi nilai-nilai ke-taqwaan.
5.Tahap V 1997 – 2000
Menitik beratkan pada ke-ilmuan, informasi, keprofesian, politik, hukum melalui perwujudan kemitraan dan networking gerakan pemikiran, penguatan institusi pada gerakan praksis.

Kurma Menjadi Andalan Buka Puasa

12:26 AM
http://2.bp.blogspot.com/_MZ9RtV17iFs/R28Eg9_tsHI/AAAAAAAAASw/VeGVX0L7jSI/s320/kurma+ajwa.bmp
Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban Kurma
http://1.bp.blogspot.com/_f8MgCHIijhI/SdBblHNS41I/AAAAAAAAAEc/6o7dv2Jhjso/s400/kurma001
Kurma, merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya 'Buah-buahan Super' menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.

Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Jadi, sungguh cocok jika Anda memilih kurma sebagai menu berbuka untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.
5 Makanan Termahal Di Dunia

5 Makanan Termahal Di Dunia

12:24 AM
Apakah Anda bersedia membayar US$ 368 atau sekitar Rp 3 juta untuk sepiring steak? Memang sulit dipercaya ada steak yang harganya jutaan rupiah. Tapi, itu adalah fakta. Banyak tempat di berbagai negara menjual makanan dengan harga yang sangat tinggi. Berikut lima di antaranya.

 
1. Steak wagyu di Tokyo, Jepang
Aragawa adalah toko steak pertama di Tokyo, Jepang. Spesialisasi menunya adalah daging sapi Kobe lokal berkualitas tinggi dan daging Wagyu yang terkenal dengan rasa lezatnya dan teksturnya yang lembut. Daging hanya disajikan dengan saus mustard dan merica.
 Makanan Paling Mahal Sedunia
Harganya US$ 368 atau sekitar Rp 3,3 juta untuk satu porsi steak. Kualitas dagingnya yang tinggi membuat rasanya sangat lezat meskipun diolah dengan bumbu yang minimalis.

 
2. Ayam kukus tanpa kulit di Paris, Prancis
Alain Ducasse au Plaza Athénée, di Paris adalah restoran yang menyajikan menu otentik Prancis. Ruang makan ditata dengan sangat mewah. Layanan yang diberikan sangat spesial dan berkelas. Untuk menu ayam kukus tanpa kulit di restoran mewah tersebut dihargai US$ 260 atau sekitar Rp 2,3 juta.
 Makanan Paling Mahal Sedunia

 
3. Ikan bass yang disajikan dengan kaviar di Brussels, Belgia
Alsace Pinot Blanc merupakan taman berlokasi privat yang terletak di Bruneau, Brussels, Belgia. Tempat makan berkelas ini menyediakan menu yang sangat menggoda yaitu, “Fillet of Bass with Imperial Osetra Caviar”. Ikan Bass yang telah di fillet disajikan dengan kaviar yang berasal dari ikan albino langka yang hidup di laut Kaspia. Harganya US$ 200 atau sekitar Rp 1,8 juta.
 Makanan Paling Mahal Sedunia

 
4. Domba panggang di Dubai, Uni Emirat Arab
Gordon Ramsay’s Verre memiliki koki selebriti yang menyajikan masakan Eropa modern yang khas dan berbeda. Tempat ini mendapat pengakuan internasional dan sering mendapat pujian dari para kritikus kuliner. Salah satu menu andalannya adalah “Roast Lamb with Aubergine Gratin”. Yaitu, domba panggang yang disajikan dengan terong, ditaburi parutan keju dan tomat. Harganya US$ 70 atau setara dengan Rp 630.000.
 Makanan Paling Mahal Sedunia

 
5. Es krim di New York, Amerika Serikat
Menu es krim “Golden Opulence Sundae” di New York City’s Serendipity, dihargai US$ 1000 atau setara dengan Rp 9 juta. Bisa dikatakan menu tersebut adalah es krim sundae termahal di dunia. Isinya sundae tersebut yaitu es krim vanili, yang bahan dasarnya berkualitas tinggi berasal dari Tahiti dan Madagaskar.
 Makanan Paling Mahal Sedunia
Selain itu, ada es Krim Cokelat Chuao yang berasal dari daerah pantai di Venezuela. Toppingnya terdiri dari buah-buahan Parisian, kaviar Grand Passion. Es krim dihiasi dengan emas 23 karat berbentuk daun dan disajikan dalam gelas kristal Harcourt berbentuk piala. Sendok untuk menyuap es krim sundae terbuat dari emas 18 karat.
Tradisi Unik Asli Indonesia

Tradisi Unik Asli Indonesia

12:15 AM
Entah bagai mana seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia menyikapi tradisi mudik lebaran yang biasa terjadi setahun sekali ini. Apakah kita harus bangga dengan tradisi mudik lebaran yang selalu berlangsung meriah dan disambut dengan penuh antusiasme di negeri kita ini atau bahkah sebaliknya merasa prihatin ?
Berdesak-desakan ketika mudik lebaran menjadi pemandangan yang umum dijumpai di stasiun-stasiun.
Berdesak-desakan ketika mudik lebaran menjadi pemandangan yang umum dijumpai di stasiun-stasiun.
Tradisi mudik lebaran memang telah sangat akrab dengan masyarakat Indonesia, banyak orang berbondong-bondong mudik dari kota-kota besar (tempat mereka mencari nafkah) menuju ke kampung halamannya masing-masing secara bersama-sama di waktu yang bersamaan pula. Akibatnya sudah bisa ditebak, arus lalu lintas menjadi macet, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminal.
Pada waktu musim mudik tiba, seluruh sarana transfortasi baik itu darat, laut dan udara pasti akan ludes diserbu para pemudik. Mereka rela berdesak-desakan,antri berjam-jam atau bahkan membayar biaya yang tidak sedikit hanya supaya bisa mudik ke kempung halaman mereka dan bisa berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman ketika hari nan fitri (hari raya Idul Fitri) tiba.
Uniknya kemeriahan  tradisi mudik lebaran seperti itu hanya ada di Indonesia. Dengan kata lain kita tidak  akan menjumpai tradisi mudik lebaran semeriah  di Indonesia meskipun banyak negara  khususnya  negara-negara islam seperti Malaysia, Arab Saudi dan Iran, yang warga negaranya juga  merayakan hari raya Idul Fitri.  Bahkan di negara Arab Saudi yang notabene negara tempat kiblat umat muslim berada, Hari raya Idul Fitri disikapi dengan kondisi yang biasa-biasa saja. Tidak ada tradisi khusus dalam menyambut hari Raya Idul Fitri khususnya tradisi mudik lebaran. Bisa dibilang kemeriahan hari Raya Idul Fitri di sana tidak semeriah ketika hari Raya Haji.
Namun berbeda dengan di Indonesia, setiap lebaran tiba warga Indonesia akan sangat sibuk. Mulai dari mudik lebaran, membeli baju lebaran, membuat kue-kue lebaran, menyiapkan ampau buat saudara-saudara dan ritual keagamaan lainnya seperti Jiarah kubur dll.
Khusus bagiku, lebaran kali ini terasa sangat spesial sekali. Mengapa sangat sepesial? Ya..karena lebaran kali ini adalah lebaran pertamaku merasakan mudik ke kampung halaman. Sudah hampir 8 bulan ini aku bekerja dan menetap di Jakarta, keinginan untuk merasakan sendiri pengalaman mudik lebaran menjadi salah satu alasan mengapa aku memilih bekerja di luar kotaku sendiri. Ya aku berasal dari sebuah desa kecil bernama Karanganyar yang berada di daerah cililin kabupaten Bandung Barat. Meskipun kota Bandung lebih dekat dengan kampung halamanku tapi aku lebih memilih Jakarta sebagai kota tempatku mencari nafkah. Hari ini sudah menginjak H-5, namun aku masih harus masuk kerja. Rasa rindu kepada keluarga dan kampung halamanpun  semakin menggebu-gebu, akibatnya bekerjapun tidak konsen. Namun aku harus  bersabar menunggu sekitar satu hari lagi sebelum akhirnya  libur kerja dan bisa mudik. Sudah terbayang dibenakku bagaimana situasi jalan raya ketika aku mudik nanti, pasti padat dengan berbagai jenis kendaraan., namun hal tersebut tidak menyurutkan niatku untuk segera mudik lebaran ke kampung halaman. Pasalnya aku telah lama tidak berkumpul dengan keluargaku dan ini merupakan  momentum yang tepat untuk mencurahkan rasa rinduku pada mereka. Oleh karena sebelum berangkat mudik, tidak lupa aku menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh untuk keluargaku di kampung. Wahhhhh Jadi gak sabar nich pengen cepet-cepet mudik.
Inilah enaknya jadi warga negara Indonesia, banyak tradisi yang unik pada masyarakatnya termasuk tradisi Mudik Lebaran, Tradisi Unik Asli Indonesia.

Jul 23, 2012

Menanti Berlabuhnya Jakarta

Menanti Berlabuhnya Jakarta

1:00 AM

Foto: dok. Okezone

HIRUK pikuk putaran pertama pemilukada DKI Jakarta telah usai. Namun, ia masih menyisakan tanya di benak segenap warga Ibu Kota, siapakah sang gubernur terpilih? Berhembus kuat di media, pasangan Jokowi-Basuki (Ahok) mendapat urutan pertama dari perhitungan sementara. Sedangkan di posisi kedua adalah tempat sang incumbent berdiri, Foke-Nara. Kedua pasangan masih menanti hasil resmi yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum KPU mengenai jumlah suara. Tentu, sembari persiapkan amunisi menuju putaran kedua yang tak lama lagi digelar.
 
Adu Kekuatan ­Pendatang dan Incumbent

Foke dan Nara, adalah pasangan yang mendapat dukungan kuat dari Partai Demokrat. Selain itu, Foke, sang cagub, telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam memimpin Jakarta. Terdapat plus minus mengenai hal ini. Plusnya, pengalaman yang dimiliki Foke tentu menjadi bekal yang tidak dimiliki pasangan rival. Ungkapan ‘pengalaman adalah guru terbaik’ menjadi tambahan poin kekuatan Foke. Logikanya, Foke telah mengetahui benar seluk beluk masalah Ibu Kota sehingga perbaikan ke depannya pun tinggal melanjutkan saja. Di samping itu, Fokelah sesatunya cagub yang merupakan putra asli Betawi. Sedikit banyak hal ini turut mempengaruhi peningkatan perolehan suaranya.

Tetapi, tidak semudah itu. Pemimpin yang mendapat kesempatan kedua dari masyarakat realitanya tak semua memberi hasil memuaskan. Masyarakat dalam hal ini berhak memiliki point of view lain. Track record kepemimpinan sebelumnya bisa menjadi tiket masyarakat untuk keluar dan memilih pemimpin yang baru.

Pasangan Jokowi-Basuki (Ahok) bisa dibilang pendatang di Ibu Kota. Namun, siapa sangka kedatangan Jokowi yang didukung penuh oleh PDIP mampu menarik hati masyarakat Ibu Kota dengan cepat. Pencitraan awal yang sempat berhembus tentang mobil Esemka mendongkrak nilai Jokowi di mata masyarakat. Di samping itu, efek kesederhanaan yang ditampilkan Jokowi yang masih menjadi wali kota Solo menjadi pemikat tersendiri bagi warga Ibu Kota. Slogan “Jakarta Baru” agaknya membuka peluang warga Ibu Kota untuk menggantungkan harapan padanya.

Di samping itu, ada faktor lain yang logis menjadi sebab mencuatnya suara Jokowi. Jakarta, meski menjadi rumah bagi warga Betawi, diisi sebagian besarnya oleh warga Jawa. Dominasi warga Jawa di Jakarta kian menguat seiring kemudahan urbanisasi. Walhasil, efek kedaerahan ini turut menjadi tuas naiknya suara Jokowi yang juga warga Jawa.

Namun tetap saja, Jokowi adalah pendatang. Karakter daerah yang sebelumnya dia pimpin, Solo, tentunya jelas berbeda dari karakter Ibu Kota. Perlu upaya ekstra untuk mendongkrak kemampuan adaptif Jokowi dalam menata Jakarta jikapun natinya terpilih.
 
Ke Mana Jakarta Berlabuh?

Penentuan siapa yang menjadi pemimpin Jakarta tetap berada di tangan masyarakat. Semestinya, tidak ada (lagi) intervensi pihak mana pun dalam hal ini, utamanya dari aspek money politic.

Segala daya dan upaya semestinya digencarkan kedua pasangan sebagai penanda keseriusan dalam itikad membenahi Jakarta. Masyarakat telah sama-sama mendengar dan mencatat setiap visi-misi kedua pasangan di kampanye putaran pertama.

Saatnya kita sama-sama menanti perubahan yang terjadi di Jakarta dengan gubernur yang lolos dari pemilukada kali ini. Bukan hanya warga Jakarta yang menanti, seluruh masyarakat Tanah Air pun juga setia menunggu keluarnya hasil putaran kedua. Jika Jakarta sebagai pusat negara ini beranjak menuju perbaikan signifikan maka hal itu akan disertai perbaikan pula di seluruh daerah.
Mahasiswa Sebagai Agent Of Change

Mahasiswa Sebagai Agent Of Change

12:33 AM
MAHASISWA SEBAGAI AGENT OF CHANGE DAN SOCIAL CONTROL

Sejarah mencatat peran mahasiswa dalam fungsinya sebagai agent of change dan social control dalam kehidupan bermasyarakat, menempatkan mahasiswa sebagai basis intelektual menuju masa depan yang cerah. Peran mahasiswa yang realistis dalam berbangsa dan bernegara telah terukir dalam sejarah Indonesia. Pada Tahun 1966, mahasiswa dengan jiwa mudanya mampu menggulingkan Soekarnao (Orde Lama) Otoritarianisme negara berupa pengangkatan Soekarnao sebagai Presiden seumur hidup dapat ditolak. Berlanjut pada tahun 1998 dengan pergerakan yang sistematis dan teroganizir mahasiswa bersama Tokoh-
Tokoh masyarakat mampu menggulingkan rezim Soeharto (1998) yang akhirnya mengundurkan diri sebagai dari kursi kepresidenan. Kampus tempat lahirnya para aktivis, intelektual, dan pempimpin masa depan telah memberikan perannya yang strategis di tengah masyarakat.
 
Seiring berjalannya waktu peran mahasiswa dilemahkan oleh sistem yang terjadi di kampus itu sendiri, pengrusak moral, anarkisme, dan kurangnya eksistensi mahasiswa menjadi symbol yang ada pada mahasiswa. Kedaan itu tak dapat dinafikan dari dunia kampus, yang teridri dari berbagai golongan, budaya dan elemen masyarakat. Mengedepankan pendididkan sains dan teknlogi merupakan ciri yang ada pada perguruan tinggi swasta maupun negeri yang ada pada saat ini. Ketimpangan pun terjadi ketika kecerdasan intelektual tidak didukung dengan kecerdasan emosional dan spiritual yang memadai. Sebuah penelitian pada salah seorang instruktur lembaga terkemuka di Singapura memberikan fakta baru tentang sintem pendidikan formal, dimana 90% dari waktu dan biaya yang diarahkan untuk mendapatkan fakta-fakta dan hitungan matematis, hanya 10% untuk mengembangkan sikap, kemudian Universitas Harvard yang Nomor wahid di dunia pun mengugngkapkan bahwa 85% yang menentukan kesuksesan, ketapatan keputusan, promosi jabatan dan lain-lain ditentukan oleh sikap-sikap seseorang. Hanya 15% yang ditentukan oleh kehalian atau komptensi tehnis yang dimilikinya, yang justru mempengaruhi 85% keberhasilan kita. Terlepas dari semua itu Mahasiswa sebagai mata air yang mengaplikasikan paradigma kampus sebagai center of excellence (Pusat Keunggulan), sehingga tanggung jawab mahasiswa di tengah masyarakat selalu dipertanyakan. Sebagai mata air yang mengaliri sungai dengan basis intelektualnya, mahasiswa dihadapkan dengan dinamika masyarakat. Tak ubahnya sebuah negara mahasiswa pun sebagai student governance (Pemerintahan Mahasiswa) dengan organisasi baik internal maupun external mahasiswa mampu beridiri diatas kaki sendiri. Kesemuanya itu merupakan pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat yang sesuai dengan fungsi-fungsinya.

Mahasiswa sebagai Pewaris Masa Depan

12:12 AM

Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki visi, misi dan tujuan yang ideal dalam membangun bangsa, segala tingkah laku dan perbuatannya pun didasarkan pada kaidah ilmiah dan menggunakan akal pikiran yang jernih dan komprehensif, meskipun pada kenyataanya tidak semua mahasiswa seideal itu, namun itu semua menjadi tolak ukur dan pandangan ke depan agar seluruh mahasiswa di Indonesia menjadi calon pemimpin yang ideal yang akan memimpin bangsa ini dimasa yang akan datang.
Ketika masyarakat Indonesia dilanda gelombang globalisasi dan ekonomi disinilah peran serta mahasiswa dibutuhkan guna membangun dan menstabilkan stabilitas politik dan ekonomi dinegara ini, memang berat hal itu semua, namun seberat apapun batu yang menghadang didepan, setinggi apapun gunung yang akan didaki dan seluas apapun lautan yang akan diseberangi tapi itu semua tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan dan keberanian mahasiswa.
Masih terngiang dan teringat dipikiran dan hati kita bagaimana peran andil mahasiswa pada saat rezim orde baru berkibar dinegeri ini, yang pada saat itu tidak ada seorang pun yang berani bertindak bahkan bicara pun sangat sulit dilakukan, namun apa yang dilakuakan mahasiswa pada saat itu guna menstabilkan kembali stabilitas politik yang sampai saat ini termaktub dalam pembukaan UUD 1945 sebagai cita-cita dan pandangan bangsa indonesia? Apakah mereka diam dan hanya menyaksikan dari tirai dinding yang jauh?? Ataukah mereka hanya mengangguk dan setuju pada setiap keputusan dan kebijakan yang dibuat pemerintah?? Jawabannya adalah TIDAK. Tidak untuk diam, tidak untuk terpaku dan mengalah pada keadaan yang seharusnya mereka perjuangkan dalam membangun bangsa dan untuk rakyat yang telah membesarakan nama dan jiwa mereka dimasyarakat.
Tidak mudah dan sangat mustahil bangsa ini akan maju dan berkembang tanpa ada peran andil dan keikutsertaan masyarakat khususnya mahasiswa dalam membangun bangsa, semua cita-cita dan tujuan mustahil dapat terlaksana apabila antar mahasiswa itu sendiri tidak bersatu atau bahkan terpecah belah, disinilah kepemimpinan mahasiswa harus dilatih, dikembangkan dan dipraktekan. Tanpa teori mengenai kepimimpinan maka praktek pun tidak akan berjalan, dan sebaliknya praktek tanpa teori kepemimpinan tidak akan berarti dan sia-sia karena segala tingkah laku dan perbuatan tidak sesuai dengan norma yang ada dimasyarakat, disinilah makna dari pentingnya sebuah manajemen kepemimpinan mahasiswa dalam membangun bangsa yang madani.
Namun permasalahan saat ini adalah, apakah kita sebagai mahasiswa bisa dan mampu menjadi pemimpin masa depan yang ideal, yang memiliki pandangan jauh kedepan dan memiliki idealisme dalam membangun  bangsa?? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing, sejauh mana kita telah membangun kepemimpinan yang ada pada diri kita dan memaksimalkan semua potensi yang ada, semua itu akan kembali kepada pribadi kita masing-masing dan menjadi motivasi yang akan membangun kepemimpinan mahasiswa dalam jiwa dan raga mahasiswa itu sendiri karena yang akan menjalankan semua itu adalah kita sendiri, bukan tugas seorang dosen, orangtua atau bahkan pemerintah. Semua itu adalah tugas yang harus ditempuh kita sebagai mahasiswa dalam membangun dan memimpin bangsa dimasa yang akan datang.
HIDUP MAHASIWA, HIDUP RAKYAT INDONESIA…!!

Ayam Jantan Dari Timur

12:02 AM

Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 dan meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun, adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. dia diangkat menjadi Sultan ke 6 Kerajaan Gowa dalam usia 24 tahun (tahun 1655).

Sementara itu belanda memberinya gelar de Haav van de Oesten alias Ayam Jantan dari Timur karena kegigihannya dan keberaniannya dalam melawan Kolonial belanda. Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, merupakan putera kedua dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15. Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda yang diwakili Kompeni sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah. Gowa merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan. Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.

Reruntuhan benteng Somba Opu Makassar
Peperangan antara VOC dan Kerajaan Gowa (Sultan Hasanuddin) dimulai pada tahun 1660. Saat itu Belanda dibantu oleh Kerajaan Bone yang merupakan kerajaan taklukan dari Kerajaan Gowa. Pada peperangan tersebut, Panglima Bone, Tobala akhirnya tewas tetapi Aru Palaka berhasil meloloskan diri dan perang tersebut berakhir dengan perdamaian. Akan tetapi, perjanjian dama tersebut tidak berlangsung lama karena Sultan Hasanuddin yang merasa dirugikan kemudian menyerang dan merompak dua kapal Belanda , yaitu de Walvis dan Leeuwin. Belanda pun marah besar.



Makam Sultan Hasanuddin
Lalu Belanda mengirimkan armada perangnya yang besar yang dipimpin oleh Cornelis Speelman. Aru palaka, penguasa Kerajaan Bone juga ikut menyerang Kerajaan Gowa. Sultan Hasanuddin akhirnya terdesak dan akhirnya sepakat untuk menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667. Pada tanggal 12 April 1668, Sultan Hasanuddin kembali melakukan serangan terhadap Belanda. Namun karena Belanda sudah kuat maka Benteng Sombaopu yang merupakan pertahanan terakhir Kerajaan Gowa berhasil dikuasai Belanda. Hingga akhir hidupnya, Sultan Hasanuddin tetap tidak mau bekerjasama dengan Belanda. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670. Untuk Menghormati jasa-jasanya, Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya dengan SK Presiden Ri No 087/TK/1973.

Jul 20, 2012

Kisah Para “Pecundang”

Kisah Para “Pecundang”

4:37 AM
Hidup itu tidak mudah. Kita berlomba menjadi manusia yang lurus, mulia, dan banyak kebaikan. Hal itu dilakukan bukan hanya setahun dua tahun, tetapi sepanjang hayat, sampai mati.
Kadangkala, ada rasa takjub melihat prestasi keshalihan orang-orang tertentu. “Wih, hebat sekali hafalan Al Qur’annya. Amboi, sangat meyakinkan kefasihan bahasa Arabnya. Masya Allah, mengagumkan ketekunan ibadahnya. Oh lihatlah, betapa konsistennya dia dengan Jihad Fi Sabilillah.” Kerap kita melontarkan kata-kata seperti ini. Tetapi hidup bukanlah “potongan-potongan gambar”. Hidup adalah deretan kejadian-kejadian panjang, sejak lahir sampai mati. Sebuah “potongan gambar” mungkin tampak sangat indah, namun belum tentu keseluruhan gambar itu senantiasa indah sampai sang pemilik gambar wafat. Belum tentu indah selalu, sampai akhir hayat.
Jujur, betapa hati kita sangat gembira saat melihat seseorang bertubat dari kesalahan dan kehidupananya yang buruk. Alhamdulillah syukur, ada hamba Allah yang bertaubat. Tetapi hati kita juga merasa ciut, ketika membayangkan, bahwa di balik taubat itu akan ada hari-hari panjang yang harus dihadapi. “Apakah akan terus konsisten dengan semangat taubat, sampai mati?” Inilah harapannya, harapan mulia kita kepada Allah Ta’ala. Amin ya Mujib.
Dalam konteks kehidupan keindonesiaan, kita menyaksikan betapa banyak fragmen-fragmen kehidupan yang menyedihkan hati. Banyak bunga-bunga mekar yang berguguran; banyak prestasi-prestasi mulia yang berganti bentuk menjadi aib-aib memalukan; banyak kisah-kisah kepahlawanan yang instan, menjadi pahlawan sebentar, kemudian konsisten sebagai bandit; banyak puji-pujian luhur di muka, kemudian menjadi caci-maki berkepanjangan di hari kemudian. Tentu kita sering mendengar ucapan, “Dasar munafik!” Ungkapan ini sering diucapkan, di berbagai kesempatan. Sembari yang mengucapkannya juga akan menjadi “munafik”, jika ada kesempatan. (Hanya karena tidak ada peluang saja, akhirnya sebagian orang tetap terjaga “tidak munafik”).
Layu sebelum berkembang...
Setahu saya, bangsa Indonesia itu tidak perlu memiliki pemimpin yang terlalu pintar, banyak teori, konseptor ulung, teknokrat sejati, dan seterusnya. Tidak perlu seideal itu. Cukuplah, bangsa ini dipimpin oleh orang yang BISA JUJUR terhadap dirinya sendiri. Cukup itu saja! Tidak usah kriteria fit and proper yang berliku-liku. Keahlian teknik itu bisa dibentuk, tetapi karakter kejujuran sulit dibangun. Ia lahir sebagai hasil jumlah dari sekian variabel-variabel kehidupan, sejak kecil sampai dewasa.
Kalau menyaksikan kenyataan selama ini, terlalu banyak orang pintar di kalangan elit bangsa. Hanya sayangnya, mereka pintar secara intelektual atau track akademik. Sedangkan moralitasnya buruk. Lihatlah, mereka pintar menipu rakyat kecil, pintar berkelit dengan bahasa diplomasi, pintar mengkhianati cinta anak-isteri, pintar memelintir dalil sebagai kendaaraan syahwat, pintar kolaborasi dengan media-media pembohong, dan lain-lain. Mencari pemimpin yang jujur dan konsisten, sangat sulit.
Kehidupan ini seperti arena ujian yang membentang panjang. Ada banyak titik persimpangan jalan di hadapan hati setiap manusia. Kadang kala, seseorang selalu mengikuti hati nuraninya untuk mengatakan YES terhadap pilihan-pilihan yang baik; dan mengatakan NO terhadap bad choice. Tetapi tidak sedikit yang sebaliknya. Hingga keshalihan, kejujuran, komitmen itu, akhirnya menjadi semacam “mimpi tak nyata”.
Mari kita buka sebagian catatan-catatan menarik…
Ada seorang pemuda. Dulu dia aktivis gerakan Sosio-Marxis. Tentu saja, dia sangat pro rakyat. Sehari-hari, hidupnya hanya berjuang demi rakyat belaka. Para petani, kaum buruh, nelayan, serta orang-orang tertindas. Tetapi kemudian sejarah berubah. Ada seorang pejabat tinggi negara yang simpati dengannya, lalu memberikan pemuda itu peluang menjadi orang kepercayaan sang pejabat. “Saudaraku, Anda selama ini sudah berjuang keras membela rakyat. Sampai Anda melupakan hak-hak anak isteri. Kalau mau, Anda menjadi staf ahli saya. Ini juga perjuangan untuk membela rakyat. Ayolah, ikut bersama kami! Ikut perahu besar kami. Insya Allah, nanti kebutuhan anak-isterimu kami jamin 100 %. Sudahlah, tak usah malu-malu. Tak usah sungkan. Besok datang ke kantor saya. Ada surat kontrak yang harus Anda tanda-tangani. Oh ya, ini ada sekedar uang saku untuk memperbaiki penampilan. Tolong, besok ke kantor dengan penampilan rapi ya! Oke, sampai ketemu besok! Salam perjuangan, demi rakyat!” Mungkin, konteks narasinya seperti itu. Kata-kata seperti itu sangat memukau hati pejuang pro rakyat. Tetapi ia tak boleh sama sekali terdengar oleh “rakyat tertindas” yang ada disana. No, no. Itu kata-kata rahasia.
Dulu pejuang pro rakyat, kini menjadi pejuang pro kekuasaan. Dulu selalu di sisi rakyat. Kini, selalu di sisi kekuasaan, di manapun ia berada. Dulu membodoh-bodohkan penguasa, kini membodoh-bodohkan rakyat. Dulu teriak-teriak, “Revolusi, revolusi, revolusi!” Kini beda lagi, “Mercy, Ferrari, Black Berry!”
Ada juga seorang politisi. Terkenal dengan rambutnya yang memutih. Mungkin, tadinya, setiap batang rambut itu menjadi “korban” kesibukan sang politisi dalam membela rakyat. Karena sibuknya memperjuangkan nasib rakyat, sampai rambutnya lebih cepat tua dari usianya. Anak-anak muda berbisik, “Dia suka dengan cat rambut warna putih. Sungguh unique!” Kiprah politisi ini sangat mengagumkan, sehingga setiap media massa akan terasa hambar, kalau sehari saja tidak memajang foto atau mengutip pernyataannya. Puncak sukses politiknya tercapai saat dia bersama politisi-politisi lain mampu menghentikan jabatan presiden tertentu di tengah jalan.
Anehnya, setelah dia menjadi seorang menteri, segalanya seakan berubah. Sikap kritis padam, pernyataan tegas mati, naluri pejuang pro rakyat tiba-tiba kempes, keberanian membela kebenaran menguap entah kemana, logika-logika publik yang menawan seperti berubah menjadi statement-statement menjengkelkan. Revolusi karakter, ya revolusi karakter; dari pejuang pro rakyat, menjadi priyayi yang klimis.
Hatta seorang raja biasa pun… mungkin tidak akan mengalami kemalangan seperti ini. Semangat keberpihakan kepada kebenaran, berganti baju seacara revolusioner menjadi semangat bersenang-senang dengan kekuasaan. Hingga, menjadi “budak politik” pun tak apa, asal tidak menderita, fakir-miskin, seperti orang kebanyakan. Bayangkan, begitu berubahnya karakter diri itu, sampai sekedar jabatan “ketua ikatan alumni” pun diambil juga.
Ada lagi yang lain. Masih soal elit politik, kebetulan rambutnya memutih juga. Lawyer kawakan, penentang Soeharto sejak era Orde Baru. Konon, disebut-sebut sebagai tokoh demokrasi nomor wahid. Sikap kritis tokoh satu ini tak diragukana lagi. Beberapa waktu lalu dia mengeluarkan pernyataan sangat mencengangkan, “Jangan takut sama S…” Sambil menunjuk inisial seorang pejabat presiden. Orang mendadak sangat kritis, sangat vokal dalam menyuarakan kebenaran. Itu terjadi, setelah dia tidak menjabat anggota dewan pertimbangan presiden lagi. Saat masih menjabat, suaranya tenggelam sama sekali. Mungkin, ketika itu dia sibuk membisiki pejabat presiden agar menangkapi orang-orang kritis tertentu. Ini sekadar dugaan ya. Ketika tidak mendapat jatah jabatan menjadi kritis; ketika sedang menjabat lupa dengan amanah rakyat. Jadi bagaimana ya…
Ada juga elit lain yang tidak kalah menariknya. Masyarakat menyebutnya sebagai “bapak reformasi”. Ya, begitulah. Atau, “lokomotif reformasi” bisa juga. Singkat kata, kemegahan sosok satu ini kemudian menjadi “standar kebenaran”. Siapa yang sesuai pemikirannya, dianggap Reformis; siapa yang tidak sesuai pemikirannya, dianggap pro status quo. Hebat kan? Iya lah. Wong, pemikirannya menjadi standar kebenaran.
Tetapi seiring perjalanan waktu, sang “komandan reformasi” mulai berliku-liku. Omongannya berganti-ganti. Kata orang Jawa, “Esok tempe, sore dele.” (Pagi ngomong tempe, sore ngomong kedelai). Tidak konsisten dengan ucapan-ucapannya. Sampai puncaknya, menjelang Pemilu Presiden 2009 lalu, dia meminta partainya koalisi dengan partai penguasa. Alasannya, “Kita harus realistik. Kita harus melihat siapa yang berpeluang paling besar memenangkan Pemilu.” Ya Ilahi ya Rabbi, begitu jauhnya konsistensi itu terjerumus, sampai ke dasar jurang terdalam. Padahal semula, tokoh satu ini menyerang keras pemimpin partai penguasa itu, sambil menunjukkan dokumen bukti aliran dana dari Washington ke partai penguasa itu.
Bahkan yang lebih menakjubkan, demi menyetir partainya agar mau kolaborasi dengan partai penguasa, dia membuat pertemuan sendiri dengan elit-elit partainya di Yogya, tanpa seijin pemimpin resmi partai itu sendiri. Allahu Akbar… Kalau nafsu kuasa sedang menggelegak, apapun akan dihadapi, tanpa sedikit pun rasa malu. Dan herannya, di kalangan komunitas Muslim pendukung tokoh itu, posisi dia terus dielu-elukan.
Termasuk juga, ada sosok ustadz tertentu yang sudah terkenal. Dai sangat terkenal sebagai ustadz kalangan tertentu, pernah menjadi komandan pejuang Islam tertentu. Kemana-mana dikenal sebagai “komandan lasykar”. Performance-nya sangat alim, dengan segala atribut keshalihan di dalamnya. Tadinya dikenal sebagai ustadz besar di negeri ini, di mata komunitas tertentu. Tetapi seiring waktu, lagi-lagi arah angin berubah.
Tidak segan-segan ustadz itu menyerang kalangan Islam tertentu sebagai teroris, bahkan biang teroris. Dia melecehkan perjuangan kaum pejuang Islam di masa lalu. Pernah membisiki penguasa agar melarang buku ini itu, sebab katanya menjadi inspirator terorisme. Dulu mencela fotografi dan kamera. Tetapi kemudian berkali-kali menjadi narasumber diskusi di TV, sesuatu yang dulu tak terbayangkan. Bahkan pernah ikut rombongan Umrah, diberangkatkan bersama rombongan majelis dzikir penguasa politik tertentu.
Hebatnya lagi. Tokoh tersebut bersama beberapa murid-muridnya, pernah menjadi “petugas sekuriti” untuk mengamankan aset-aset yang dipersengketakan, yang akan dieksekusi. Ini benar-benar terjadi. Malah “jurus” ustadz tersebut pernah mendarat di muka seorang direktur media Islam, sehingga kacamatanya jatuh, lalu pecah lensanya. Ustadz, tapi bisa juga “main jurus”. Menurut sebagian sumber, dalam konflik di Poso, tokoh satu ini pernah mendapat hadiah “tanda mata” (baca: bogeman) dari pejuang Islam Poso yang kesal dengan segala sikap sok tahunya.
Mungkin banyak kalau mau disebutkan satu per satu. Intinya, sikap tidak istiqamah, kepahlawanan yang berubah menjadi kepencundangan. Kebetulan, hal itu menimpa orang-orang elit yang menjadi panutan banyak orang.
Maka Islam mengajarkan kita sebuah doa, “Ihdinas shirathal mustaqim, shirathal ladzina an’amta ‘alaihim” (tunjukkan kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat). Maksudnya, kita memohon agar ditunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalannya para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhada’, dan para Shalihin. Inilah jalan istiqamah sampai akhir hayat.
Ya Allah ya Rahiim, anugerahkan kami husnul khatimah, jauhkan kami dari su’ul khatimah. Ya Allah istiqamahkan kami di jalan yang lurus, sampai akhir hayat kami. Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

SERIE A

LA LIGA

LIGA INGGRIS

Copyright © Budaya Indonesia. All rights reserved. Template by CB Blogger